Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 46


__ADS_3

Ting. . .


ADE NGGA PUNYA AKHLAK! BAYAR WOYYY! (Bang Adam)


Terimakasih banyak Abang ku tersayang, lain kali traktir lagi iya. (Balas ku)


Kemudian menyimpan telpon ku di tas, dan tak lama kemudian kami sampai di Rumah Mama. Tanpa melihat sekitar, aku pun turun dari mobil.


"Dek." Panggil seseorang yang sangat aku kenali suaranya. Seketika aku pun mematung, terkejut melihat kedatangan nya.


Deg.


"Dek. . . Maafin Mas iya!" Ucap Mas Tio sambil menggenggam tangan ku.


"Mas janji akan berubah, Mas mohon kita pulang iya ke Rumah. Mas kangen banget sama kamu Dek." Ucap Mas Tio memelas.


"Dek. . . Ayo ngomong Dek, jangan diemin Mas kaya gini! Kamu mau apa? Mau belanja? Mau beli perhiasan? Atau mau jalan-jalan? Ayo kita lakuin yang kamu mau, Mas ngga akan larang kamu lagi mulai sekarang. Kamu mau ke mana Mas anterin Dek, tapi kamu pulang iya ke Rumah. Mas mohon, Ibu juga udah nanyain kamu terus. Ayo Dek kita pulang iya." Ucap Mas Tio panjang lebar.


"Sudah bicaranya?" Tanya ku datar, tanpa memperdulikan Mas Tio yang terkejut dengan ucapan ku. Aku pun melepaskan genggaman tangannya dan melipat tangan ku di dada.


"Sekarang giliran aku yang bicara! Untuk apa aku kembali ke Rumah itu? Untuk di jadikan pembantu oleh Ibu kamu di Rumah kita sendiri? Ucap ku sinis.


"Jaga bicara kamu Dek! Ibu ngga pernah seperti itu!" Ucap Mas Tio marah.


"Kamu yakin Mas? Coba kamu ingat-ingat, apa yang berubah sejak Ibu kamu tinggal dengan kita? Banyak kan? Segalanya berubah! Aku tidak pernah melarang Ibu kamu untuk tinggal bersama kita, tapi seenggaknya HARGAI AKU!" Ucap ku penuh tekanan.


"Sebelum subuh semua pekerjaan Rumah dan sarapan harus sudah beres, kalau ngga Ibu akan ngomong ke sana ke sini. 'Nadira itu menantu pemales'. Belum lagi semua yang aku kerjakan tidak pernah benar menurut Ibu kamu, dan kamu Mas! Ke mana kamu? Saat tau Ibu kamu salah! Tapi tetap menyalahkan aku? Oke! Mungkin untuk itu aku masih bisa bersabar Mas! Tapi tidak ada kata Maaf untuk seorang pengkhianat! Jadi jangan lagi kamu injakan kaki kamu di sini lagi dan tunggu surat dari pengadilan!" Ucap ku tegas dan melenggang masuk ke dalam Rumah, sedangkan Mas Tio masih tercengang mendengar kata-kata ku.


Tok. . .


Tok. . .

__ADS_1


Tok. . .


"Dek! Buka dek! Mas mohon! Mas tidak bisa hidup tanpa kamu! Mas cinta banget sama kamu Dek, ayo Dek kita pulang ke Rumah kita. Kita bicarakan semuanya dengan kepala dingin." Ucap Mas Tio dengan bersimpuh di hadapan ku, sambil menggenggam tangan ku.


"Dek. . . Dek. . . Buka pintunya Dek!" Teriak Mas Tio sambil terus mengetuk pintu, namun aku tak memperdulikannya dan berjalan menuju kamar, untuk bebersih.


Ceklek.. .


Aku pun masuk ke dalam kamar mandi dan berendam cukup lama, agar badannya lebih rileks. Tanpa memperdulikan Mas Tio yang berada di luar. Setelah selesai berendam dan berpakaian, aku pun keluar kamar. Perut ku mulai berdemo, padahal tadi aku sudah makan banyak.


Ternyata semua sedang berkumpul di Ruang Keluarga, dengan ekspresi yang berbeda-beda. Aku pun kemudian duduk di tengah-tengah Mama dan Papa.


