
Zara dan Rizki tidak tau kalau Dinda akan datang ke rumahnya untuk memeriksa Zara.sekitar jam 7 mlm Dinda datang bersama suami dan kedua anak kembarnya.
Keluarga Hendra sedang makan malam bersama,saat Dinda dan keluarganya datang,Zara melihat ke Rizki,Rizki mengangguk pelan,mengisaratkan tidak apa apa.
"Hai Bi,,Hai Zara,,hai semua,,"sapa Dinda.semuanya menjawabnya.
"Ayo ikut makan Din,,"
"Kita semua udah pada makan Bi,,"
"Ya udah kalian ikut duduk aja gih,"kata Dea.
Sedang si kembar langsung mengajak Fatiya dan Faiza untuk ke kamarnya,Devan dan Vano mau pamer sesuatu katanya.
"Makanya sudah habis,,?"tanya Hendra saat kedua putranya bangun dari duduknya.
"Sudah Pah,,ayo Fatiya Faiza ikut kita ke kamar,,"Fatiya dan Faiza lalu menjawab Iya dan mengikuti Devan dan Vano.
"Zara sedang sakit,,?"tanya Dinda.
"Iya Kak,,tapi udah lebih baik sih,"
"Makanya harus di jaga,tuh kenapa ngga makan nasi,kok makanya cuman sup aja,"
"Zara lagi pengin kuah kuah Kak,"
"Oh gitu,,"Zara mengangguk.
Mereka selesai Makan,Hendra ,Agung dan Rizki mengobrol di ruang keluarga.sedang Dea,Zara dan Dea masuk ke kamar Zara.
"Kak,,Zara ngga usah di periksa yah,Zara sehat kok,,"
__ADS_1
"Tapi Papah kamu suruh kaka datang kesini buat periksa kamu loh,kalau kaka ngga jadi periksa kamu nanti kaka jadi ngga dapat uang bayaran dari papah kamu,udah di periksa aja kok ngga sakit ini,,"Dinda sambil tersenyum juga sambil membuka tasnya untuk mengambil alat periksa.
"Bun,,Zara ngga mau di periksa,,"Sambil bicaranya sedikit melau.dan duduk di pinggir kasur.
"Kenapa ngga mau sayang,kan cuma di periksa,,ada apa katakan pada Bunda,?"Zara menunduk.
Dinda juga ikut duduk di sebelah Zara,keduanya mengusap punggung Zara dan meminta Zara untuk cerita.
"Zara hamil Bun,Kak,,"sambil menunduk dan menangis.
"Kenapa kok nangis ,bukanya ini adalah anugrah dari Tuhan,,kamu kan udah nikah jadi kenapa seperti takut kitu,?"kata Dinda.
"Jangan menangis dan jangan takut,Bunda akan bicara sama Papah nanti,"
"Kenpa emangnya Bi kalau Zara hamil,?
"Mas Hendra ngga mau kalau Zara hamil dulu,penginya Mas Hendra Zara lulus kuliah dulu baru hamil,"
"Abang selalu pake pengaman Kak,cuman waktu pertama kita melakukanya Abang lupa pake pengaman Kak,,"
"Tapi sudah di periksa belum di singapur,,?"
"Sudah kak,,Zara sudah periksa dua kali malah,"
"Zara takut Bun,,pasti Papah nanti marah sama Abang,Zara ngga mau Papah sakitin Abang Bun,tolong bilang sama Papah ya Bun,,"Zara menangis dan memegang tangan Dea,Dea lalu memeluk Zara.
"Iya,,Nanti Bunda akan bilang sama Papah,udah jangan menangis,ngga baik sedang hamil kebanyakan menangis,,"Zara mengangguk.
"Coba kaka periksa aja bentar yah,mau kan,,"Zara mengangguk.
Lalu Zara di suruh rebahan,dan Dinda memeriksa Zara.
__ADS_1
"Dek kehamilanmu sangat lemah ,kamu jangan terlalu banyak fikiran dan makan juga harus di jaga,kamu harus makan biar kondisi kamu tidak lemah begini,"
Dinda selesai memeriksa,Dinda lalu berpesan pada Dea untuk memperhatikan Zara.
"Bi,,Zara sangat lemah,mungkin dia banyak fikiran,buat dia rileks,ngga baik buat kandunganya,,bisa keguguran kalau tetap lemah seperti ini,,"
"Iya Bibi akan lebih perhatikan Zara lagi,"
Dinda dan Dea lalu keluar,dan Zara di suruh untuk tetap istirahat di kamar saja.
"Gimana Zara Sayang,?"tanya Hendra pada Dea saat Dea sudah duduk di sampingnya.
"Cuman kecapean kok Mas,,"Hendra mengangguk.
Rizki lalu izin untuk ke kamar duluan,karena mau menemani Zara.
"Sayang,,,"kata Rizki yang langsung mendekati Zara.
"Abangg,,,"Zara langsung bangun dan memeluk Rizki.
"Semua akan baik baik saja,jangan menangis,"
"Kata kaka kandungan Zara lemah kak,Zara takut,,"Zara pun menangis lagi.
"Sudah jangan nangis,kamu terlalu banyak fikiran sayang,"Rizki mengusap air mata Zara.
Zara lalu merasa mual dan ingin mutah,Rizki.lalu membantu Zara menuju kamar mandi untuk muntah.
Wekkk,,,,Wekkkk,,,,
Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1