
Saat Rizki mendengar Zara sudah KB ,hari terasa lama,dan Rizki selalu melihat kearah Jam.
Jam sudah menujukan pukul 4 sore,Rizki membereskan meja kerjanya dan bersiap untuk pulang.
Rizki keluar dari ruanganya dan menunggu Hendra di depan ruanganya bersama Sekertaris Hendra.
Baru Rizki mengobrol 10 menitan,Hendra keluar dari ruanganya,Rizki dan Hendra langsung pulang.
Sampai rumah Rizki dan Hendra masuk kamar masing masing.
"Yang,,Dede kenapa kok nangisnya kenceng gitu,,?"tanya Rizki saat masuk kamar Kia sedang menangis.
"Ngga tau nih Bang,Dede juga ngga mau nen,Zara jadi takut,,"Zara sambil mengendong KIA dan menenangkanya,tapi Kia terus menangis.
"Abang panggil Bunda dulu yah,,"Zara menjawab Iya.
Rizki keluar dari kamar lalu menuju kamar Dea,Rizki langsung mengetuk pintu kamar Dea setelah sampai.
"Ada apa ,?"tanya Hendra saat buka pintu.
"Itu Pah,Kia nangis ngga mau diam,Zara ketakutan,Bunda ada ngga Pah ,mau minta tolong Bunda suruh lihatin,"Hendra tanpa menjawab langsung memangil Dea.
"Sayang,,itu Kia nangis aja katanya,ayo kita lihat,,"
__ADS_1
"Loh kok bisa,,"Dea langsung keluar dari kamarnya dan menuju kamar Zara.
Hendra dan Rizki mengikuti dari belakang,"Kia kenapa sayang,,?"sambil mendekati Zara Dea bertanya.
"Ngga tau Bun,,tadi bangun tidur nangis,waktu Zara mau kasih Nen, Kia ngga mau,tapi malah nangis terus dari tadi,,"Dea lalu menggendongnya.
"Kia badanya hangat,,ini kayanya efek tadi habis imunisasi deh,,"Hendra lalu memegang kening Kia.
"Iya hangat,,Dokter kasih obat kan,,?"kata Hendra.
"Kasih Pah,,"
"Ya udah kasih dia minum aja,"
"Tapi jangan dulu,kasih dia nen aja yang banyak,ini kan cuman hangat ngga panas,"jawab Dea.
"Sayang jangan sedih,anak kecil memang bisanya menangis,ngga papa,,Bunda kasih obat nya aja biar Kia lebih enak yah,"Zara mengangguk,Rizki mengusap kepala Zara yang terlihat sedih.
Kia wajahnya sudah memerah karena terus menangis,Dea lalu memberi obat pada Kia agar badanya tidak hangat dan lebih nyaman.
Selang berapa menit Kia sudah diam dan Mau Nen setelah di beri obat,Zara juga sudah lebih tenang karena Kia tidak menangis lagi.
"Kia sudah lebih tenang sekarang,sukurlah,,"kata Hendra.
__ADS_1
"Iya Mas,,Kia sudah lebih tenang,"
"Bun,,Makasih yah,Kia sekarang sudah mau Nen dan tidur dengan tenang,"
"Iya sayang,dan nanti juga panasnya turun,kalau gitu Bunda sama Papah ke kamar dulu yah,kalau nanti ada apa apa panggil bunda saja,"
"Iya Bunda,,"Dea dan Hendra lalu ke kamarnya.
Setelah nen cukup lama Kia akhirnya tertidur,Zara lalu meletakan ya di box dengan hati hati,sedang Rizki ada di kamar mandi untuk mandi.
Zara merasa lemas lalu tiduran,karena tadi habis menguras emosi dan energinya.
"Yang,,Dede sudah tidur,,?"
"Suuttt,,,pelan Bang bicaranya,Dede baru saja tidur,nanti bangun lagi,,"Rizki hanya mengangguk.
Rizki memakai baju dan setelah itu naik ke kasur,dan memeluk Zara dari belakang.
Rizki sambil meciumi leher Zara dari belakang,dan tanganya sambil mengusapi perut Zara.
"Bang,,jangan kaya gini,Zara geli,,"
"Sudah KB kan Yang,,nanti malam,,,"belum selesai Rizki bicara Dede Kia nangis dengan kencang.
__ADS_1
Oeee....Oeee....
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...