Suamiku Asisten Papah

Suamiku Asisten Papah
Zara Melahirkan


__ADS_3

Rizki lalu teriak karena panik,Zara ketakutan takut anak yang ada di kandunganya kenapa kenapa.


"Mba,,,Pak,,,tolong,,"Sambil menuntun Zara ke sofa.


Mba yang dengar langsung keluar dari.kamarnya,kalau Hendra dan Dea ngga mungkin dengar karena kamarnya kedap suara.


"Ada apa Den,?"


"Mba,,cepat bangunkan Papah dan Bunda,,Zara mengeluarkan air dari perut,,"satu mba langsung ke kamar Hendra.


"Bang sakit Bang,,aaduhh,,,"


"Iya Sayang,Ayo kita ke mobil,,"


"Tapi sakit,,aawww,,,sakitt,,"Rizki melihat Zara kesakitan dan susah berjalan langsung menggendongnya menuju mobil.


Sedang Hendra dan Dea yang mendengar Zara mengeluarkan air dan kesakitan langsung lari ke depan.


"Zara kenapa Ki,,"


"Pah,,perut Zara sakit,,Bunda,,"


"Sepertinya Zara mau lahiran,ayo cepat bawa ke rumah sakit,"Dea duduk di belakang bersama Zara,Hendra yang menyetir sedang Rizki menemani Hendra duduk di depan.


"Bun sakit Bun,,"

__ADS_1


"Iya sayang,sabar yah,sinih Bunda usap usap,"Rizki melihat Zara yang kesakitan merasa kasihan.


Sampai di rumah sakit,Dokter memeriksa Zara sudah pembukaan berapa,ternyata baru 6,jadi Zara harus menunggu sampai pembukaan 10.


"Bang,,sakit,,"Zara sedang berdiri berpegangan pada ranjang pasien,Rizki di minta Zara untuk mengusap pinggang dan bo#kong Zara minta di pijitin.


"Yang,apa semua wanita kalau melahirkan normal sangat sakit seperti itu,Mas ngga tega lihat Zara kesakitan seperti itu,"kata Hendra yang melihat Zara kesakitan.


"Ya katanya memang sakitnya ngga bisa di ucapkan dengan kata kata Mas,Dea kan Cesar,jadi ngga merasakan sakit seperti itu,tapi setelah bayi lahir Zara ngga akan merasa sakit lagi,beda sama Dea,habis melahirkan masih merasa sakit,,"Hendra mengangguk.


Hendra mendekati Zara,dan mengusap keringat yang ada di keningnya.


"Yang kuat ya Sayang,,"kata Hendra,Zara menjawab iya dengan pelan.


"Memang seperti itu Ki wanita mau melahirkan,kita hanya bisa menunggu,mendukung dan mendoakan nya agar nanti lancar saat lahiran,"


"Tapi kenapa lama banget,Saya melihatnya kasihan Bun,Zara kesakitan gini,,"Zara hanya bisa menggigit bibir nya dan menahan sakit,keringat terus membasahi kening dan badanya.


"Aduhh,,,Bang,,,sakit lagi,,,aaaawww,,,"


"Iya Sayang,,sinih Abang usap lagi,,"


Zara meletakan kepalanya di pundak Hendra,sedang Rizki mengusap punggung dan Merem#asi bo#kongnya juga.


Hendra mengusap usap kepala Zara sesekali.menciuminya,Hendra justru mengeluarkan air matanya,Hendra ternyata jadi ingat tentang Mamah Zara dulu,"Pasti dulu kamu sangat tersiksa di saat saat akan melahrikan Zara,Ya Tuhan kenapa dulu Aku begitu tega menyakiti seorang wanita yang akan melahirkan keturunanku,"Hendra mencium kening Zara.

__ADS_1


"Kita oprasi Cesar aja ,Papah ngga tahan lihat kamu kesakitan seperti ini,,"sambil mengusap air matanya.


"Mas,,ngga usah ngga perlu,kalau bisa normal kenapa harus oprasi,Dokter juga ngga akan mengizinkan,oprasi itu hanya untuk wanita yang tidak bisa melahirkan normal,sabar Mas emang seperti ini orang mau melahirkan,"


"Mas mau panggil Dokter,Ini Zara sudah kesakitan,,"


Hendra memanggil Dokter,dan Zara masih kesakitan,Suster lalu masuk saat Hendra memanggil Dokter.


Suster mengecek pembukaan Zara ,ternyata sudah 10.


"Ini sudah penuh pembukaannya,jadi sekarang sudah bisa melahirkan,"


Dokter pun datang,lalu Dea dan Hendra di suruh tunggu di luar,sedang Rizki boleh menemani Zara di dalam.


Zara mengikuti arahan Dokter,setiap Dokter menyuruh mengezan,Zara lalu melakukanya.


Rizki yang melihat perjuangan Zara melahirkan merasa ikut sakit,dan ikut panas dingin.


Zara teriak kencang dan meneluarkan tenanganya,dan sampai akhirnya bayi perempuan yang cantik lahir juga.


Oee...Oeeekkk,,,,


Jangan lupa like komen dan votenya, trimakasih..


Akbar dan Vivi sudah ada ceritanya loh,judulnya PENGACARA TAMPAN MILIK DOKTER CANTIK..

__ADS_1


__ADS_2