
Malam harinya Zara tidak mau makan di meja makan,karena Zara merasa pinggangnya merasa pegal dan perutnya juga kadang merasa sakit,tapi nanti hilang lagi rasa sakit itu.
Membuat Zara malas keluar dari kamar,Zara tidak bilang ke Rizki tentang rasa sakit itu,Rizki yang mengambilkan makanan untuk Zara makan malam.
"Zara nya mana,kenapa kamu keluar sendirian,?"tanya Hendra pada Rizki.
"Zara katanya lagi ngap Pah,jadi mau makan di kamar aja,"sambil mengambil piring.
"Makanya kamu bawa Zara ke Dokter,"
"Iya Pah besok Saya bawa Zara ke Dokter,"
"Ya udah Sanah bawa makanan nya buat Zara,jangan lupa su#su nya,"kata Bunda.
"Iya Bun,,nanti Saya bikinkan,"
Rizki mengantar makanan ke kamar,lalu akan keluar lagi.
"Abang mau ke mana,,?"tanya Zara saat melihat Rizki mau keluar dari.kamar.
"Mau ke dapur buatin su#su buat kamu,"
"Ngga usah,Abang ngga usah keluar lagi,siapin Zara aja,"
"Tapi Abang bikin su#su buat kamu dulu,nanti Abang siapin makanya,"
"Ngga usah,,Zara ngga mau su#su,sinih Abang ngga usah keluar,"Rizki menurut lalu duduk di pinggir kasur.
__ADS_1
Rizki menyuapi Zara dengan pelan,Rizki melihat Zara seperti menahan sakit .
"Sayang kamu kenapa,ada yang sakit,,?"tanya Rizki.
"Ngga,,ini Dede gerak,,"Rizki lalu mengusap perut Zara.
"Udah Bang makanya,perut Zara ngga enak",Zara baru makan tiga suap.
"Sayang,tapi kamu baru 3 suap,"
"Tapi ngga enak,,udah ah,,Abang yang habisin aja yah,,"
Rizki menurut dan tidak memaksa Zara untuk makan lagi,dan Rizki lalu menghabiskan makananya,Zara lalu bangun dan berjalan mondar mandir sambil mengusap perutnya.
"Sayang kamu ngga papa kan,apa ada yang sakit,?"
Rizki selesai makan,lalu membawa piring kotor ke dapur,Rizki sekalian membuat su#su hangat.
"Ini minum dulu sayang,"Zara lalu minum.
Jam sudah menujukan pukul 9,Rizki Memijit kedua Kaki Zara,setelah memijit kaki Rizki mengusap punggungnya dan perutnya.
Zara memejamkan matanya ,setelah Zara tidur Rizki menghentikan pijatanya dan ikut tidur,Rizki ngga lagi minta untuk membuka jalan untuk anaknya lahar,karena melihat Zara yang tidur pulas juga sudah bersyukur.
Zara akhir akhir ini susah tidur,jadi saat Zara sudah tidur Rizki pun membiarkan nya.
Rizki ikut tidur di samping Zara,dan Rizki pun tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
Zara terbangun karena perutnya merasa sakit lagi,lalu Zara berdiri dan berjalan mondar mandir di kamarnya sambil menahan sakit di perutnya.
Zara tidak membangunkan Rizki karena kasihan,Rizki juga pasti capek seharian ini.
Rasa sakit di perut Zara makin sering,tapi Zara tetap tidak membangunkan Rizki.
"Sayang,,sayang sudah ingin ketemu Mamah sama Papah yah,,sayang lagi cari jalan yah,,"sambil mengusap perutnya Zara bicara.
Dari jam 12 malam Zara bangun,sampai jam 4 pagi ngga bisa tidur lagi,karena sakitnya makin sering.
Zara merasa haus,lalu keluar dari kamar dan menuju dapur,Zara mengambil minum.
Rizki bangun dan tidak melihat Zara di kasur,lalu Rizki mencari ke kamar mandi tapi ngga ada juga.
Rizki lalu keluar kamar dan mencari Zara,Rizki melihat lampu dapur menyala,lalu Rizki menuju dapur.
"Sayang,,kamu lagi ngapain,,?"Rizki melihat Zara yang sedang duduk di bangku sambil menahan sakit.
"Sayang,,kamu kenapa?apa sakit,,,?"
"Sseeettt,,perut Zara sakit Bang,,"memegangi perutnya dan menggigit bibirnya.
"Kita ke Dokter yuk sekarang,,"
Rizki membantu Zara untuk bangun dari duduknya,saat Zara berdiri air keluar dari inti tubuh Zara kaya orang pipis.
"Bang,,,Zara ngga pengin pipis,tapi kenapa Zara kaya orang pipis gini,,"Rizki melihat Zara seperti itu langsung bingung.
__ADS_1
Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih...