
Rizki membuka pintu dan melihat Zara yang sedang menangis.
"Sayang,,kamu kenapa,,?"sambil mendekati Zara.
"Abangg,,,huhuuu,,,Zara perutnya sakit,,dan muntah terus Bang,,huhuu,,,Zara ngga mau.di tinggal,,"sambil memeluk Rizki.
"Iya sayang,Abang ngga ninggalin lagi,udah jangan nangis,,kita ke dokter aja yuk,,"
"Zara lemas Bang,,huekkkk,,,hueekkk,,"Zara muntah di baju Rizki,Rizki tidak marah tapi memijit leher belakang Zara.
"Kita ke.kamar mandi yuk,,"Rizki.mengajak Zara ke kamar.mandi,muntahan Zara hanya ludah ,karena Zara dari tadi sudah muntah terus,Rizki.melepaskan baju yang terkena muntahan Zara,lalu membantu Zara mengusap mulutnya dengan air,setelah itu Rizki menggendong Zara ke kamar dan menidurkanya di kasur.
Rizki lalu membantu Zara ganti baju,setelah Zara ganti baju Rizki juga ganti.Rizki.menggendong Zara untuk di bawanya ke rumah sakit.
"Bang,,Zara jalan aja,Zara malu,,"
"Sudah diam lah,,"kata Rizki .
Sampai di lif Zara baru di turunkan karena Zara terus saja meminta di turunkan.
Rizki selalu merangkul Zara dengan posesif.
__ADS_1
Sampai di rumah sakit Rizki yang mendaftar ,sedang Zara duduk karena merasa lemas.
Rizki dan Zara menunggu pangilan ,dan mereka menunggu cukup lama,Zara menyandarkan kepalanya di pundak Rizki karena merasa pusing dan lemas.
Ahirnya setelah setengah jam Zara dan Rizki masuk ke dalam ruangan Dokter,Dokter bertanya apa saja keluahan Zara.
Setelah Dokter mendengar apa yang di keluhkan Zara ,Dokter pun memeriksa Zara dan Zara di suruh untuk tiduran di ranjang pasien.
"Kapan nona terahir datang bulan,,?"Zara lalu mengingatnya.
"Eemmm,,sudah dua bulan ini saya ngga dapat Dok,terahir dapat bulan maret tangal 15 Dok,,"Dokter lalu mengangguk.
"Sepertinya Nona hamil,,"Rizki dan Zara langsung saling tatap dan kaget.
Zara dan Rizki.masih saling diam,karena mereka berdua bingung dengan semuanya.
Rizki dan Zara lalu.mendaftar di Dokter kandungan,tidak lama mereka menunggu ahirnya di panggil oleh Dokter.Zara lalu melakukan pemeriksaan dan langsung USG.
"Selamat ya Tuan dan Nona,hasilnya positif hamil,,"Zara hanya diam saja tidak ada ekspresi senang atau sedih karena Zara.merasa kaget.
Saat Dokter menjelaskan tentang apa saja yang boleh dan tidak boleh di.lakukan orang hamil,Zara masih tetap diam,hanya Rizki yang masih mendengarkan Dokter bicara.
__ADS_1
"Maaf Dok saya mau tanya ,"
"Oh iya silakan Tuan,,apa yang ingin ada tanyakan,,?"
"Saya selalu memakai pengaman setiap berhubungan,tapi kenapa istri saya bisa hamil yah Dok,,"
"Apa mungkin Tuan pernah lupa,atau pengaman yang bapa pakai itu bocor,,"
"Sepertinya tidak Dok,,karena saya selalu.melihatnya,,"
"Oh gitu yah,karena kalau Istri bapa sangat subur kandunganya walau setetes pun bisa jadi hamil,,"
"Mungkin pemeriksaan Dokter salah,apa bisa di periksa lagi,"Dokter tersenyum.
"Ini sudah sangat akurat Tuan pemeriksaanya,dan sudah di pastikan istri Tuan hamil,apa bapa tidak senang dengan kehamilan istri bapa,,?maaf kalau saya lancang,,"
Zara melihat ke Rizki,karena Rizki seperti tidak percaya kalau Zara hamil.
"Saya senang kalau istri saya hamil,cuman saya seperti tidak percaya karena saya selalu pakai pengaman tapi kenapa istri saya hamil,"Zara langsung membulatkan matanya saat mendengar perkataan Rizki.
"Apa Abang menuduh Zara hamil dengan orang lain,Apa Abang Fikir Zara wanita murahan,,tega kamu Bang,,"Zara langsung marah saat dengar perkataan Rizki.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votrnya,trimakasih..