"Udah di usir Pa?" Tanya ku, karena tidak mendengar lagi suara teriakan Mas Tio dan Papa hanya berdehem.


"Terimakasih Papa ku sayang." Ucap ku dengan senyum manis.


"Hahaha. . ." Tiba-tiba saja Kak Niko tertawa bahagia sekali.


"Kamu kenapa tertawa begitu?" Tanya Mama heran.


"Jangan-jangan Kakak udah gila iya? Ketawa-ketawa sendiri?" Tanya ku asal ceplos dan berakhir di lempari cemilan keluh Kak Niko.


"Sembarangan kamu ngomong!" Ucap ketus Kak Niko.


"Kamu ngerjain Adam, Dek?" Tanya Kak Niko terkikik dan di jawab anggukan kepala oleh ku, karena mulut ku penuh cemilan.


"Ngerjain gimana Dek?" Tanya Papa penasaran.


"Tadi kan ketemu di tempat makan, dia ngeledekin Ade calon janda terus. Karena kesel, Ade tinggal aja dan Ade suruh pelayan nya tagih ke Bang Adam." Ucap ku santai sambil memakan cemilan dan yang lain tertawa.


"Bagus Dek, sering-sering aja kamu kerjain dia. Hahaha. . . Eh ngomong-ngomong kamu di Restoran mana? Ko bisa cuman makan sendiri abis 1 juta? Biasanya kan kamu makannya dikit Dek." Tanya Kak Niko heran dan yang lain pun sama.

__ADS_1


"Iya mungkin mereka ketemu di Restoran bintang 5, jadi mahal makanannya." Ucap Mama lembut.


"Ngga ko." Ucap ku singkat.


"Memang kamu ketemu di mana sama Adam?" Tanya Bang Naufal.


"Di warung Mie Aceh." Ucap ku singkat, tapi membuat semua orang terkejut.


"Bukannya kamu ngga suka iya sama Mie Aceh? Ko sekarang kamu bilang ketemu adam. Di warung Mie Aceh?" Tanya Mama yang terkejut.


"Mahal banget itu warung bisa Ampe 1 juta! Jangan-jangan Adam di tipu sama yang punya warung?" Ucap Kak Niko.


"Bener ko hitungan mereka." Ucap ku singkat.


"Katanya kamu cuman makan 2 porsi mie Aceh sama 1 martabak doang, masa bisa Ampe 1 juta?" Ucap Kak Niko bingung.


"Mereka bener Kak, ngga ada yang salah, perkiraan aku juga segitu ko." Ucap ku santai.


"Mahal banget, dek! Jangan makan di situ lagi Dek." Ucap Kak Mely.


"Murah tau Kak!" Ucap ku sambil mengambil cemilan yang lain.


"Murah mata mu! Makan segitu 1 juta! Iya kalau di Restoran berbintang, wajar segitu! Lah ini di warung kaki lima harga segitu!" Ucap Kak Niko kesal.


"Iya murah dong Kak! Kan aku itu pesen 30 porsi Mie Aceh buat anak jalanan, terus aku 2 porsi dan 1 martabak, aku juga minta di bungkus 2 porsi Mie Aceh sama martabak buat supir aku. Jadi segitu murah dong Kak! Mana ada mahal bisa sebanyak itu!" Ucap ku dan yang lain terbengong, kemudian tak lama mereka tertawa.


"Iya pantesan bisa sampe 1 juta, pesanannya segitu banyak. Kamu ini ada-ada aja Dek!" Ucap Kak Gina terkikik, sedangkan yang lain menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.


"Lah jangan salahin Ade dong! Orang Bang Adam aja yang salah waktu ketemu Ade, dan bikin Ade kesel. Jadi anggep aja tadi Bang Adam lagi sedekah ke anak jalanan." Ucap ku santai.


"Berarti kamu juga termasuk anak jalanan dong Dek? Kan kamu di bayarin Adam." Ucap Bang Naufal menggodaku.

__ADS_1


"Oh. . . Tidak! Pengecualian untuk Ade." Ucapku tak terima.


"Hahahaha. . ." Semuanya pun menertawakan aku.


__ADS_2