
Sudah lewat dari tanggal perkiraan Dokter anak Zara belum lahir juga, sekarang sudah lewat 3 hari tapi Zara belum saja merasakan mules.
Rizki melihat Zara yang sudah tidak nyaman kalau tidur dan jalan merasa kasihan,Zara cepat nggap dan cepat cape,kalau tidur juga Zara sedikit duduk sambil bersandar di sandaran ranjang.
Rizki di kantor tidak sengaja iseng melihat Mbah google,Rizki mencari tau tentang Zara yang belum lahiran juga ,padahal tanggal perkiraan Dokter sudah lewat.
Rizki lalu membacanya ,ternyata memang kadang bisa maju kadang juga bisa mundur dari tanggal perkiraan Dokter.
Ada artikel juga yang mengatakan untuk yang Ayah menengoknya,agar jalan bayi terbuka.
"Bisa di coba nih artikel nanti,Lagian Aku sudah seminggu lebih kayanya ngga nengok anaku,"Kata Rizki bicara sendiri.
Lalu hpnya berbunyi tanda pangilan,ternyata dari Hendra.
"Kamu di mana,ayo pulang,,"
"Iya Pah,,saya ke situ,"Rizki lalu merapikan mejanya,dan bersiap untuk pulang.
Hendra keluar dari ruanganya,dan Rizki juga keluar dari ruanganya,keduanya lalu menuju lif untuk turun.
"Lebih baik Zara kamu bawa ke Dokter Ki,biar di periksa kenapa belum lahiran juga,"kata Hendra saat di dalam lif.
"Ya Pah,,besok Saya ajak ke Dokter,"
"Kenapa ngga nanti malam aja,?"
"Besok Aja Pah,soalnya saya tadi baca artikel cara untuk cepat lahiran,"
"Gimana caranya,?"
"Papah ngga usah tau,tapi lihat besok aca,lihat cara yang tadi saya baca bener ngga,kalau ngga bener berarti besok saya bawa Zara ke Dokter,"
__ADS_1
"Awas yah kalau cara kamu macam macam,dan nyakitin Zara,"
"Tenang Pah,,ngga bahaya kok caranya,"keduanya lalu keluar dari lif dan menuju mobil.
Setelah sampai rumah Rizki melihat Zara yang sedang duduk di meja makan,Zara sedang makan puding,sedang Hendra langsung masuk ke kamarnya karena melihat Dea baru saja masuk ke kamar.
"Sayang,,kamu makan apa,?"tanya Rizki.
"Makan puding coklat Bang,Abang mau coba,aaa,,ini enak loh buatan Bunda,"sambil menyodorkan sendok pada mulut Rizki,Rizki lalu membuka mulutnya.
"Gimana,,enak,,?"
"Enak,,kita bawa ke kamar yuk Yang,terus tambahin lagi pudingnya,"Zara lalu mengambil lagi pudingnya,dan di masukin ke mangkuk,lalu Rizki yang membawanya.
Sampai kamar Rizki lalu ke kamar mandi,karena merasa gerah ingin mandi,selesai mandi Rizki lalu bicara pada Zara tentang artikel yang di bacanya.
"Kalau cara ini ngga bikin kamu melahirkan juga,besok kita ke Dokter,gimana,,"
"Takut kenapa,?"
"Soalnya Zara rasa kepala Dede sudah di bawah banget,takutnya kena adiknya Abang,"
"Abang akan pelan melakukanya,,kita coba yuk Yang,,"
"Ya kan bisa nanti malam ,masa sekarang,,"
"Sekarang coba dulu,kalau enak nanti malam kita lakukan lagi,,"
"Tapi,,"
"Udah ngga usah tapi tapian,,"Rizki lalu menuju pintu dan mengunci pintunya.
__ADS_1
Rizki membantu Zara membuka baju dasternya,lalu menarik kain segi tiganya juga.
Setelah Itu Rizki menyuruh Zara tiduran , Rizki berdiri di lantai,lalu Zara separo badanya di kasur sedang kakinya di letakan di pundak Rizki.
Rizki membuka celananya saja,dan Adiknya sudah berdiri,lalu menggesek gesekan adiknya di inti tubuh Zara.
Zara udah merasa ke enakan,sambil menggigit bibirnya dan matanya merem melek,karena rasa geli dan nikmat.
Setelah basah Rizki dengan pelan memasukan miliknya,dan mendorongnya dengan pelan.
Rizki hanya memasukannya setengah,lalu memaju mundurkan pinggulnya secara pelan.
"Abang,,,aaahhh,,,"
"Sakit ngga Yang,,"
"Ng,,,ngga,,,aahh,,"
"Ini enak banget yang rasanya hangat,,"
Rizki terus menggerakkan ya,mereka tidak ganti posisi,karena posisi itu sudah sangat nyaman dan enak.
"Ayo Bang,,,terus bang,,,"
"Iya,,,sayang,,,,eeemmm,,,enaknyaa,,oohh,,,"
Tidak lama Rizki sudah merasakan seperti adiknya berkedut,dan tidak lama Rizki memasukan miliknya kedalam dan menekan kedalam.
Rizki tidak mengherankan pinggulnya,sengaja karena takut Zara sakit,ahirnya tumpah di dalam rahim Zara,Rizki hanya berteriak saja.
"Aaaahhhhgggg,,,,,,,"
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...