
Zara sangat marah saat mendengar perkataan Rizki,seakan akan Rizki meragukan kehamilanya itu adalah anaknya,padahal Zara melakukan hanya dengan Rizki dan ngga mungkin Zara berhubungan dengan orang lain.
"Nona harap tenang,jangan emosi,itu tidak baik buat kehamilan Nona,,"
"Tuan ,,mungkin Tuan pernah lupa ngga pakai pengaman,coba di ingat ingat,"Rizki lalu mengingat ingat.
"Suami Saya pernah tidak pakai pengaman saat Malam pertama Dok,,"Zara yang berkata,dan Rizki langsung mengingatnya.
"Saya juga ingat,ternyata saya belum datang bulan lagi semenjak saya menikah Dok,,"
"Tuan sudah dengar kan apa yang di katakan istri Tuan,dan Tuan jga apa sudah ingat tentang Malam pertama Tuan yang ngga menggunakan pengaman,,"Rizki mengangguk,Zara tanpa berkata langsung keluar dari ruang Dokter karena masih kesal dengan perkataan Rizki.
"Sayang,,tunggu kamu mau kemana,"kata Rizki.
Lalu Rizki bilang ke Dokter akan mengejar istrinya dulu,dan Rizki pun keluar.
"Sayang,,tunggu,,jangan cepat cepat jalanya,takut jatuh sayang,,"tapi Zara ngga peduli,dan terus jalan cepat.
Rizki berlari dan langsung menarik tangan Zara.
"Zara cukuppp,,,"kata Rizki yang berkata dengan keras dan membentak,membuat Zara kaget dan langsung diam mematung.
"Maaf,,bukanya Abang ingin membuatmu takut,tapi Abang hanya takut kamu jatuh,dan itu bisa berbahaya untuk anak kita,,"Rizki memeluk Zara langsung tapi Zara tetap diam mematung.
Rizki menggandeng Zara masuk ke dalam rumah sakit lagi,Rizki ingin membayar dan mengambil obat untuk Zara.setelah itu Rizki baru mengajak Zara untuk pulang.
Zara hanya diam dari tadi,tidak mengeluarkan satu suara pun.sampai di apartemen Zara masuk ke kamar dan langsung tidur.
Rizki yang tau Zara sedang marah hanya membiarkanya saja,karena fikir Rizki besok pagi pasti Zara sudah tidak marah lagi.
__ADS_1
Rizki ganti baju dan memutuskan untuk tidur,dengan memeluk Zara yang sudah tidur dengan nyenyak.
Pagi harinya Rizki bangun jam 8 pagi,lalu melihat kesekeliling kamar,ternyata tidak ada Zara,lalu Rizki bangun dan mencari ke kamar mandi,tapi tidak ada juga.
Rizki keluar dari kamar,mencari Zara ke dapur,dan juga balkon,tapi Zara juga tidak ada.
"Sayang,,,kamu di mana,,Yang,,,Zaraa,,"tapi tidak ada di setiap ruangan yang ada di Apartemen.
Rizki mencari hpnya untuk menelfon Zara,dan terhubung,tapi bunyi hp Zara ternyata ada di atas meja .
"Ya Tuhan,,kenapa ngga bawa hp sih Yang,kamu kemana sih,,"
Rizki lalu ganti baju dan cuci muka,setelah itu Rizki turun dari apartemen untuk mencari Zara.
Rizki mencari ke taman apartemem dan mengelilinginya,dan ternyata ngga ada,Rizki lalu pergi ke apartemen Mamahnya.
"Iya,,ada apa sayang,,?"
"Ada Zara ngga Mah,,?"
"Zara,,ngga ada,,Mamah lagi masak sendiri dari tadi,,"
"Zara kemana ya Mah,,?"sambil duduk di sofa.
"Emang di rumah ngga ada,?"
"Ngga ada Mah,kalau ada Abang ngga cariin,"
"Coba di telfon,,"
__ADS_1
"Hpnya ngga di bawa Mah,,"
"Kalian lagi berantem ,,?"Rizki diam.
"Ada apa,,?"
"Semalam Abang bawa Zara ke rumah sakit untuk di periksa Mah,dan hasilnya Zara hamil"
"Hamil,,,"Rizki mengangguk.
"Trus apa masalahnya,,apa Zara marah karena dia hamil,karena belum siap,,"Rizki menggeleng.
"Lalu,,,"
"Abang salah bicara Mah,dan membuat Zara marah,,"
"Apa yang Abang katakan padanya,,?"Rizki lalu menceritakanya.
"Ya Tuhan Abang,,kok Abang sampai berkata seperti itu sih,Abang seperti meragukan anak Abang sendiri,apa Abang berfikir kalau Zara hamil sama orang lain,,"Rizki diam.
"Pantas saja Zara marah,pasti sekarang Zara merasa sedih,di satu pihak Zara belum mau hamil karena masih kuliah,dan satu pihak lagi Suaminya sendiri meragukan anak yang dia kandung,,"Rizki diam dan langsung merasa takut.
"Mah,,bantu Abang cari Zara Mah,,"
"Ya udah ayo kita cari bersama,Mamah ganti baju dulu,,"
Setelah Mamah ganti baju ,Abang dan Mamah langsung pergi mencari Zara.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih...
__ADS_1