Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 62


__ADS_3

Keesokan hari nya..


"Selamat pagi Ma, Pa." Ucap ku, sambil mencium pipi Mama dan Papa.


"Selamat pagi juga sayang/Pagi." Ucap Mama dan Papa serempak.


"Ayo kamu sarapan yang banyak, jangan lupa susu dan vitamin nya kamu minum." Ucap Mama perhatian.


"Iya Ma, tenang aja." Ucap ku sambil tersenyum dan mulai mengambil sarapan yang sudah tersedia.


"Dek." Panggil Papa.


"Iya Pa, ada apa?" Tanya ku sambil menatap Papa.


"Pak Aziz semalam menelpon Papa." Ucap Papa sambil meminum kopi nya.


"Apa kata Pak Aziz, Pa?" Tanya ku penasaran.


"Gugatan Perceraian kamu di setujui, dan Proses sidang akan di mulai Minggu depan." Ucap Papa.


"Alhamdulillah kalau begitu Pa, berarti nanti Ade tinggal datang ke persidangan iya Pa?" Tanya ku.


"Kalau kamu tidak mau datang juga tidak masalah, biar Pak Aziz yang mengurusnya." Ucap Papa.


"Iya sayang, kalau kamu ngga kuat jangan di paksakan. Lebih baik tidak perlu hadir, toh sudah bisa di pastikan kalian akan bercerai. Dari pada membuat kamu banyak pikiran, kasian janin kamu Nak." Ucap Mama lembut.


"Mama tenang aja, minggu depan sidangnya. Jadi masih ada waktu untuk menyiapkan mental ku, Mama jangan khawatir iya. Do'akan saja yang terbaik untuk Ade, semoga bisa melewati semua ini dengan baik." Ucap ku sambil tersenyum.


"Iya sayang! Iya udah ayo lanjutkan makannya." Ucap Mama dan kami pun sarapan bersama dengan khidmat, setelah itu aku dan Papa berangkat menuju kantor masing-masing.


Di perjalanan...


Kring. . . Kring. . . Kring. . .


(Mba Erna memanggil)


"Mau apa Mba Erna telpon? Pasti nyuruh aku ke sana." Gumam ku.


"Buat apa aku datang? Jika cuman untuk di tuduh-tuduh sembarangan, lebih baik aku ke kantor." Gumam ku dan memasukkan kembali handphone ke dalam tas.


Saat lampu merah. . .


"Pak tolong mampir dulu ke toko bakery yang sebelum kantor iya!" Ucap ku.


"Baik Bu." Jawab Pak Supir, dan tak lama kami pun sampai di toko "Bakery n Donat" milik sahabat ku, semasa putih abu.

__ADS_1


Saat ini aku sudah mengambil beberapa macam roti dan donat, cuman aku mencari roti isi keju kesukaan ku. Saat aku akan mengambil nya, tiba-tiba ada orang lain juga yang akan mengambil roti tersebut.


"Aduh Maaf." Ucap nya yang tidak sengaja menyentuh tangan ku.


"Tidak apa-ap. . . " Ucap ku terhenti saat melihat laki-laki yang ada di depan ku.


"Loh! Kamu Dira!" Ucap Kak Aldi terkejut, sama terkejutnya dengan aku.


Baru tadi malam kami bertemu, dan sekarang kami bertemu lagi. Dulu sewaktu aku berpacaran dengan Kak Aldi, aku memang sering mengajaknya ke sini. Karena ini toko Bakery langganan ku, namun tidak aku sangka kami akan bertemu di sini.


"Selamat pagi Ka!" Ucap ku sambil tersenyum.


"Pagi juga! Ini kamu ambil buat kamu aja!" Ucap Kak Aldi memberikan roti keju itu untuk aku.


"Beneran ngga apa-apa kalau buat aku? Soalnya ini tinggal 1 Ka." Ucap ku merasa tidak enak.


"Iya ngga apa-apa ko! Itu kan roti favorit kamu, ambil aja!" Ucap Kak Aldi.


"Kalau gitu makasih iya Ka." Ucap ku.


"Sama-sama! Kamu mau ke mana pagi-pagi begini? Udah rapi juga!" Tanya Kak Aldi heran.


"Iya ke kerja dong Ka! Mau ke mana lagi dengan stelan baju kaya gini?" Tanya ku, sambil berjalan mencari roti yang lainnya.


