
Rizki menunggu Zara di kamarnya sambil memainkan hpnya.tidak lama Zara masuk kekamar bersama mba,mba membawakan nampan berisi teh manis hangat dan pisang gorengnya.
"Makasih ya mba,,"kata Zara.Mba pun menjawab iya lalu langsung keluar.
"Lama banget sih Yangg,,"
"Zara tadi minta di buatkan pisang goreng sama Mba,,ini enak loh Bang,cobain deh,,"
Rizki lalu mengambil pisangnya lalu memakanya.
Keduanya menikmati pisang goreng sambil duduk di sofa.
"Anak kita rewel ngga sayang hari ini,,?"
"Ngga sih,cuman pagi aja sekarang mualnya,,"
"Pinternya anak papah,"sambil Rizki mengusap perut Zara.
Zara lalu menyandarkan kepalanya di pundak Rizki sambil memeluknya.
"Yang,,katanya kepala bawah Abang mau di pijitin,sekarang udah wangi loh,"
"Iihh,,Abang mah inget aja sih,,"
"Iya Dong,,harus gituan mah ngga boleh lupa,,"
__ADS_1
Sambil menurunkan celanamya,dan langsung muncul sejata milik Rizki yang tinggi menjulang.Zara yang melihatnya langsung kaget.
"Ya Tuhan Bang,kenapa udah berdiri gitu sih,"Rizki hanya tersenyum .
"Ayo sayang,,ini peganglah,,"sambil menarik tangan Zara ke senjatanya,tangan Zara tadinya menggenggam,tapi karena melihat wajah Rizki ahirnya tangan Zara terbuka,lalu tangan Zara menggenggam senjata Rizki,dan menggerakanya naik turun.
Rizki keenakan sambil merem melek,dan mulutnya mengeluarkan suara rint*ihan.
Tapi tiba tiba ketukan pintu terdengar,Zara lalu menghentikan gerakan tanganya di senjata Rizki.
Zara menutup celana Rizki juga,setelah itu Zara bangun dan membuka pintunya.
"Ya Mba,ada apa,,?"
"Itu Non,,kata Bapa Non sama Den Rizki suruh makan malam,,"
Zara menutup pintu kamarnya dan mendekati Rizki.
"Kita di suruh makan malam dulu Bang,,"Rizki membuang nafasnya kasar.
"Kita makan dulu yuk,kita bisa lanjutin lagi nanti kok,Abang isi energi dulu yah sekarang,"
Ahirnya Rizki pun mau dan bangun dari duduknya,lalu keduanya berjalan keluar dan menuju ruang makan.
Sampai di meja makan,Hendra Dea dan kedua adik kembarnya sudah menunggunya.
__ADS_1
"Ayo makan sayang,Bunda buatkan sayur bening bayam dan jagung manis buat kamu,biar ngga nek makanya,"
"Iya Bunda makasih ,,"Zara langsung makan tapi nasinya cuman sedikit.
"Sayang,,nasinya yang banyak dong,biar nanti kuat,,"kata Rizki sambil berbisik ke Zara,tapi rupanya Hendra punya telinga yang sangat peka,Hendra mendengar perkataan Rizki.
"Zara sedang hamil muda Ki,,jangan di ajak macam macam dulu,"kata Hendra sambil menatapnya tajam.
"Iya Pah saya tau kok,,Zara saya suruh makan banyak biar fisiknya kuat dan badanya cepat gemuk,,"kilah Rizki.
Selesai makan,Hendra yang curiga dengan Rizki ,lalu mengajaknya masuk ke ruang kerjanya.
"Ki kamu ikut saya dulu ke ruang kerja,sayang kamu istirahat aja dulu sanah di kamar,Papah mau bicara masalah kerjaan dulu dengan Rizki,"kata Hendra pada Rizki dan Hendra.
Keduanya saling pandang,lalu Hendra langsung bangun dari duduknya dan berjalan ke ruang kerjanya.
"Kamu tunggu Abang yah,jangan tidur dulu,"Rizki berbisik pada Zara,sedang Zara hanya mengangguk.
Rizki menyusul Hendra ke dalam ruang kerjanya,sampai di dalam Hendra meminta Rizki membantunya mengecek laporan,padahal besok aja di kantor bisa,tapi rupanya Hendra ingin mengerjai Rizki .
Rizki menurut saja,dan langsung mengerjakanya.sampai tak terasa jam sudah pukul 10 malam,mulut Rizki sudah menguap terus,Hendra yang melihatnya tersenyum tipis.
"Kamu udah ngantuk,sanah pergilah ke kamar,"Rizki lalu mengangguk dan keluar dari ruang kerja Hendra.
Saat buka pintu kamar Rizki langsung kaget melihat Zara yang di atas kasur.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih..