
Rizki di suruh Dea untuk makan dulu,karena dari pagi Rizki belum makan.
"Ki,,kamu makan dulu,nanti kalau kamu ngga makan terus sakut,siapa yang akan jagain Zara,,ini makan dulu,"kata Dea.
"Iya Bang sanah makan dulu,Zara ngga mau Abang jyga sakit,"
Ahirnya Rizki mau makan,dan duduk di sofa .Hendra lalu mendekati Zara dan duduk di kursi yang tadi Rizki duduki.
"Maafkan Papah yah,gara gara Papah kamu jadi gini sayang,"sambil mengambil tangan Zara lalu di genggamnya.
"Papah ngga salah kok,memang kandungan Zara yang lemah,"
"Tapi kalau tadi Papah ngga mukul Rizki pasti kamu ngga merasa kesakitan kaya gini,Papah memukul Rizki karena Papah ngga tahan lihat penderitaan kamu sayang,Papah sangat sayang padamu,makanya saat melihat kamu seperti tersiksa Papah sedih,,"
"Zara ngga merasa tersiksa kok Pah,ini karena Zara hamil bukan sakit karena penyakit yang mematikan,mau sekarang atau nanti Zara juga pasti akam mengalaminya Pah,ini kan kodrat perempuan,nanti juga setelah 4 bulan kata Dokter Zara ngga mabok lagi dan makan juga pasti nanti jadi doyan,"
"Iya sayang,,sekali lagi Papah minta maaf yah"
"Iya,,Zara sudah maafkan papah,tapi Zara minta dan mohon pada papah juga,jangan kasar dan suka mukul Abang pah,dia suami Zara,dan Abang sangat baik,sayang sama Zara juga tanggung jawab,jadi Zara mohon jangan suka pukuli Abang,"Hendra langsung.mengangguk.
"Papah tidak akan pukul Rizki,tapi kalau Rizki sampai buat kamu menangis dan nyakitin kamu ,jangan larang Papah untuk tidak memukul Rizki,"
"Iya Pah,,"Zara tersenyum.
__ADS_1
Dea dan Rizki yang dari tadi dengar obrolan Ayah dan Anak pura pura tidak mendengarnya,mereka sibuk dengan makananya.
Rizki selesai makan,dan Dea juga sudah selesai,lalu Dea mengajak Hendra untuk pulang,besok baru datang lagi.Tadinya Hendra ngga mau,tapi Dea terus saja membujuknya.Ahirnay Hendra pun mau untuk pulang.
"Sayang Papah dan Bunda pulang dulu yah,besok kita kesini lagi,"
"Iya Bun,,"
"Jagain Zara,jangan di tinggal sendiri,"kata Hendra pada Rizki.
"Iya Pah,,Saya akan menjaga Zara,"jawab Rizki.
Dea dan Hendra lalu keluar dari ruang rawat Zara dan pulang.
"Papah ngga salah sayang,Papah hanya kuatir padamu,pasti setiap orang tua melihat anaknya sakit pasti mereka kuatir,sudah jangan di fikirkan yah,nanti kamu lama sembuhnya kalau banyak fikiran,,"
"Iya Bang,,Abang sudah telfon Mamah belum,?"
"Belum,biar Mamah jangan tau masalah kamu di sini,takut Mamah jadi fikiran,"Zara hanya mengangguk.
Sedang yang di singapur,Bumi sekarang jarang menemui selfi karena ngga ada Rizki di singapur,jadi ngga ada perlu bersandiwara.
Selfi pun ngga peduli,karena bagi Selfi uang tetap di bayar.Selfi sebenarnya juga ngga suka sama Bumi setelah melihat kelakuanya yang suka nyebelin dan egois.
__ADS_1
Selfi sedang bekerja,dan sedang menyusun buku buku di rak.
Selfi tidak sengaja melihat Bumi yang sedang memilih buku,karena Bumi cuek aja,ya Selfi pun cuek,dan bodo amat,Selfi terus saja menata Buku.
"Selfi kamu belum selesai juga menata bukunya,?"tanya Tom teman kerja Selfi.
"Belum,ini soalnya Aku harus naik turun jadi.lama deh nyusunya,udah gitu bukunya banyak lagi,,"
"Aku bantuin deh yah,biar cepat selesai,"
"Emang kerjaan kamu udah selesai,,"
"Udah,,makanya Aku.mau bantu kamu,"
"Oh gitu,ya udah bantu in sinih,Aku sudah di atas nih,kamu tolong ulungin buku dari bawah aja yah,,"Tom pun mengangguk dan memberika buku pada Selfi yang berdiri di tangga untuk menyusun buku di rak yang cukup tinggi.
"Sel,,susah ngga kamu,Aku takut kamu jatuh,udah kamu turun aja gih biar Aku saja,"
"Bisa tenang aja sih,ini tinggal dikit kan,,"Tapi tiba tiba Selfi terpeleset dari tangga,dan Selfi pun terjatuh,untung ada Tom yang menangkapnya.Tom dan Selfi yang sama sama kaget saling pandang.tapi tiba tiba..
Bugghhh.....
Jangan lupa like komen dan Votenya ,trimakasih...
__ADS_1