"Bukannya kamu lagi hamil? Kenapa kamu kerja? Memangnya suami kamu tega biarin istrinya yang lagi hamil untuk bekerja?" Tanya Kak Aldi.


"Kamu itu lagi hamil! Mending istirahat di Rumah, bahaya banyak di mana-mana." Ucap Kak Aldi memperingati ku.


"Iya Kak! Tenang aja! Eh iya! Aku udah selesai, Kakak udah selesai?" Tanya ku.


"Kakak juga sudah selesai, ayo kita ke kasir! Sini Kakak yang bawa." Ucap Kak Aldi, membawakan keranjang roti milik ku.


"Terimakasih ka." Ucap ku dan kami pun berjalan menuju kasir, aku pun membagi 2 roti milik ku.


"Totalnya jadi 351.000 Bu." Ucap Kasir, namun saat aku akan mengeluarkan dompet. Jangan ku di tahan oleh Kak Aldi, aku pun sontak mendongakkan kepala menatap nya bingung.


"Sekalian aja Mba sama ini, tolong bungkusnya di pisah." Ucap Kak Aldi, sambil menyerahkan roti milik nya dan juga kartu berwarna gold milik nya.


"Ngga usah Kak! Aku bisa bayar sendiri ko!" Ucap ku merasa tidak enak.


"Udah diem deh! Biar sekalian juga." Ucap Kak Aldi santai.


"Ini Pak! Terimakasih," ucap Kasir, sambil menyerahkan bungkusan keresek, struk belanjaan dan juga kartu sakti milik nya.


"Sama-sama." Ucap Kak Aldi dan kami pun keluar bersama menuju mobil ku.

__ADS_1


"Kamu bawa mobil sendiri?" Tanya Kak Aldi.


"Aku pake Supir itu di sana." Ucap ku sambil menunjuk Pak Supir yang berjalan menuju kami.


"Sudah selesai Bu?" Tanya Pak Supir.


"Sudah Pak, tolong di simpan di mobil iya Pak." Ucap ku setelah mengambil bungkusan roti dari Kak Aldi.


"Baik Bu, saya permisi ke mobil Bu, Pak." Ucap Pak Supir dan di balas anggukan kepala oleh ku.


"Terimakasih banyak iya Ka, sudah di bayarin belanjaan aku." Ucap ku.


"Sama-sama, kamu kerja di mana?" Tanya Kak Aldi.


"Aku kerja di PT. NH grup, aduh maaf Ka! Aku duluan iya, sudah siang soalnya." Ucap ku yang merasa tidak enak.


"Oh iya! Kamu benar, iya sudah kamu hati-hati iya. Sampai berjumpa lagi." Ucap Kak Aldi, sambil membukakan pintu mobil.


"Iya Kak! Assalamualaikum." Ucap ku sambil tersenyum.


"Wa'alaikum salam." Jawab Kak Aldi, kemudian melambaikan tangan.


Tidak pernah terbayangkan jika aku akan kembali bertemu dengan orang dari masa lalu ku, orang yang dulu aku cintai dan orang yang dulu harus aku tinggalkan demi kebaikannya.


"Kita sudah sampai Bu." Ucap Pak Supir yang membuyarkan lamunanku.


"Astaghfirullah maaf Pak, tadi saya melamun." Ucap ku, kemudian mengambil tas dan bersiap keluar mobil.


"Bu maaf ini makanannya mau di bawa ke dalam atau untuk nanti pulang?" Tanya Pak Supir.


"Aku bawa aja Pak." Ucap ku dan Pak Supir memberikan bungkusan roti itu kepada ku, karena tadi di simpan di samping kursi Pak Supir.


"Yang ini untuk Bapak ngemil iya." Ucap ku, memberikan 1 dus roti.


"Terimakasih banyak Bu." Ucap Pak Supir.


"Sama-sama Pak, kalau begitu saya kedalam iya." Pamit ku dan bergegas aku keluar mobil menuju Ruangan ku.


Ting.


Aku pun keluar dari lift, dan berjalan menuju Ruangan di ikuti Sekretaris Dian.


"Selamat Pagi Bu." Sapa Sekretaris Dian.


"Pagi juga, apa jadwal saya hari ini?" Tanya ku.

__ADS_1


"Jadwal Ibu hari ini. . .


__ADS_2