Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Dea Memberi Tau Hendra Kalau Zara Hamil


__ADS_3

Dinda dan suami juga anak anaknya pulang dari rumah Hemdra karean sudah malam.Lalu Hendra dan Dea masuk ke kamar untuk istirahat.


Dea dan Hendra ganti baju,setelah keduanya ganti baju mereka naik ke kasur,Dea dan" Hendra saling peluk.


"Mas,,kamu sayang ke pada anak anak kamu.kan,,?"


"Ya pasti sayang lah Yang,kan mereka anak anak Mas,,"


"Kalau Mas sayang pada anak Mas,kalau diantara mereka ada yang bikin kecewa sama Mas,apa yang Mas akan lakukan padanya,"


"Ya Mas tanya kenapa dia bikin Mas kecewa,pasti setiap masalah ada sebabnya kan,"Dea mengangguk.


"Siapa yang bikin masalah,Abang atau adek,?"


"Mereka ngga ada yang buat masalah kok Mas,"


"Trus kenapa bertanya seperti itu,ayo katakan siapa yang bikin masalah,,"sambil menciumi pipi Dea.


"Mas apa arti anak buat Mas,,"


"Anak ya anugrah dari Tuhan,dan rezeki yang Tuhan kasih untuk kita,"


"Apa kamu hamil lagi Yang,,?"


"Ngga,,tapi,,"kata Dea berhenti.

__ADS_1


"Tapi apa,,?"


"Zara yang sedang hamil,,"


"Apaa,,,,!!!"


Hendra langsung bangun dan akan keluar dari kamar,tapi Dea langsung menghalanginya.


"Mas kamu mau kemana,,?"


"Mas mau hajar Rizki ,,,!!"


"Tunggu,,Mas lagi emosi,jangan bertindak gegabah,,"sambil menghalangi Hendra agar tidak keluar dari kamar.


"Jangan halangi Mas,Mas mau hajar Rizki,dia sudah berjanji untuk tidak menghamili Zara dulu,tapi kenapa sekarang Zara hamil,berarti Rizki yang berengsek kan,,dia tidak menepati janjinya,,Mas akan hajar dia,,"


"Mas,, Zara dan Rizki juga maunya gitu,mereka juga belum mau Zara hamil dulu,tapi Tuhan berkata lain,mereka sudah di beri kepercayaan untuk memiliki momongan ,jadi Mas jangan emosi dan.marah,semua sudah terjadi,ngga mungkin kan Mas menuruh Zara untuk menggugurkan kandunganya,itu dosa dan banyak orang di luar sana yang menginginkan keturunan ,tapi mereka tidak juga di beri kepercayaan oleh Tuhan,sedang Zara sudah di beri kepercayaan itu,berarti Tuhan menyayangi Zara dan percaya pada Zara kalau dia mampu untuk menjadi seorang ibu,jadi Mas jangan emosi dan menyakiti Rizki,karena Zara pasti akan sedih,Dinda tadi bilang kandungan Zara sangat lemah,kemungkinan karena Zara kepikiran tentang kamu yang akan marah padanya dan pada Rizki,,"Hendra diam.


"Mas tidak akan marah,Mas hanya ingin melihat Zara,,"sambil bangun dari duduknya,Dea mengikuti Hendra ke kamar Zara.


Hendra langsung membuka kamar Zara,dan saat Hendra membuka pintu ,Hendra melihat Zara dan Rizki yang baru keluar dari kamar mandi.


Zara sedang di papah Rizki,mereka berdua terlihat kaget,melihat Hendra masuk secara tiba tiba.


Zara terlihat lemas dan pucat,apa lagi saat melihat Hendra masuk ke kamarnya.

__ADS_1


"Kenapa kamu sayang,,"Hendra sambil mendekati Zara.


"Pahhh,,,"Zara terlihat takut dan memegang Rizki dengan kencang.


"Sinih,,,papah pengin peluk kamu sayang,,"Zara melihat ke arah Rizki dan Rizki mengangguk.


Zara mendekat ke Hendra dan Hendra langsung memeluk Zara.


"Papah ngga marah sayang,,jangan takut,"sambil mencium kening Zara.


"Maaf Pah,,Zara buat Papah kecewa,,"Zara sampai mengeluarkan air mata.


"Ngga,,kamu ngga salah,,sudah jangan menangis,"


Hendra lalu mengusap air mata Zara,dan tersenyum tipis.


"Ya sudah Zara istirahat yah,Papah ke kamar dulu,,"Zara mengangguk.


Sebelum Hendra keluar dari.kamar Zara,mata Hendra melirik tajam ke arah Rizki,tanpa Zara tau,sedang Rizki melihatnya hanya diam.


Dea dan Hendra lalu keluar dan menuju ke kamarnya.


Malam harinya Hendra tidak bisa tidur ,sedang Dea sudah tidur dengan nyenyaknya.Hendra duduk di sofa sambil melamun.


Rizki pun sama belum bisa tidur,karena menemani Zara yang masih sering merasa mual.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan votenya,trimakasih...


__ADS_2