Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Rizki Marah


__ADS_3

Zara yang mendengar perkataan Rizki langsung diam dan kaget.


"Kenapa,,kenapa diam,,"sambil bangun dari duduknya dan berdiri di depan Zara.


"Aa,,Abang tau da,,dari mana,?"sedikit gugup karena wajah dan tatapan Rizki sudah berbeda.


"Dari Buminya sendiri,,"


"Tapi itu sudah masalalu Bang,Zara sudah ngga ada apa apa sama kak Bumi,dan kita sekarang hanya sebatas teman,apa lagi sekarang kita sudah jadi sodara,,"


"Tapi kenapa kamu dari dulu ngga bilang kalau pernah ada hubungan sama Bumi,,"


"Ya buat apa bilang,karena bagi Zara ngga penting,karena itu hanya masa lalu,,"


"Ya kamu ngga perlu bilang kalau mantan kamu itu orang lain,tapi mantan kamu ini adiku,adik kandungku,,harusnya kamu tuh bilang,,agar kejadianya ngga kaya sekarang,Abang merasa jadi orang bodoh karena kalian berdua sekongkol tidak ada yang bilang,apa lagi Bumi masih mencintaimu,,"tiba tiba air mata Zara mengalir karea perkataan dan suara Rizki yang sudah emosi dan keras.


"Ngga perlu menangis,,karena Abang ngga akan merasa kasihan melihat tangisanmu itu,"Rizki lalu pergi keluar apartemen dengan membanting pintu.


Zara yang melihatnya langsung jatuh terduduk dan menangis dengan kencang.

__ADS_1


"Maaf Bang,Aku ngga bermaksud untuk menyembunyikanya,karena Aku sungguh ngga ada rasa lagi untuk adikmu,,jadi Aku fikir itu ngga penting,"Zara berkata sambil terus menangis.


Sedang Rizki yang keluar dari apartemen sebenarnya hanya berdiri di luar pintu,sambil menahan sesak di dadanya,Rizki menjambak rambutnya kasar karena telah membuat Zara menangis dan ketakutan.


Rizki duduk di lantai sekitar dua jam,dan hanya diam,sedang Zara menangis sampai tertidur di sofa.


Rizki masuk ke dalam lagi,dan melihat Zara yang tertidur di sofa,masih ada air mata di pipinya,dan membuat Rizki merasa bersalah.


Rizki lalu menggendong Zara untuk masuk ke kamar,dan meletakanya di kasur.


Zara yang merasakan bau Rizki lalu membuka matanya,dan benar ada Rizki yang sedang meletakan badanya di kasur.


Rizki tidak menjawab tapi ikut memeluk Zara,dan mereka saling peluk di atas kasur.


Zara masih saja menangis,dan membuat Rizki.merasa bersalah.


"Sudah jangan menangis ,ini sudah malam,tidurlah,,,"sambil mengusap air mata Zara.


Zara pun memejamkan matanya,tapi Zara rupanya ngga bisa tidur lagi,mata terpejam tapi hati dan fikiran melayang,sedang Rizki sudah tertidur ,karena memang Rizki sudah sangat mengantuk dan lelah.

__ADS_1


Zara membuka matanya saat mendengar dengkuran halus dari Rizki.Zara memandang wajah Rizki yang terlihat lelah.


Zara lalu bangun dari tidurnya,dan duduk di sofa.Zara berdiam diri melamun sambil sesekali menangis.


"Udah Za,,ngga usah cengngeng ngga usah nangis,kamu hanya perlu jelasih ke Abang, kalau Abang sudah tenang nanti,,"Sambil mengusap air matanya yang terus saja mengalir,karena Zara baru pertama kali betengkar semenjak kenal Rizki dan menikah denganya.jadi Zara merasa takut melihatnya.


Jam 5 pagi Zara sibuk mencuci baju dan juga memasak membuat sarapan,karena Rizki akan ke kantor cabang .dan Zara juga dari semalam ngga bisa tidur jadi Zara mengerjakan pekerjaan rumah.


Jam 7 pagi Rizki bangun karena mendengar alaram dari hpnya.Rizki melihat sekeliling kamar dan ngga ada Zara.


Rizki lalu keluar dari kamar dan mencari Zara,Zara sedang menata makanan di meja.


"Abang sudah bangun,Zara udah buat sarapan sama kopi nih,Abang mau mandi dulu apa.langsung sarapan,,?"sambil tersenyum Zara berkata, Rizki melihat ke wajah Zara yang pucat dan mata yang bengkak karena terlalu banyak menangis itu membiat Rizki merasa sakit.


"Abang mandi dulu,,"sambil masuk kembali ke kamarnya.


Di kamar mandi Rizki menojok tanganya ke tembok sambil menangis.Rizki merasa bersalah karena membuat Zara ahirnya merasa sedih,Rizki memaki dirinya sendiri.


"Dasar suami ngga berguna,dasar laki laki berengsek kamu Rizki,,"lalu Rizki lanjut mandi,dan Rizki baru sadar tanganya sakit saat menggosok badanya,ternyata jari jarinya sampai pada biru.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2