
Hendra,Dea ,Rizki dan Zara sedang duduk di ruang keluarga,mereka baru selesai makan malam bersama.
"Sayang Kamu mau lanjut kuliah apa mau cuti dulu,?"tanya Hendra.
"Zara pengin cuti aja dulu ya Pah,nanti kalau Zara sudah melahirkan Baru Zara kuliah lagi,"
"Iya kalau kamu maunya seperti itu Papah akan dukung,asal kamu nyaman,,"
"Makasih ya Pah,,"
"Iya sayang,apa sudah bilang ke pihak kampusnya kalau kamu mau ambil cuti sampai lahiran,,?"Zara menggeleng.
"Biar nanti saya yang urus Pah,,Adik saya kan satu kampus dengan Zara jadi bisa lebih gampang,"
"Oh begitu,ya bagus lah,,"
"Sayang kamu mau ke mana,,?"tanya Dea saat Zara bangun dari duduknya.
"Zara mau bikin coklat hangat Bun,"
"Biar Bunda aja yang bikin,kamu duduk lah,,"Zara mengangguk.
__ADS_1
"Pah boleh ngga Zara saya ajak untuk tonggal di rumah Saya,"
"Ngga bisa,kalau kamu nanti kerja Zara di rumah sama siapa,kalau di sini ada Bunda juga adik adiknya,dan Mba juga banyak,"
"Di rumah saya juga ada Mba Pah,nanti kita sering ke sini kok,saya hanya ingin mandiri,kalau saya di sini saya merasa menjadi suami yang ngga ada tanggung jawabnya,karena semua kebutuhan Saya dan Zara Papah yang sudah menanggungnya semua,"
"Tapi saya tidak merasa terbebani dengan adanya kalian,justru saya senang karena bisa berkumpul bersama Anak dan menantu,"
"Mas,,kalau Rizki ingin membawa Zara ke rumahnya ya ngga papa,benar kata Rizki biar mereka lebih dewasa ,jadi Rizki bisa menjadi kepala rumah tangga yang bertanggung jawab,"
"Tapi Sayang,Mas takut Zara di sana kenapa kenapa,,Dan takut Zara jenuh nanti justru setres,,"
Lalu semuanya melihat ke arah Zara,Zara melihat ke arah Rizki dan Papahnya.
Sebenarnya Rizki dua hari kemarin sudah pernah mengajak Zara untuk pulang ke rumahnya,tapi Zara menjawabnya untuk Rizki izin ke Papahnya dulu.Zara sih akan ikut kemana pun Rizki pergi dan tinggal.
"Zara tinggal di sini senang,ada Papah,bunda dan adik adik,tapi kata Abang bener,kalau kita tinggal di sini terus kita jadi ngga bisa mandiri Pah,jadi Zara ingin ikut Abang untuk tinggal di rumah Abang,biar Zara bisa belajar jadi istri yang sesungguhnya ,"
"Tapi Papah takut kamu di sana kesepian sayang,dan nanti kamu di sana kecapean lagi,kandungan kamu lemah, kamu kan ngga boleh kecapean,,"
"Pah di sana kan ada Mba,Zara juga tau yang mana boleh Zara kerjakan dan ngga boleh di kerjakan,"
__ADS_1
"Mas,,biarkan Zara ikut Rizki,kita nanti bisa main ke sana,dan Zara juga bisa main ke sini,kan jarak rumah kita ngga jauh juga,biar Zara mengurus suami dan rumah tangganya,"Hendra diam,dan lalu Hendra pun bangun dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.
"Biar nanti Bunda yang bicara sama Papah,kalian tenanglah jangan di pikirkan yah,,"Zara dan Rizki menjawab Iya.
"Kita ke kamar yuk,biar bisa rebahan,,"Ajak Rizki.
"Iya Bang,,"Rizki membantu Zara bangun dari duduknya.lalu keduanya berjalan ke arah kamar.
Di kamar Zara dan Rizki tiduran,keduanya saling peluk.
"Bang,,kalau Papah ngga kasih izin untuk kita pergi ,gimana,,,?"
"Ya kita tetap tinggal di sini saja,,"
"Apa Abang ngga papa,,?"
"Ngga sayang,,Abang ngga papa,asal ada kamu di sisi Abang ,di manapun tempatnya Abang akan merasa senang dan bahagia,"kata Rizki sambil memeluk Zara.
Dea di kamarnya sedang Bicara dengan Hendra.apakah Hendra akan mengizinkan Zara untuk ikut Rizki.pulang ke rumahnya,kita lanjut besok...
Jangan lupa like,komen dan Votenya,trimakasih...
__ADS_1