
Rizki Memijit Zara dari kaki,tangan dan pundaknya,sedang di pinggang Rizki hanya mengusap usapnya.
Memang semakin mendekati lahiran,Zara sering merasa capek,dan tidak kali ini saja Rizki memijit badan Zara,tapi hampir tiap malam Rizki melakukanya.
"Sayang,,Abang mau makan malam dulu yah,"
"Iya,,Abang makan Sanah,,"
Rizki lalu menyelimuti kaki Zara,setelah itu Rizki keluar dari kamar.
"Zara mana,kenapa ngga di ajak makan sekalian,,?"tanya Hendra pada Rizki saat Rizki ke meja makan sendirian.
"Zara tadi sudah makan Pah,katanya badanya pada sakit karena kecapean,jadi Saya udah ambilkan makan duluan,"Sambil Rizki duduk.
"Kalian mau tidur di sini apa pulang,?"tanya Dea.
"Mau nginap di sini Bun,,"
"Oh iya,,biar Zara istirahat,,apa perlu di panggil tukang pijit buat Zara Ki,,?"
"Ngga usah Bun,tadi Saya udah pijitin Zara kok,"
Lalu mereka semuanya makan bersama,selesai makan Rizki akan ke kamar,tapi Hendra memanggilnya.
"Ki kita main catur yuk,,"
"Maaf Pah,,Saya capek banget tanganya,tadi habis mijitin Zara,lain kali aja ya Pah,"
"Ya Elah cuman mijitin bentar aja capek,"
"Kata siapa bentar Pah,satu jaman loh Saya mijitinnya,"
"Ya udah ya Pah Saya ke kamar dulu,mau nemenin Zara,"
"Hemmm,"Hendra hanya berdehem saja sebagai jawaban.
__ADS_1
Rizki lalu masuk ke kamar,saat masuk ke kamar Rizki melihat Zara yang sudah tidur dengan nyenyaknya.
"Yah,,malah tidur,,apes deh,,"
Rizki lalu duduk di sofa,lalu Rizki menelfon mamahnya.
Selesai telfon mamahnya,Rizki memutuskan ikut tidur di samping Zara.
Rizki ngga mau mengganggu Zara yang sedang tidur,karena Zara kalau sudah bangun suka susah tidur lagi,makanya Rizki lebih baik menahan rasa pusing di kepalanya.
Jam 4 pagi Zara terbangun karena pengin pipis,saat Zara turun dari ranjang,Rizki merasakan pergerakan kasur lalu ikut membuka matanya.
"Mau kemana,,?"tanya Rizki pada Zara.
"Mau pipis Bang,,"
"Hati hati yah,,"Zara menjawab iya.
Rizki melihat jam dan ternyata sudah jam 4 pagi,Rizki lalu duduk dan mengambil minum karena merasa haus.
Zara keluar dari kamar mandi,dan ikut minum juga.
"Udah,,kakinya udah ngga pegal lagi,"sambil naik ke kasur.
"Yang,,Semalam kan gagal,sekarang yuk,,"
"Tapi Zara dingin Bang,,"
"Abang juga dingin,kita bikin suhu badan kita panas ,gimana,,yah,,mau yah,,"sambil Rizki mengusap perut Zara.
Zara ahirnya mengangguk karena kasihan pada Rizki,Rizki sudah terlihat sangat menginginkannya.
Rizki terlihat senang dan.langsung melepaskan baju dan celana yang dia pakai,milik Rizki sudah berdiri dengan tegak.
Zara yang melihat milik Rizki tersenyum,karena lampu di nyalakan jadi milik Rizki terlihat jelas.
__ADS_1
Rizki melepaskan daster yang Zara pake,dan Rizki lalu mengusap usap perut Zara yang sudah besar.
"Anak Papah yang anteng yah,Papah mau nengokin Dede dulu,"kata Rizki bicara pada anaknya sambil terus mengusap usap perut Zara.
Lalu Rizki juga menciumi perut Zara juga,karena dedenya ternyata bergerak berak.
Setelah dedenya lebih tenang,Rizki langsung melakukan aksinya.
Rizki menciumi Zara dari pipi lalu ke lehernya,dan turun ke dada,karena Zara sudah hamil 8 bulan,Rizki tidak meny#edot dada Zara,Rizki hanya menciuminya saja.
Ciuman Rizki turun ke bawah lagi melewati perut dan langsung ke inti tubuh Zara.
Di inti tubuh Zara,Rizki menciuminya juga meny#edotntinya cukup lama,Zara sampai mengeram kenikmatan.
"Abang,,oohh,,ini enak Bang,,oohh,,ayo terus bangg,,"Zara merasakan kenikmatan,dan mulutnya tidak berhenti mengeluarkan suara.
Dari mulut Rizki hanya terdengar suara bibir Rizki yang sedang sibuk meny#edoti inti tubuh Zara.
"Bangg,,,aahh,,,Zara mau keluar,,"
"Iya sayang keluarin ,,"Jawab Rizki .
Akhirnya Zara melakukan pelepasan,dengan berteriak sambil tanganya menjambak rambut Rizki.
Zara terkapar lemas setelah selesai pelepasan,Rizki lalu menggeser badan Zara,Rizki berdiri di lantai,kedua kaki Zara di letakan di pundak Rizki,bok#ong ke atas ada di atas kasur.
Bumi lalu memasukan miliknya,setelah masuk semuanya,Rizki mengerakan pingganya dengan cukup cepat.
Zara hanya bisa mengerakan kepalanya ke kanan dan ke kiri,sambil menikmati rasa nikmat yang datang lagi.
20 menit kemudian akhirnya Rizki sudah ada tanda akan menembakan laharnya ke dalam rahim Zara dengan keduanya teriak bersama dulu.
"Sayanggg,,,,aaahhhgggg,,ini nikmat sayang,"
"Eemm,,aahh,,Masa aahh,,,Masa,,"
__ADS_1
"Aaaaahhhhgggghh,,,,"kepala Rizki sampai di tarik ke belakang karena rasa nikmat datang.
Jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...