Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Tinggal Menunggu Hari


__ADS_3

Hari berlalu dan sudah berganti bulan,Zara tinggal menunggu hari untuk lahiran,dan perkiraan Dokter satu Minggu lagi.


Zara ingin melahirkan normal,Rizki hanya bisa mendukung apa yang Zara inginkan.


Hendra sempat tidak setuju,karena tidak tega nanti melihat Zara kalau mau melahirkan,pasti kesakitan.


Tapi Zara kekeh ingin melahirkan Normal,Dea pun yang maju untuk bilang ke Hendra,kalau perempuan merasa sempurna kalau bisa melahirkan normal.


Akhirnya Hendra mengikuti keinginan Zara tapi Zara harus tinggal di rumah Hendra karena sudah mendekati lahiran,Hendra merasa kuatir kalau Zara di rumah Rizki.


Rizki lalu mengiyakan keinginan Hendra untuk membawa Zara tinggal di rumahnya.lagian keperluan bayi semuanya adanya di rumah Hendra,jadi Zara dan Rizki hanya tinggal datang saja ke rumah Hendra.


"Sayang pelan jalanya,ngga usah cepat cepat,"saat Zara berjalan ke arah mobil saat keluar dari rumah,mereka akan pergi kerumah Hendra.


"Ini ngga cepat Bang,Abang aja yang jalanya terlalu lambat,"Rizki hanya geleng kepala sambil membukakan pintu mobil untuk Zara.


Setelah Zara masuk,Rizki pun masuk mobil,dan Rizki membawa mobilnya dengan pelan.


"Bang,,Mamah nanti pulang ke Jakarta kan kalau Zara lahiran,?"


"Iya Mamah akan pulang,Bumi sama Selfi juga akan ikut pulang,"


"Selfi mau ikut,?kok Selfi ngga pernah bilang kalau mau ikut ke sini,"


"Ya mungkin karena belum pasti jadi ya Selfi ngga mau ngomong dulu sama kamu,"


"Oh iya kali ya Bang,"


Zara menyandarkan kepalanya di pundak Rizki,dan Rizki sesekali mengusap perut Zara yang sudah sangat besar,dan menciumi kening Zara.


Sampai di rumah Hendra,Zara dan Rizki lalu turun dari mobil dan langsung masuk,sekarang Rizki kalau di rumah Hendra tidak begitu bebas,karena Zara suka cemburu pada Mba Mimin,soalnya kalau ada Rizki Mba Mimin suka kecentilan.

__ADS_1


"Siang Bun,,Siang Pah,,"


"Siang,kirain Bunda datangnya sorean,,"Dea dan Hendra sedang duduk di sofa ruang keluarga,Zara lalu ikut duduk sedang Rizki masuk ke kamar bawa tas baju miliknya.


"Tadinya mau sore Bun,tapi takut hujan,soalnya mendung,"


"Iya sih dah gelap banget,kayanya mau hujan gede nih,"


"Bang,,Zara mau minum dingin,ambilin yah,"saat Rizki sudah kembali dari kamar.


"Sayang,,kamu ngga boleh minum air dingin kan sama Dokter,minum air biasa aja yah,"


"Tapi Zara haus Bang pengin yang dingin minumnya,"


"Sayang,,mendingan jangan deh,kamu mau lahiran normal kan,jadi ngga boleh minum air dingin banyak banyak,takut bayinya besar di dalam, Dokter aja melarangnya kan,"Dea ikut menasehati Zara.


"Tapi Zara sekarang jadi sering haus Bun,penginya minum yang dingin terus,"


"Ya di tahan sayang,"Rizki lalu mengambilkan minum untuk Zara,setelah Zara minum,Zara dan Rizki izin ke kamar duluan.


Rizki dan Zara pun ke kamar,di kamar Zara langsung naik ke kasur.


"Bang,,kaki Zara pada pegel,,"


"Sinih Abang pijitin,"Rizki memijit kaki Zara,dan Zara bersandar di sandaran kasur.


Karena Zara kalau malam susah tidur,jadi saat di pijit kakinya oleh Rizki,Zara pun tertidur.


Rizki melihat Zara yang tertidur membiarkannya walau tidur dengan duduk,karena Zara sekarang susah tidur,dia sering merasakan sesak di dadanya.


Setelah Zara tidur pulas,Rizki lalu keluar kamar mencari Dea.

__ADS_1


"Bun,,Zara tertidur,nanti Bunda sama Papah kalau mau makan siang,makan aja dulu,Zara nanti sama saya makanya,"


"Oh gitu,ya udah nanti Bunda ngga panggil.kalian,"


"Iya Bun,Saya ke kamar lagi ya Bun,"Dea menjawab Iya,lalu Rizki pun masuk ke kamar lagi.


Saat mau masuk kamar,Mimin melihat Rizki langsung memanggilnya.


"Mas Rizki,,,"katanya Pelan karena jarak mereka tidak jauh jadi pelan pun Rizki.mendengar panggilan Mba Mimin.


Rizki hanya mengangguk dan masuk masuk kekamarnya,Rizki lalu ikut tidur siang karena Rizki juga mengantuk,kalau malam nemenin Zara Samapi Zara tertidur.


Esok paginya Zara di temani Rizki jalan jalan di taman belakang rumah,dan Zara juga berjemur.


Rizki mau mengambil minum untuk Zara di dapur tapi Mba Mimin sudah datang membawakan nya.


"Mas Rizki ini minumnya,"


"Oh iya Mba makasih,kok mba tau Saya mau ambil minum,"


"Iya Dong Mas Mimin tau ,kan Mas kepanasan pasti haus,"


"Saya mah ngga haus mba,tapi Zara yang ke hausan,makasih ya mba,"Rizki lalu memberikan gelas yang berisi minum ke Zara,Zara lalu tersenyum senang.


Mba Mimin lalu masuk ke dalam karena malu.


"Bang,,kalau ke Mba Mimin jangan banyak bicara,takutnya Mba Mimin baper,"


"Abang juga bicara seperlunya aja kan,kamu ngga cemburu sama Mba Mimin kan Yang,"


"Iya ngga lah,cuman suka kesel aja kalau kalian suka bicara,,"

__ADS_1


"Ngga usah kesel dan ngga usah cemburu,cinta Abang ngga mungkin kelain hati,"sambil mencium kening Zara,Zara tersenyum senang.


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


__ADS_2