
Zara ,Rizki dan Hendra yang sedang menggendong Kia,mereka sedang bersantai duduk di teras belakang,sedang Dea ke dapur untuk meminta Mba membuatkan kopi buat Rizki.
"Pah,,,Zara sama Abang mau bicara,,"kataZara pelan.
"Mau bicara apa,,,?"
"Emmm,,,Zara pengin pindah kuliah Pah,,"
"Mau pindah di mana,,?"Hendra bicara nya tidak melihat ke Zara tapi melihat ke Kia.
"Zara mau di sini aja,di Jakarta,apa boleh Pah?"
"Itu kemauan kamu apa kemauan suami kamu,,?"
"Keinginan Zara Pah,biar Zara ngga jauh dari Abang sama Papah dan Bunda,"
"Kalau gitu Papah izinkan kamu pindah kuliah di Jakarta,tapi kamu kuliah jangan yang ambil tiap hari,kasihan Kia kalau di tinggal tiap hari,cari yang seminggu 3 kali berangkat,"
"Iya Pah,,,"jawab Zara.
"Suruh si Bumi urus surat surat Zara yang di kampus Singapura,,"
"Iya Pah,, nanti saya bilang ke Bumi,,"
__ADS_1
"Apa ada lagi yang mau di bicarakan,,?"Hendra sambil melihat ke arah Rizki dan Zara.
Zara dan Rizki saling pandang,lalu Rizki yang bersuara.
"Saya ingin bawa Zara dan Kia pulang ke rumah saya Pah,Kia kan sudah besar jadi kita mau pulang,,"
"Kenapa ngga di sini aja sih,Zara kan nanti Kuliah jadi ada Bunda yang bantu ngasuh,,"
"Nanti kita pake pengasuh Pah,,"
"Pengasuh itu mengurusnya pasti beda dengan bunda,apa kamu ngga takut kalau pengasuhnya itu kasar ke Kia,,"
"Kita cari yang sudah Dewasa Pah,yang sudah ibu ibu nanti,bisa juga kan kalau Zara nanti kuliah Kia di antar ke sini,,biar sama Bunda,"
"Makasih Pah,,Zara sayang papah,,"Zara lalu memeluk Hendra,Hendra tersenyum dan mencium kening Zara.
Dea datang sambil membawa kopi buat Rizki,Mba yang membuatkan tapi Dea yang membawa.
"Pah sinih kia nya ,Zara mau mandikan dulu,"
"Iya,,cucu opa mandi dulu yah,nanti main lagi sama Opa,,"Sebelum di berikan pada Zara ,Hendra menciumi Kia dulu.
Zara lalu Ke kamar dan Dea pun ikut,sekarang tinggal ada Rizki dan Hendra.
__ADS_1
"Kapan kalian akan pulang,?"
"Mungkin lusa Pah,"
"Cari Mba yang menginap,juga pengasuh nya sekalian,,kalau bisa cari supir buat mengantar jemput Zara kuliah,biar kamu juga ngga repot,Saya ngga mau Zara bawa mobil sendiri,"
"Tapi Pah kalau supir mungkin ngga perlu dulu deh,biar nanti Zara berangkat pake taxsi onlaine ,kalau pulangnya biar nanti saya yang jemput,"
"Kamu jemput kalau lagi ngga sibuk apa kalau ngga di luar sedang ketemu klien,kalau sedang salah satunya apa kamu bisa jemput,"
"Iya Pah baik nanti kalau Zara sudah mulai kuliah saya akan cari supir,"
"Nanti Supir sama pengasuh biar saya yang bayar,kamu bayar buat mba saja,"
"Ngga usah Pah biar saya yang bayar aja,itu kan memang sudah jadi tanggungan saya,"
"Ngga papa biar saya aja,itu Saya lakukan buat Kia kok bukan buat kamu,"Rizki mengangguk.
"Ki,,itu kan rumah orang tuamu,dan kamu juga punya adik,pasti suatu hari nanti itu rumah biasanya buat anak yang bungsu,jadi kemungkinan besar kamu harus meninggalkan rumah itu,ya walau itu entah kapan,rumah mu itu tidak besar tidak bisa kan kalau kamu dan adikmu tinggal di rumah itu bersama,karena kalian sudah punya keluarga sendiri sendiri,dan pasti nanti kalian akan punya anak,,menurut saya kamu harus pikirkan untuk beli rumah dari sekarang,,"
"Tapi kamu tenang aja,Zara punya saham di perusahaan saya,saham perusahaan akan saya bagi adil kepada 3 anak saya,jadi kamu ngga usah bingung, kalau kamu dan Zara mau ambil rumah saya yang akan membelikan nya,,"Rizki hanya diam karena benar semua yang di katakan Hendra.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...
__ADS_1