Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Perut Zara Sakit


__ADS_3

Hendra semalaman tidak bisa tidur karena memikirkan tentang Zara,Hendra berfikir kalau nanti Zara hamil dan tetap kuliah pasti akan sangat kesusahan,dan Zara juga hanya tinggal sendiri,padahal orang hamil selalu ingin di perhatikan dan di manja.


"Apa Aku harus menyuruh Rizki untuk mengurus cabang yang di Singapura aja yah,biar Zara ada yang selalu menjaganya,tapi Aku di sini juga membutuhkan dia,Aku harus gimana ini,lagian si Rizki kurang ajar banget sih,udah di bilang jangan membuat Zara hamil dulu malah sekarang hamil,"sambil tangan Hendra mengepal.


Sekitar jam 3 pagi Hendra akhirnya sudah merasa ngantuk,dan Hendra lalu ke kasur untuk tidur,sambil memeluk Dea Hendra akhirnya tertidur.


Pagi harinya Hendra bangun kesiangan,Hendra langsung mandi karena mau ke kantor.


Dea masuk kamar lalu membantu Hendra bersiap.


"Semalam tidur jam berapa Mas,,?"


"Jam tiga pagi ,,"


"Ya Tuhan,,kok bisa,,?"


"Mas ngga bisa tidur Yang,,"


"Kenapa ngga bisa tidur,,?"


"Mas mikirin Zara,,nanti gimana kalau dia kuliah ,dengan keadaan hamil pasti cepat lelah,dan dia nanti tinggal sendiri di sana,kasihan Yang,"


"Kan di sana ada Mamah dan adiknya Rizki,pasti ada yang bantu jagain lah,"


"Pasti beda Yang rasanya di urusin sama mertua,mereka juga punya kesibukan sendiri sendiri,"

__ADS_1


"Mamahnya Rizki sangat baik kok Mas,ngga mungkin dia ngga merawat Zara,,"


"Iya dia baik,tapi kan dia kerja,dan pastinya ngga bisa ngurus Zara Yang,"


"Terus sekarang Mas maunya gimana,?"Hendra menggelengkan kepalanya.


"Ya udah kita pikir kan nanti lagi,sekarang kita sarapan yuk,"Hendra mengangguk dan mereka berdua keluar bersama.


Sampai di meja makan Rizki dan Zara belum datang,lalu Hendra yang memanggil mereka.


"Zara,,sayang,,ayo sarapan,,"pintu tidak di buka juga saat Hendra terus mengetuknya.


Hendra lalu membuka pintu kamar Zara,saat pintu terbuka,Hendra mendengar suara orang muntah,dan Hendra langsung menuju kamar mandi,ternyata Zara sedang muntah.


"Sayang,,,,Zara,,,"Hendra langsung menarik Rizki agar menjauh dan Hendra yang langsung membantu memijit leher Zara.


"Kenapa kamu pucat gini sayang,,ayo kita ke kamar,kamu harus minum air hangat yah,,"Zara hanya mengangguk.


Hendra yang memapah Zara masuk ke kamar dan menyuruh Zara untuk istirahat,Zara terlihat sangat kurus dan pucat.


Setelah Zara tiduran di kasur,Hendra tiba tiba memukul Rizki di wajah dan di perut.


Bukk,,,,Bukk,,


"Papah,,,,jangan,,,Papah stop,,jangan pukuli Abang,,"Zara langsung bangun dari kasur,dan menghalangi Hendra untuk tidak memukul Rizki lagi.

__ADS_1


Dea yang mendengar Zara teriak langsung ke kamar Zara,dan langsung menarik Hendra.


"Mas,,kamu apa apaan sih,,?"Dea berkata dengan nada cukup tinggi.


"Jangan Papah,,jangan pukuli Abang,,"sambil Zara memeluk Rizki.


"Sudah jangan nangis,Abang ngga papa,"sambil mengusap ujung bibirnya yang berdarah.


"Kamu kenapa sih Mas pagi pagi gini bikin masalah,,"


"Mas kesal pada Rizki Sayang,dia membuat Zara menjadi seperti ini,Zara jadi kurus dan pucat,Zara belum waktunya untuk hamil,dia masih terlalu kecil,tapi Rizki malah membuatnya hamil,"


"Mereka sudah menikah,dan suatu hari nanti juga Zara akan hamil,pasti ya akan mengalami ini juga,Zara sekarang umur 20 tahun Mas,jadi sudah bisa mengandung,Zara bukan anak kecil lagi,,"Dea akhirnya yang marah marah pada Hendra.


Zara yang melihat luka lebam di wajah dan perut Rizki yang merasa sakit,masih saja menangis,sampai tiba tiba Zara merasakan sakit di perutnya.


"Bang,,perut Zara sakit Bang,,aduh,,sakit,,,"


"Sayang kamu kenapa,mana yang sakit,,?"Rizki terlihat panik,begitu juga Dea dan Hendra.


"Sayang mna yang sakit,,Rizki gendong Zara ke kasur ayo,,"kata Dea.


"perut Zara sakit,,,"


"Maaf sayang,Maaf Papah salah jangan buat Papah takut,,,"kata Hendra yang melihat Zara kesakitan merasa tidak tega.

__ADS_1


"Ya Tuhan Darah,,,"teriak Dea...


jangan lupa like komen dan vote nya,trimakasih.


__ADS_2