Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Selfi Pergi Tidak Pamit Pada Bumi


__ADS_3

Bumi sudah masuk ruang rawat,tadi Dokter bilang pada Selfi kalau paru paru Bumi kambuh dan membuatnya kesusahan bernafas.


Selfi menemani Bumi yang belum bangun karena pengaruh obat.Selfi sudah kirim ke.Mamah Bumi di mana ruangan Bumi di rawat.


Tidak lama Mamah pun datang dan langsung masuk ke dalam.


"Sel,,gimana keadaan Bumi,,?"


"Bumi masih tidur Tan karena pwngaruh obat,tadi kata Dokter paru paru Bumi kambuh,makanya Bumi tadi nafasnya sesak,,"


"Ya Tuhan,,kamu kenapa sayang,padahal sudah.lama sekali ngga kambuh loh,apa kamu ngga minum obatnya,,"sambil berdiri di samping Bumi yang masih tidur.


"Apa Bumi punya riwayat sakit paru paru Tan,,?"


"Iya punya,tapi sudah lebih 5 tahun ngga lambuh,kenapa sekarang kambuh,,"


Selfi langsung merasa ngga enak,karena selfi takut kau dirinya lah yang menyebabkan penyakit Bumi kambuh.


Tidak lama Bumi membuka matanya,dan melihat ada Mamahnya dan juga ada Selfi.


"Sayangg,,"kata Mamah sambil mengusap keningnya.Bumi tersenyum.


"Adek ngga papa Mah,,jangan sedih gitu,"


"Ngga papa gimana,orang sampai di rawat gini kok,"


"Maaf ya Mah,Adik jadi buat Mamah kuatir,"


"Ngga papa sayang,pasti Adek juga ngga mau kaya gini kan,"


"Maaf tan,,Selfi mau balik dulu yah,soalnya Selfi masih kerja,dan tas juga masih ada di tempat kerja,,"

__ADS_1


"Oh gitu,ya udah tante ucapin banyak trimakasih yah karena sudah bawa Bumi kesini,"


"Iya Tan,,"Selfi lalu keluar dan tanpa berpamitan pada Bumi.itu membuat Mamah merasa heran.


"Dek,,kamu sama Selfi lagi marahan yah,?"


"Marahan,,ngga kok,Adek sama Selfi ngga lagi berantem,"


"Kok tadi Selfi pulang ngga pamitan ke Adrk,kan aneh,,kalian beneran pacaran kan,?"


"Ya bener lah Mah,Masa bohongan,mungkin Selfi malu ada Mamah,tadi Selfi hanya senyum doang samaAdek ,"


"Ya sukurlah kalau gitu,"


Sedang di jakarta,Zara sudah lebih baik dan besok sudah boleh pulang,tapi rasa mualnya masih ada cuman ngga sering.


"Ini sudah malam,tidur gih,"kata Rizki pada Zara.


"Tapi ini udah malam Sayang,coba matanya di pejamkan,"


"Tetep ngga mau,Zara penginya tidur sambil di peluk Abang,,"


"Tapi ini ranjangnya kecil mana muat,"


"Muat kok,ini kan lebar,,"Zara sambil menggeser badanya dan miring.


"Abang coba deh sinih tiduran,Zara mau tidur sambil di peluk,,"


Ahirnya Rizki naik ke ranjang,dan mereka saling hadap,lalu Rizki.memgusap punggung Zara,agar Zara tidur.


Zara ahirnya tidur setelah Rizki cukup lama mengusap punggungnya.

__ADS_1


Karena takut Zara sempit dan ngga nyaman,Rizki turun dari ranjang dengan pelan,setelah turun Rizki membenarkan selimutnya.


Rizki menuju sofa ,lalu Rizki pun tertidur,pagi harinya Zara bangun karena merasa perutnya mual.


Zara melihat Rizki yang tertidur di sofa dengan nyenyaknya,Zara lalu mbangunkan Rizki untuk membantunya kekamar mandi.


Tapi Rizki tidak bangun juga,untung ada suster yang datang karena mau mengecek keadaan Zara.


"Sus bantu Saya ke kamar mandi yah,Saya mual,,"


"Apa Ibu kuat jalan menuju kamar mandinya,?"


"Kuat kok Sus,,"Suster membantu Zara turun dari Ranjang,setelah itu Zara berjalan pelan,sedang suster mendorong tiang infus.


Rizki bangun saat mendengar suara tiang Infuan.


"Sayangg,,kamu kenapa,,?"


"Zara ngga papa kok Bang,cuman Zara mual pengin muntah,"


"Oh gitu,ya udah sama Abang aja,sus trimakasih udah bantu istri saya,biar saya aja,suster takutnya sedang mau cek pasien yang lainya lagi,,"


"Oh iya pak,,saya permisi,,"susterpun keluar,Zara masuk kamar mandi dan langsung muntah,Rizki memijit tengkuk leher belakangnya,sambil mengusap usapnya juga.


Setelah selesai muntah,Rizki lalu mengusap bibir Zara dan wajahnya juga.


"Bang Zara mau pipis,,"


Rizki lalu melepaskan celana Zara,rizki melihat inti tubuh Zara langsung merasa aliran darahnya terhenti.


"Ya Tuhan,,ini godaan,,,"kata Rizki dalam hatinya.

__ADS_1


Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2