Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Berangkat Ke Malaysia


__ADS_3

Bumi dan Selfi juga Ibu sudah naik mobil menuju Bandara,mereka akan pergi ke Malaysia,soal Selfi ternyata Selfi ke esok paginya datang bulan,tapi cuman sedikit cuman ngotorin celana saja,jadi Selfi ngga melakukan tes kehamilan.


Sampai Bandara ketiganya menunggu keberangkatan pesawat,karena jam penerbangan nya masih 15 menit lagi.


Ketiganya lalu duduk menunggu pangilan keberangkatan,Selfi merasa perutnya nek gitu,tapi Selfi menahanya,Selfi fikir karena efek masuk anginnya belum sembuh.


Selfi mencari minyak angin di tasnya,lalu menempelkannya di hidung,juga mengusap perutnya dengan minyak angin itu.


"Sayang kamu sakit,,?"tanya mamah melihat Selfi memakai minyak angin.


"Selfi masuk angin nih Mah,,"


"Udah di kerik belum,,?"


"Belum Mah,,Selfi tapi udah minum obat kok,,"


"Kepalanya Pusing ngga Yang,,"Tanya Bumi.


"Pusing sih Mas,tapi ngga pusing banget,cuman perutnya yang mual,pengin muntah,"


"Bisa tahan ngga,,?kalau ngga bisa tahan kita undur aja dulu kepergian kita,,"


"Bisa lah Mas,kita kan di pesawat ngga lama,masa kita mau pulang lagi sih,,"


"Mas takutnya kamu ngga kuat Yang,,"

__ADS_1


"Kuat kok Mas,,"Bumi lalu mengambil tangan Selfi dan di genggamnya.


"Dek,,kamu dah tau kan kalau Kakek Zara meninggal,,?"tanya Mamah.


"Iya Mah,Adek sudah tau,Abang mengirim pesan semalam,,"


"Oh iya,,Mamah juga di telfon Abang semalam,kasian Zara ya Dek,Kakek yang dari kecil merawatnya telah meninggal,pasti Zara sedih banget,,"


"Iya Mah,,tapi ini kan sudah Takdir dari Tuhan,semoga kak Zara akan cepat mengiklaskanya,"


"Iya,,semoga,,"


Setelah menunggu 15 menit,pangilan penerbangan menuju Malaysia pun terdengar,Bumi menarik koper dengan tangan kirinya,sedang tangan kanannya menggandeng Selfi,Mamah menarik kopernya sendiri,mereka berjalan beriringan.


Hendra dan Dea yang semalam niat mau pulang ke kota sehabis tahlil,semalam tidak jadi pulang karena turun hujan sangat lebat,Doni dan Dian melarangnya dan menyuruh pulang pagi aja.


Sekitar jam 8 Hendra dan Dea bersiap pulang setelah sarapan.


"Sayang,,Oma sama Opa pulang dulu yah,Kia di sini ngga boleh rewel,"Dea menciumi Kia,Kia mengangguk dengan lucunya membuat Dea gemas.


Dea dan Hendra berpamitan kepada semuanya,setelah berpamitan Hendra,Dea dan mba mimin masuk mobil,sedang pak supir sudah ada di dalam mobil.


Mobil pun berangkat dan meninggalkan rumah Dian,saat di perempatan Hendra bilang ke Dea.


"Yang kamu ngga ingin nengok rumah kamu,?"tanya Hendra.

__ADS_1


"Pengin sih Mas,tapi kan dari sini jauh ,sekitar satu jam,"


"Ya ngga papa kalau kamu mau lihat,kita lihat yuk Yang,sudah 3 tahunan kan kita ngga melihatnya,"Dea mengangguk.


Hendra lalu menyuruh pak supir untuk pergi kerumah Dea.


Zara ,Dian dan Doni pergi ke pemakaman kakek setelah Hendra dan Dea pergi,Rizki ngga ikut karena menjaga Kia,Rizki di temani Firli dan Aditiya.


"Dit,,kamu kelas berapa sekarang,?"tanya Rizki pada Aditiya,sedang Kia sedang bermain dengan Firli.


"Kelas 12 kak,,"


"Bentar lagi lulus Dong,"Aditiya jawab Iya.


"Kamu mau kuliah jurusan apa Dit,,"


"Adit ingin jurusan tataboga Kaka,Adit ingin jadi chef ,Adit ingin meneruskan usaha Bunda dan Ayah,"


"Oh gitu,ya tapi bagus sih jadi chef juga,sekolah yang benar,jadilah kebanggaan orang tua,biar nanti jadi orang yang sukses,"


"Iya kak,"


Lalu suara mobil datang,dan ternyata Zara,Dian dan Doni sudah pulang dari makam Kakek.


jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...

__ADS_1


__ADS_2