
"Prangggg,,,,,"
Rizki yang merasa bingung dan kesal karena Zara tidak mau makan juga diam terus membuat kesal dan membanting mangkuk berisi bubur.
Zara yang kaget langsung menangis,karena takut melihat Rizki yang marah.
"Huhuu,,,huhuuu,,,"Rizki yang melihat Zara bukanya mendekati Zara justru merasa kesal sendiri,dan Rizki menojok tembok dengan tanganya.
Bukk,,,bukk,,,
Zara yang melihat Rizki sedang menyakiti tanganya ,Zara langsung bangun dari duduknya di kasur,dan memeluk Rizki dari belakang.
"Jangan Bang,,,setopp,,,jangannn,,,"kata Zara yang terus menangis dan memeluk Rizki dari belakang.
Rizki pun berhenti menojok tembok dengan tanganya,lalu menghadap Zara dan memeluk Zara dengan kencang.
Keduanya menangis sambil berpelukan,lalu Rizki mengajak Zara untuk duduk,dan Zara pun duduk di pinggir kasur,Zara mengambil tangan Rizki dan melihat bercak darah dan biru di punggung tanganya.
Zara mengusap dan meniupinya,lalu mencium tangan Rizki yang luka.
"Ngga papa,nanti Abang obati,istirahatlah,,Abang mau bereskan mangkok nya dulu,,"Zara hanya mengangguk,lalu tiduran lagi di kasur.
Rizki lalu mengambil pecahan mangkuk dan ngambil bubur yang di lantai,dengan tangan yang sakit Rizki tidak di rasanya.
Setelah bersih,Rizki mengobati lukanya dengan salep agar tidak merasa perih dan pegal.
__ADS_1
Setelah mengobati lukanya Rizki masuk ke kamar lagi sambil membawa mangkuk yang berisi bubur sisa tadi yang di buang.
"Makanlah,biar perutnya ngga kosong,kasian anak kita di dalam perut,"sambil tangan Rizki.mengusap perut Zara.
Zara pun membuka mulutnya,dan hanya lima suap Zara sudah ngga mau makan.lagi,karena perutnya sudah merasa mual.
"Ya sudah kalau ngga mau,Abang.ke dapur dulu taro mangkok yah,,"Zara mengangguk.
Zara lalu merebahkan badanya di kasur sambil matanya terpejam,perutnya sudah merasa ngga enak dan mual.
Saat Rizki mau ke kamar ,pintu ada yang mengetuk dan Rizki membukanya,ternyata Mamah,Bumi dan Selfi.
Mamah dan Selfi langsung ke kamar Zara,sedang Rizki dan Bumi di ruang depan,Mamah.membawa makanan jadi Rizki langsung makan.
"Mamah,,Selfi,,"kata zara saat ada yang membuka pintu dan memanggil Zara.dan Zara langsung duduk.
"Maaf ya Mah,Zara membuat Abang dan.Mamah kuatir,,Zara hanya jalan jalan ke danau dekat kampus,"
"Mamah maafkan sekarang,tapi lain kali jangan seperti ini lagi ya sayang,,"
"Iya Mah,,Zara ngga akan ngulainya lagi,"
Mamah lalu melepaskan pelukanya,dan mencium kening Zara.
"Ya udah kalian mengobrol lah,Mamah mau ke luar dulu yah,,"Zara dan Selfi menjawab iya.
__ADS_1
"Kamu beneran hamil Za,,?"
"Iya Sel,,"
"Kok bisa,katanya kamu sama suami kamu udah sepakat untuk menundanya,,"
"Iya,,Aku dan.Abang memang berencana menundanya,tapi ternyata Rencana Tuhan beda,,"
"Iya juga sih yah,kita bisa berencana,tapi semua sudah di atur Tuhan,,"
"Kamu enak ya Za punya mertua yang sayang banget sama kamu,,"kata Selfi lagi.
"Iya,,Mamah memang orangnya sangat baik dan penyayang,,"
"Kamu juga bakalan jadi mantunya,kita kan akan jadi sodara ipar,,"dari perkataan Zara sedikit meledek Selfi.Selfi hanya tersenyum.
"Tapi itu hanya mimpi saja,katena sepertinya ngga mungkin deh Za,,"
"Loh apanya yang ngga mungkin,sekarang aja kalian sudah pacaran,gimana ceritanya kalian itu sekarang pacaran sih,katanya kamu mau cerita,,"
"Iya sih Aku pengin cerita,tapi kamunya aja lagi sakit,Aku jadi ngga enak,,"
"Udah cerita aja,aAku kan sakit ngga budhek ,"Selfi hanya tertawa.
"Sebenarnya Aku dan Bumi hanya sandiwara,Pacar bohongan,,,"
__ADS_1
"Apaaa,,,,"Zara sedikit teriak.
Jangan lupa like,komen dan votenya,trimakasih..