Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 68


__ADS_3

Sesuai rencana awal, setelah mengadakan acara 4 bulanan kami sekeluarga akan melakukan liburan di Negeri Sakura. Perjalanan yang melelahkan pun terlewati dengan suka cita, setelah sampai kami semua beristirahat terlebih dahulu.


Malam ini kami memutuskan untuk makan malam di Restoran dekat Hotel tempat kami menginap, pemandangan pada malam hari sungguh indah. Di temani makanan yang menggugah selera, membuat kami semua makan dengan lahap dan di iringi Senda gurau.


"Pa, nanti kita ke situ yuk! Kelihatan nya bagus banget dari sini." Ucap ku antusias.


"Boleh." Ucap Papa.


"Yes! Thanks Pa." Ucap ku bahagia.


"Aku juga ikut." Ucap Selva, Dian, Kak Gina dan Kak Mely. Langsung para suami nya memelototi mereka, dengan ekspresi terkejut.


"Boleh kan iya? Kasian loh! Ade masa lagi hamil jalan-jalan nya sendiri." Ucap Kak Gina.


"Iya itu bener! Ngga baik ibu hamil jalan sendirian, apalagi malam-malam begini. Harus banget di temenin, demi keselamatan mereka yah." Ucap Kak Mely menimpali.


'Benar-benar kompak kedua Kakak Ipar ku.' Ucap ku dalam hati sambil menahan tawa.


"Boleh/ngga!" Ucap Bang Naufal dan Kak Niko berbarengan.


"Kenapa? Bang Naufal aja ngizinin Kak Gina ikut, kenapa aku ngga boleh Yah?" Tanya Kak Mely kesal.


"Ini bocil gimana kalau kamu pergi sayang ku? Aku mana bisa nidurin mereka, sebentar lagi jam tidur mereka." Ucap Kak Niko memelas.


"Makanya ikutan ngurusin anak nya! Jangan tau bikinnya doang! Jadi kan istri nya mau refreshing ngga bisa, kasian banget deh kamu Kak." Ucap ku mengompori.


"Diem deh bumil." Ucap Kak Niko kesal.


"Ayo lah yah! Sekali ini aja, kasian Ade loh Yah!" Ucap Kak Mely memelas.


"Sudah izinkan saja, biar anak kalian tidur dengan Papa dan Mama malam ini." Ucap Papa dan di setujui oleh Mama.


"Beneran Pa?" Tanya Kak Niko.


"Iya! Ayo anak-anak ikut Opa dan Oma." Ucap Papa kepada keponakan ku.


Dan akhirnya kami para perempuan pun bisa keluar untuk berjalan-jalan menikmati keramaian malam di Negeri Sakura ini, tak lupa kami berfoto-foto dan juga membeli aneka cemilan yang ada di sepanjang jalan.

__ADS_1


"Aduh cape banget deh!" Keluh Selva.


"Iya ampun kamu ini lemah banget deh! Makanya olahraga dong!" Ucap Kak Mely meledek.


"Liat itu ibu hamil aja masih kuat ko! Lah kamu udah loyo gitu." Ucap Kak Gina menggelengkan kepala.


"Maklum Kak! Kebanyakan nongkrong di club', jadi nya gini deh! Hehe. . . " Ucap ku ikut meledek dan kemudian kami tertawa bersama.


"Apa kamu lihat-lihat? Mau ngeledek juga?" Ucap Selva kesal sambil melihat ke arah Dian.


"Iya ampun su'udzon aja terus, tapi bener ko yang di bilang tadi. Makanya kamu itu harus banyak olahraga, biar staminanya kuat." Celetuk Dian dan kami pun tertawa bersama.


Malam ini kami lewati dengan suka cita, hingga pukul 9 malam kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat.


Liburan singkat yang sangat berkesan, kami pun mengunjungi objek-objek wisata di sana. Tak lupa mencoba aneka makanan dan membeli souvernir. Hingga 3 hari kami menikmati liburan, kami pun kembali ke tanah air untuk melanjutkan aktivitas kami seperti biasa.


