
Hendra yang melihat Zara mengeluarkan Darah dari perutnya langsung panik,dan bingung.
"Mas siapkan mobil Sanah,,"Hendra langsung berlari keluar.
"Rizki ayo cepat gendong Zara,kita harus bawa Zara ke rumah sakit,"Rizki langsung mengangguk dan mengendong Zara.
"Bang sakit Bang,,anak kita Bang,,"
"Sudah tenang sayang,anak kita tidak akan kenapa kenapa,anak kita kuat,"Rizki bicara sambil mengendong Zara ke Mobil
Dea menelfon Dinda yang ada di rumah sakit,dan bilang Zara mengeluarkan darah dari perutnya.
Hendra membawa mobilnya dengan cepat,Hendra tidak kuat mendengar Zara yang terus merintih kesakitan.
Hendra selalu membunyikan klakson untuk memberi tau mobil yang ada di depannya kalau mobilnya butuh jalan.
Sampai di rumah sakit Dinda sudah menunggu di depan ,dan sudah menyiapkan Bankar
Zara lalu di angkat Rizki dan di tidurkan di Bankar,setelah itu Dinda menyuruh suster untuk membawa Zara ke UGD.
"Tolong selamatkan Zara dan Anaknya,Aku ngga mau melihat Zara sedih dan kesakitan,"
"Iya Om,,Dinda akan berusaha,Dan Zara juga butuh doa dari kalian,"
Dinda lalu masuk,Rizki,Hendra dan Dea menunggu di luar,baju Rizki berlumuran darah Zara,dan sudah berwarna merah semua.
Dea menelfon pak supir untuk mengantarkan baju untuk Rizki dan Zara.
__ADS_1
Hendra dan Rizki sama sama diam dan tidak ada yang bicara,mereka duduk sedikit jauh ,Dea yang duduk di sebelah Hendra sambil menggenggam tangan Hendra.
"Sayang,,Mas takut,,"
"Kita hanya bisa berdoa ,dan serahkan semuanya pada Tuhan,semua kejadian pasti ada hikmahnya,tenanglah Mas,,"Hendra menghembuskan nafas kasarnya.
Rizki juga sangat kuatir,dan di dadanya selalu berdebar karena merasa takut.
"Tuhan Aku mohon selamatkan Istri dan Anak hamba,Aku hanya bisa meminta padamu Tuhan,"sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Sekitar 40 menit Dinda keluar,dan semuanya mendekati Dinda.
"Gimana keadaan Zara dan Kandungannya Din,?"tanya Dea.
"Kandungan Zara dari kemarin juga sudah di bilang sangat lemah Bi,untungnya kandungan Zara masih bisa di selamatkan ,dan Zara tadi cepat di bawa kesini dan tidak terlambat,kalau terlambat sebentar lagi aja Dinda ngga tau kandungan Zara gimana,dan Dinda sudah kasih obat penguat kandungan juga sekarang,"
"Apa kita bisa menemui Zara sekarang,?"tanya Hendra.
"Zara sekarang sedang tidur,karena pengaruh obat,kalau semuanya ingin melihat Zara,tunggu Zara di pindah di ruang rawat aja biar lebih nyaman yah,"Hendra pun mengiyakan.
Hendra memilih kelas satu untuk kenyamanan Zara di rawat.setelah Zara di pindahkan semuanya masuk dan melihat Zara yang masih tidur dengan nyenyak nya.
Pak supir pun datang dengan membawakan baju untuk Zara dan Rizki.
"Rizki ganti dulu bajumu Sanah,biar baju yang terkena darah bisa di bawa pulang pak supir,"
"Iya Bun,"Rizki lalu masuk ke kamar mandi dan mengganti bajunya,setelah selesai Rizki keluar dari kamar mandi dan melihat Zara sudah bangun.
__ADS_1
"Sayang,,kamu sudah bangun,,"Rizki tersenyum bahagia,lalu mendekati Zara dan mencium keningnya dengan sayang.Zara tersenyum.
Rizki lalu duduk di di sebelah Zara dan menggenggam tangannya.
"Mas,,Dea mau beli makan dulu yah,kalian belum sarapan kan,"
"Mas ikut,ayo,,sayang Papah sama Bunda beli makanan dulu yah,"kata Hendra pada Zara.Hanya mengangguk pelan.
Hendra dan Dea keluar rumah sakit untuk membeli makanan.sekarang tinggal Zara dan Rizki.
"Masih sakit ngga,,"
"Sudah ngga sakit banget sih Bang,anak kita ngga papa kan Bang,?"
"Ngga sayang,anak kita ngga apa apa,kamu ngga boleh banyak pikiran kalau ada masalah atau ingin sesuatu langsung bilang yah,kandungan kamu masih lemah,"
"Maaf ya Bang Zara ngga becus jagain anak kita,,"
"Ngga sayang,kamu ngga salah,ini memang kondisi kamu aja yang ngga fit karena ngidam dan ngga doyan makan jadi fisikmu lemah,"
"Apa ini masih sakit,?"sambil mengusap luka di ujung bibir Rizki.
"Ngga ,,ini ngga sakit,justru hati Abang yang sakit melihat kamu yang kesakitan,"
Rizki mencium tangan Zara,saat Zara mengusap luka di ujung Bibirnya.
Jangan lupa like komen dan vote nya,trimakasih..
__ADS_1