
Dea sedang bicara dengan Hendra di kamarnya,Dea pun bicara dengan sangat lembut juga memberikan Hendra pengertian.
"Tapi Mas takut Zara kenapa kenapa di sana,Zara masih sangat muda,takut pikiranya masih labil,dan ngga ada yang menasehati atau mengajaknya bicara,kalau di sini ada kamu yang mengajaknya mengobrol,"
"Mas,,Rizki pasti bisa menjaga Zara dan soal teman ngobrol kan Dea bisa menelfon Zara,nanti Dea sering menelfonya,biarkan Zara ikut Rizki,dia suaminya,semua istri pasti akan ikut kemana suami pergi dan mengajaknya,Kita sebagai orang tua hanya bisa mendukung dan mendoakanya,"
"Rizki orang baik dan bertanggung jawab kok Mas,dan sangat mencintai Zara,pasti Zara akan bahagia,percaya lah mas semuanya pasti akan baik baik saja dan Zara akan bahagia,"
Hendra membuang nafas kasar,"Kita tanyakan ke Zara lagi besok,sekarang sudah lama ,kita tidur yuk,,"Dea menjawab Iya.
Pagi harinya semua mau sarapan,Rizki dan Zara sudah ada di meja makan duluan,Rizki yang menyiapkan sarapan buat Zara.
"Jangan banyak banyak nasinya Bang,Zara masih suka nek kalau kebanyakan,,"
"Iya,,ini ngga banyak kok,"
"Pagi sayang,,"kata Bunda.
"Pagi Bun,pagi Pah,,adek adek mana Bun,?"tanya Zara.
"Adek lagi bersiap,bentar lagi juga turun,"
__ADS_1
"Pah,,Zara boleh kan ikut Abang kerumahnya,,?"kata Zara pelan.
"Tapi Zara harus janji sama Papah,Zara harus bahagia dan sehat,Papah ngga mau dengar kabar Zara yang aneh aneh,"
"Iya Pah,Zara janji akan selalu sehat dan bahagia,,"Zara tersenyum dan Hendra pun mengangguk.
"Makasih Pah sudah izinkan Zara,Saya janji akan selalu membahagiakan Zara dan menjaganya sepenuh hati,"
"Bagus,,Saya ngga butuh janji tapi bukti,"
"Iya Pah,,"
"Saya dengar Adekmu sudah mau lulus kuliah,apa bener,,?"
"Kalau gitu coba kamu tanyakan sama adikmu,mau ngga kerja di anak cabang kita yang di singapur,kalau dia mau kamu jadi ngga bolak balik kesana,dan kasih dia jabatan Manager pemasaran,karena yang selalu ada masalah pasti di bagian itu karena belum ada yang menjabatnya,"
"Iya Pah nanti Saya menelfonya,"
"Ki,,kamu mau bawa Zara pulang kerumahmu kapan,,?"
"Kalau boleh nanti sore Bun,"Hendra diam saat mendengar Rizki nanti sore mau membawa Zara pulang ke rumahnya.
__ADS_1
"Oh nanti sore,,biar nanti Bunda bantu Zara siapin bajunya untuk di bawa ke rumah kamu"
"Iya Bunda,,makasih ,"
Kembar datang dan langsung ikut sarapan,kalau ada si kembar suasana jadi rame,karena keduanya suka bicara.
Hendra dan Rizki lalu berangkat ke kantor bersama,dan menggunakan satu mobil.
"Kamu kenapa mau tinggal di rumahmu Ki,apa di rumah saya tidak nyaman,?"tanya Hendra.
"Maaf Pah bukanya ngga nyaman,rumah Papah sangat nyaman,tapi kalau saya tinggal di Rumah Papah terus,Saya jadi merasa menjadi suami yang tidak bertanggung jawab,Saya ingin belajar mandiri Pah,biar saya merasakan bagai mana seorang laki laki menafkahi lahir dan batinya istri,"
"Papah jangan kuatir tentang Zara,Saya pasti tidak akan membiarkan Zara kekurangan makanan,dan saya juga akan selalu mencintai dan menyayanginya,di rumah juga ada mba yang akan menemani Zara kalau saya sedang di kantor,"
"Saya bukanya meragukan tanggung jawab kamu atau cintanya kamu buat Zara,tapi Saya hanya tidak ingin pisah dengan Zara,karena saya selalu ingin Zara ada di dekat saya,saya rasanya masih selalu kepikiran tentang masalalu saya yang tidak menafkahi Zara waktu kecil,makanya sekarang saya ingin menebusnya,dan saya ingin selalu ada di dekatnya,saya memberi izin kamu menikahinya pun rasanya sungguh berat,ya seperti ini contohnya,istri memang selalu ikut kemana sumai pergi ,jadi saya berpisah lagi dengan Zara,,"
"Nanti kita akan sering main kok Pah,dan menginap juga,,"
"Iya semoga kamu ngga cuman ngomong doang sekarang,agar saya merasa senang,"
"Ngga kokPah,saya serius,,"
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...