Seperti pagi ini, aku sudah di hadapkan dengan tumpukan berkas yang setia menunggu di meja kerja ku. Sambil sesekali aku memakan cemilan ku, yang aku bawa dari Negeri Sakura.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


"Selamat pagi Bu, 30 menit lagi kita akan meeting di Hotel Merlyn dengan PT. Sentosa TBK." Ucap Sekretaris Dian mengingatkan.


"Oke! Saya juga sudah siap, kita berangkat sekarang." Ucap ku, kemudian kami pun melakukan perjalanan menuju tempat meeting.


"Maaf Bu, saya hampir lupa. Jika nanti di dalam akan ada Pak Tio, perwakilan dari PT. ABC." Ucap Sekretaris Dian.


"Terimakasih informasinya." Ucap ku sambil tersenyum.


Ceklek. . .


"Selamat siang semuanya." Sapa ku ramah.


"Selamat siang juga Ibu Nadira dan Sekretaris Dian, selamat datang. Silahkan duduk, sebentar lagi kita meeting akan di mulai." Ucap Direktur PT. Sentosa TBK.


Meeting pun berjalan lancar, dan kali ini Perusahaan ku dan Perusahaan tempat Mas Tio bekerja akan bekerjasama menjalani proyek saat ini. Kami pun akan lebih sering bertemu setelah ini, semoga tidak ada hal-hal yang tidak di inginkan di kemudian hari.


Setelah meeting usai kami pun satu persatu meninggalkan Ruang Meeting, begitu pun dengan kami yang akan kembali ke Perusahaan.

__ADS_1


"Tunggu, Dek." Teriak seorang laki-laki yang sangat aku kenali dan kami pun berhenti.


"Ada yang bisa kami bantu Pak Tio." Tanya Sekretaris Dian.


"Dek! Bisa kita bicara berdua?" Tanya Mas Tio, tanpa menjawab pertanyaan Sekretaris Dian.


"Mohon maaf Pak Tio, kami harus langsung kembali ke Perusahaan. Sebentar lagi kami akan ada meeting penting, jadi mohon maaf kami permisi dulu." Ucap ku ramah.


"Sebentar aja Dek! Mas kangen banget sama kamu dan anak kita, Mas mohon mau iya! Mas pengen bicara dengan kamu." Ucap Mas Tio memohon.


"Sekali lagi mohon maaf Pak Tio, kami harus berangkat segera. Assalamualaikum." Ucap ku Pamit, namun tangan ku di tahan oleh Mas Tio.


"Ngga Dek! Mas butuh bicara dengan kamu sekarang!" Ucap Mas Tio.


"Lepas." Ucap ku sambil berusaha melepaskan cengkraman tangan Mas Tio.


"Pak Tio lepaskan Ibu Nadira sekarang juga! Atau saya akan berteriak! Cepat lepaskan!" Ancam Sekretaris Dian panik.


"Apa-apaan ini! Lepaskan!" Teriak Pak Supir yang keluar dari mobil, langsung membantu ku dan mendorong Mas Tio.


"Diam! Kalian semua tidak perlu ikut campur! Ini masalah kami! Minggir!" Ucap Mas Tio marah.


"Masalah apa lagi Mas? Urusan kita sudah selesai, tolong jangan ganggu aku lagi." Ucap ku kemudian masuk ke dalam mobil.


Kami pun langsung pergi meninggalkan Palkiran Hotel, sempat aku mendengar teriakan Mas Tio memanggil nama ku. Namun aku tak memperdulikan nya, hubungan kami kini hanya sebatas rekan kerja.


"Mba!" Panggil Dian dan aku pun menoleh dan tersenyum tipis.


"Kita ke Rumah Sakit iya Mba!" Ucap Dian Khawatir.


"Tidak perlu, Mba baik-baik saja. Kamu tenang saja iya! Kita lanjut ke Perusahaan iya pak!" Perintah ku, aku pun berusaha menenangkan diri ku.


"Baik Bu." Ucap Pak Supir.


"Mba yakin? Mba pasti syok banget! Atau mending Mba pulang aja iya!" Ucap Dian.


"Iya ampun kamu ini! Udah Mba bilang, mba baik-baik saja." Ucap ku meyakinkan Dian.

__ADS_1


__ADS_2