
Selfi sudah siap siap dan rapi,tinggal menunggu Bumi datang untuk mengantarkannya ke Bandara.
Sekitar jam 12 siang Bumi datang,dan Selfi menarik Kopernya keluar dari kamar kosan nya.
"Sudah siap,,?"tanya Bumi saat sudah di depan Selfi.
"Sudah,,"
"Ya udah yuk berangkat ,"sambil membantu menarik koper Selfi.
Selfi dan Bumi lalu masuk mobil untuk menuju Bandara,di mobil Bumi menggenggam tangan Selfi.sesekali mencium tanganya juga.
Sedang kepala Selfi di sandarkan di pundak Bumi.keduanya tidak mengobrol hanya saling diam.
Sampai di parkiran Bandara,keduanya tidak langsung turun dari mobil,Bumi memeluk Selfi dengan sayang.
"Kamu hati hati,dan jangan lupa kabarin Aku kalau sudah sampai yah,"sambil melepaskan pelukannya,Selfi mengangguk.
Bumi lalu mencium kening Selfi,setelah itu baru mereka turun dari mobil.
__ADS_1
Bumi menarik koper,dan tangan satunya menggandeng tangan Selfi,mereka masuk ke Bandara.
Bumi dan Selfi lalu berpisah,karena panggilan ke berangkatkan sudah di umumkan ,Setelah Selfi tidak terlihat Bumi pun meninggalkan Bandara.
Bumi lalu membawa mobilnya menuju kantor,dan kembali bekerja lagi.
Sedang di kantor Hendra,Rizki dan Hendra sedang kedatangan tamu ,dia salah satu rekan bisnisnya.
Tamu itu perempuan yang sangat cantik,body nya aja sangat seksi,juga pakeanya sedikit terbuka di bagian dadanya,pasti setiap laki laki yang melihatnya langsung melihatnya tanpa berkedip.
Hendra meminta Rizki untuk ada di dalam ruangannya dan tidak boleh pergi,karena Hendra melihat rekan bisnisnya itu bukanya suka tapi justru takut,Hendra takut kilaf rupanya.
"Pak Hendra kalau begitu kita harus melihat ke pabriknya ,biar kita tau secara langsung produksi nya seperti apa, bagaimana Pak?apa Bapa setuju,,?"dan suaranya pun di buat buat secantik mungkin.
"Tapi saya ngga bisa putuskan sendiri nantinya,gimana dong,"
"Saya ikut keputusan Ibu saja,pasti keputusan yang Ibu ambil tidak akan mengecewakan,"
"Tetap saja saya takut Bapa kurang puas,bagai mana kalau kita atur waktu aja kapan agar bisa pergi bersama,"
__ADS_1
"Kalau Saya benar benar sibuk,gimana kalau Ibu Meta pergi bersama Rizki aja,dia adalah wakil saya,dan dia juga sangat jeli dalam menilai sesuatu,"Rizki langsung membuka matanya lebar lebar saat dengar perkataan Hendra.
"Bos,,saya juga ngga bisa ambil keputusan,saya takut salah,gimana kalau saya atur waktu aja buat Bos bisa pergi ke pabrik bersama Bu Meta,"Hendra memberi kode pada Rizki untuk tidak bicara seperti itu,karena Hendra tidak ingin pergi bersama si Meta itu.
"Bener juga perkataan mu Ki,ok Aku tunggu kabarnya untuk kita pergi ke pabrik bersama yah Ki,tolong cari waktunya secepat mungkin,agar kita bisa melihat produksi nya secara langsung,"kata Meta Rizki hanya mengangguk karena Rizki takut berkata ,Hendra sudah menatap tajam padanya dari tadi.
Lalu Meta pun pergi setelah selesai urusannya bersama Hendra.
Hendra dan Rizki langsung bernafas lega, setelah Meta pergi dari ruangan nya .
"Kamu tuh ngapain sih bilang akan mencarikan waktu untuk pergi ke pabrik bersamanya,Saya tuh ngga mau Ki bareng dia ke sana,,"
"Ya lagian Bos tadi kenapa nyuruh saya ntuk pergi bersamanya,saya juga ngga mau Bos,lihatnya aja ngeri gitu,"
"Sama,Saya juga ngeri,kayanya istriku ngga Segede punya dia,bener bener yang berlebihan itu tidak baik ya Ki,bukanya bagus malah mengerikan dan menggelikan ya Ki,"
"Iya Bos,punya saya juga ngga Segede itu,kirain Bos suka sama yang gede kaya gitu,"
"Hiii,,,geli iya,,besok atur jadwal kita aja yang datang ke pabrik,dia ngga usah ikut,cukup kita kasih laporan kita aja,"
__ADS_1
"Baik Bos,"
Jangan lupa like,komen dan Vote nya,, trimakasih..