Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Sambel Matah


__ADS_3

Zara terbangun saat mendengar Rizki menerima telfon dari Selfi.


"Siapa Bang yang telfon,,?"sambil memeluk Rizki.


"Temenmu,,si Selfi,,"


"Eemm,,ada apa dia telfon,,?"


"Nanyain kamu kenapa ngga kuliah,,"Zara hanya jawab Oh.


"Masih pusing ngga kepalnya,,"sambil tangan Rizki memegang keningnya.


"Masih,,tapi ngga pusing banget,,"


"Mau Abang pijitin ngga,,?"


"Ngga usah,,tapi Zara laper,,"


"Pengin makan apa,,?"


"Pengin sambel matah ada ngga ya Bang,,"


"Sambal Matah,,,"


"Iya,,Zara pengin yang pedes sama yang seger,,"


"Coba Abang cari di google ,di mana Restoran ada yang jual ,,"


Lalu Rizki mengambil hpnya,dan duduk di kasur sambil bersandar di sandaran kasur,Zara pun ikut duduk sambil memeluk Rizki.


"Ini ada Yang,tapi jauh ,,"


"Kita ke sana aja yuk Bang,,"

__ADS_1


"Jauh loh,,kita ke sana satu jam,,"


"Tapi Zara mau Bang,,"


"Kamu lagi sakit,biar Abang aja yang beli kalau gitu ,,"


"Ngga,,Zara mau ikut,,Zara udah pengin banget,,"Sampai Zara menangis.Ahirnya Rizki yang merasa kasian mengizinkan Zara ikut.


"Ya udah ayo ,,bersiap lah,,""


Zara langsung tersenyum senang,dan bangun untuk menuju kamar mandi,Zara ngga mandi cuman cuci muka dan gosok gigi doang.


Setelah selesai bersiap keduanya langsung turun ke bawah.


"Bang,,kita naik bis aja yah,,"


"Ngga ,kita naik taxsi aja,kamu masih sakit,kalau naik Bis justru makin lama sampainya,"Zara cemberut.


"Mau jadi pergi ngga nih,,?"


Lalu Rizki mencari taxsi,setelah dapat keduanya naik ke dalm taxsi dan menuju di mana rumah makan yang menjual sambal.Matah.


Zara yang merasakan kepalanya pusing menyandarkan kepalanya di pundak Rizki sambil memeluknya.


"Pusing,,?"Zara mengangguk.


"Tidurlah,sebentar lagi sampai kok,,"Zara hanya menjawab dengan deheman aja.


Zara memejamkan mata dan teridur,ahirnya setelah menempuh kurang lebih satu jam mereka berdua sampai di restoran asia.


Keduanya langsung masuk,Zara yang sudah ingin makan terlihat tidak sabar untuk buru buru masuk ke dalam.


Zara memesan sambal matah dan ikan gurameh goreng,Rizki hanya mengikuti apa kemauan Zara,karena bagi Rizki asalkan Zara senang aja.

__ADS_1


Saat makanan sudah matang dan ada di atas meja,Zara memakanya langsung,dan Zara tidak mau pakai nasi,hanya makan daging ikan sama sambalnya saja.


"Pake nasi,,"sambil Rizki mengambilkan nasi ke piring Zara.


"Ngga mau Bang,,"


"Harus,sedikit asal masuk nasi,,"


Zara makan nasinya dengan sedikit sedikit,sedang Rizki.makan cukup habis banyak karena memang Rizki lapar dan makananya enak juga.


"Bang Zara mau beli sambelnya buat di bawa pulang,boleh kan Bang,,?"


"Ya udah beli lah,,"


"Makasih ya Bang,,Zara cinta Abang,,"Rizki tersenyum melihat Zara yang terlihat sangat senang.


Setelah itu mereka berdua keluar dari Restoran selesai makan,Zara dan Rizki lalu berjalan jalansebentar ke sebuah taman,tapi tidak lama karena tiba tiba Zara merasa mual dan ingin muntah.


"Bang kita pulang yah,Zara mual,,pengin muntah,,"sambil menutup mulutnya.


"Kita cari toilet dulu,kamu bisa muntah di toilet,,"Zara hanya mengangguk karena sudah tidak tahan .


Setelah menemukan toilet umum yang ada di taman itu,Zara langsung muntah.Rizki memijit tengkuk Zara,dan semua makanan yang tadi Zara makan keluar semuanya.


Selesai muntah Zara terlihat lemas,Rizki membantu memapah Zara untuk duduk di bangku taman.


Lalu Rizki membeli air minum agar Zara lebih baik.


"Ayo kita pulang,,biar kamu istirahat,"setelah Zara minum.


"Iya Bang,kepala Zara pusing,,"


Rizki dan Zara naik taxsi untuk pulang ke apartemenya,Zara terus saja memeluk Rizki karena setiap memeluk Rizki rasanya nyaman.

__ADS_1


***Jangan lupa like komen dan votenya,trimaksih..


Maaf blm bs up semuanya,soalnya anak baru msk sekolah,dan badan lg kecapean,jd ngga bs kosentrasi buat cerita***..


__ADS_2