
Sampai di rumah Dian pukul 1 malam,tidak banyak orang tapi ada beberapa tetangga yang masih ada di situ.
Saat mobil baru berhenti, Zara langsung keluar dari mobil dan menangis lagi,Rizki ikut menyusul sedang Hendra dan Dea mengikuti dari belakang.
Pak supir membawa tas dan mba Mimin mengendong KIA,keduanya masuk terahir.
Zara langsung memeluk badan kakek yang sudah di tutupin kain.
"Kakekk,,,kenapa kakek pergi ninggalin Zara,kek bangun kek,,ini Zara datang bersama Kia cicit kakek,,"Zara sambil terus menangis,semuanya hanya bisa diam dan membiarkan Zara,semua orang juga sudah tau kalau Zara dari kecil memang di asuh kakeknya.
Rizki mengusap punggung Zara sambil menyuruhnya tenang dan ikhlas.
"Udah sayang,jangan seperti ini ,kakek akan sedih kalau kamu ngga ikhlas dan menangis terus kaya gini,kita doakan Kakek aja yah,,"
Zara lalu mengusap air matanya,dan Zara yang melihat Dian langsung bangun dan memeluk Dian.
"Mamahh,,,"
__ADS_1
"Sudah sayang jangan nangis lagi, ikhlas kan kakek yah,kakek sudah tenang dan nyaman sekarang,"sambil mengusap punggung Zara Dinda berkata.
Lalu semuanya duduk dan mulai mendoakan Kakek,Dian mengajak mba Mimin masuk ke kamar karena KIA sudah tidur pasti sudah.
Setelah mba mimin masuk ke kamar,Dian keluar lagi,Doni sedang membuat kopi untuk bapa bapa yang masih ada di rumahnya.
Sedang Aditia dan Firli anak Dian dan Doni mereka berdua masih tetap duduk di dekat kakek,mereka berdua juga merasa sedih karena Kakek telah pergi meninggalkan mereka.
Jam pun berlalu,Dian menyuruh Dea untuk tidur di kamar Firli,dan Dea yang memang sudah ngga kuat kantuk masuk ke kamar Firli bersama Firlinya.
Sedang Zara sudah di suruh masuk kamar untuk istirahat di kamar tetap tidak mau,maunya di dekat kakek terus.
Jam berlalu,pagi pun datang,dan banyak pelayat yang datang.
Rizki mengajak Zara untuk makan karena rizki takut Zara sakit.
"Ayo sayang makan dulu sedikit,,nanti kamu kalau ngga mau makan malah sakit,kasian Kia ,ayo kita ke dapur,,"Kata Rizki karena dari salam Zara ngga tidur dan terus duduk di dekat kakek.
__ADS_1
Zara akhirnya mau saat melihat Kia yang menangis karena ingin bersama Zara.
Sampai dapur Zara makan sambil memangku Kia,sedang Rizki yang menyiapkan makananya.
Selesai makan Zara memberikan Kia lagi pada Mba Mimin karena Zara ingin melihat Kakek yang sedang di kafani.
Selesai di kafani kakek lalu di solatkan,Hendra,Doni ,Rizki,Aditia dan bapa bapa tetangga pun ikut menyolati.
Setelah semua selesai Kakek di bawa ke pemakaman umum dengan ambulance.
Semuanya ikut,hanya Kia dan mba Mimin yang tidak ikut ke pemakaman.
Zara terus menangis saat melihat Kakek di masukan liang lahat,Setelah di kubur orang orang pulang satu persatu,sekarang tinggal keluarga inti saja yang tersisa.
"Papah,,Dian ikhlas,semoga Papah di tempatkan Tuhan di surganya,Amin,,"kata Dian.
"Kakek,,Zara sayang kakek,semoga Kakek di tempatkan Tuhan di surganya,Zara akan selalu mendoakan Kakek di sini,"kata Zara.
__ADS_1
Semuanya saling mendoakan untuk kakek,setelah itu semuanya pun pulang,Zara yang tadinya belum mau pulang,terus di bujuk karena hari makin siang,dan Kia juga kasihan di rumah hanya bersama Mba Mimin.
jangan lupa like komen dan votenya trimakasih...