Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 93


__ADS_3

Kring. . . Kring. . . Kring. . .


Dian Call. . .


[Assalamualaikum, ada apa Dian?] Tanya ku.


[Wa'alaikum salam Bu! Mohon maaf mengganggu waktunya, saya ingin menyampaikan bahwa siang nanti ada klien dari Singapura ingin bertemu langsung dengan Ibu.] Ucap Dian menjelaskan.


[Apa tidak bisa di wakilkan oleh Selva?] Tanya ku, sebab siang nanti aku harus menjemput Arjun di sekolahnya.


[Mohon maaf Bu! Klien kita menolak untuk di wakilkan, sebenarnya mereka sudah membatalkan pertemuan beberapa kali. Sebab mereka ingin bertemu langsung dengan Ibu, apakah ibu bisa hadir? Jika bisa saya akan mengkonfirmasi kembali kepada klien kita Bu.] Ucap Dian kembali menjelaskan.


[Huft. . . Baiklah! Kamu atur pertemuannya, saya akan hadir.] Ucap ku.


[Baik kalau begitu, saya akan segera konfirmasi kepada klien kita Bu. Terimakasih atas waktunya, assalamualaikum.] Ucap Dian.


[Wa'alaikum salam.] Ucap ku, kemudian mematikan sambungan telpon.


Aku pun keluar dari kamar untuk menemui Mama, meminta tolong menjaga Baby El selama aku pergi ke kantor dari tangga aku bisa mendengar suara tawa baby El dan Mama yang sedang asyik bercanda di Ruang Keluarga.


"Aduh asyik banget deh, padahal cuman berdua doang ini." Ucap ku kemudian memeluk manja Mama dari samping


"Baby liat itu Mama kamu masih aja manja sama Oma, emangnya ngga malu di liat Baby." Ucap Mama pada Baby El yang di balas tawa oleh Baby El, mungkin di kira Oma nya sedang mengajaknya bercanda lagi.


"Ikh! Mama ngeselin deh! Baby jangan di dengerin iya ucapan Oma! Sepertinya Oma sirik sama Mama." Ucap ku kemudian kami pun bercanda bersama, tanpa terasa waktu makan siang datang.


"Oh. . . Iya Ma, hampir aja lupa. Nanti Ade ada meeting sebentar Ma, Ade nitip Baby El iya Ma." Ucap ku.


"Siap, serahkan Baby El sama Oma yang cantik ini. Pokoknya semua nya beres, iya kan sayang?" Tanya Mama sambil bermain dengan Baby El.


"Makasih iya Ma, maaf ngerepotin Mana." Ucap ku, kemudian mengecup pipi Mama.


Cup.

__ADS_1


"Sama-sama sayang, oh. . . Iya! Abang siapa yang jemput kalau kamu meeting?" Tanya Mama.


"Abang tetap Ade yang jemput Ma, nanti sehabis jemput Abang Ade langsung ke kantor. Abang Ade bawa aja ke kantor sekalian Ma, biar ngga bolak balik." Ucap ku.


"Iya sudah gimana baiknya saja Nak! Kamu fokus saja dengan pekerjaan kamu, Baby El biar Mama yang urus. Yang terpenting stok ASI nya aman, yang lainnya Mama yang urus." Ucap Mama.


"Tenang Oma cantik, stok ASI Baby El sudah banyak di Freezer. Lagian juga Ade ngga akan lama ko Ma, paling 2 jam." Ucap ku.


"Iya sudah sana kamu siap-siap dulu, makan siang dulu sebelum berangkat." Ucap Mama.


"Kayanya Ade makan siang di luar aja Ma, ini ternyata Abang pulang cepet. 20 menit lagi bubar sekolah, guru nya baru memberi kabar ini Ma. Iya sudah Ade siap-siap dulu iya Ma." Ucap ku, kemudian aku bergegas bersiap dan tak lama aku pun segera berangkat.


Khawatir Arjun menunggu lama, beruntung jarak sekolah Arjun tidak terlalu jauh. Sehingga tidak memerlukan waktu yang lama, meski tetap saja Arjun sudah duduk menunggu di Ruang Guru.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


"Assalamualaikum Bu, saya mau menjemput Arjun." Ucap ku sopan, saat ada guru yang menghampiri karena saat ini pintu Ruang Guru sedang terbuka.


"Tidak apa-apa Bu, saya juga mengerti. Kalau begitu kami pamit pulang dulu Bu, terimakasih sudah mau menjaga Arjun sampai saya menjemputnya." Ucap ku.


"Sama-sama Bu, itu sudah kewajiban kami. Hati-hati di jalannya Bu, Arjun sampai berjumpa besok iya." Ucap Ibu guru.


"Arjun pulang dulu Bu, terimakasih." Ucap Arjun, kemudian mencium tangan Ibu guru.


"Kami permisi Bu, assalamualaikum." Ucap ku, kemudian kami pun segera keluar menuju mobil.


Di dalam mobil.


"Gimana tadi di sekolah Bang? Ada kendala tidak?" Tanya ku, sambil mengemudikan mobil.


"Biasa aja Ma, tidak ada kendala apapun." Ucap nya.


"Syukur kalau begitu! Oh iya! Abang mau makan apa siang ini?" Tanya ku.

__ADS_1


"Memang Mama ngga masak?" Tanya nya, yang memang senang sekali jika aku yang memasak.


"Maaf sayang, Mama ngga sempet masak. Tadi begitu Ibu Guru memberi kabar, Mama langsung berangkat. Maafin Mama iya! Tapi nanti malam Mama yang masak buat Abang iya." Ucap ku.


"Iya ngga apa-apa Ma, Abang makan apa aja deh Ma." Ucap nya.


"Oke, gimana kalau kita beli M*D saja? Tapi kita take a way, ngga apa-apa kan?" Tanya ku.


"Iya Ma." Jawabnya.


"Oh. . . Iya! Tumben Mama pake baju kaya gini? Memang Mama mau ke mana?" Tanya Arjun heran.


"Nanti Mama mau ke kantor dulu Nak sebentar, Abang mau ngga ikut Mana dulu? Nanti kita makan di kantor Mama." Ucap ku.


"Mauuuuu. . . Abang mau ke kantor Mama! Nanti Abang boleh baca buku Mama lagi ngga?" Tanya nya antusias.


"Boleh dong, Abang boleh baca semua buku koleksi Mama sepuas Abang." Ucap ku.


Setelah membeli makan siang, kami pun melanjutkan perjalanan menuju kantor ku. Dan di sana Dian juga Selva sudah menunggu, kami pun makan siang bersama sebelum meeting.


"Abang tunggu di sini sebentar mau kan? Mama ada meeting dulu sebentar di lantai bawah, Abang nanti di temenin sama Mba Vivi iya. Soalnya Mama sama Tante Dian dan Tante Selva meetingnya, ngga apa-apa kan?" Tanya ku hati-hati.


"Iya ngga apa-apa Ma! Abang tunggu di sini aja, mau baca buku. Mama fokus aja meetingnya." Ucap nya sambil tersenyum dan aku pun mengelus sayang rambutnya.


"Vivi, tolong jaga anak saya iya! Kalau dia mau jajan, kamu ajak ke kantin kantor iya! Jangan keluar dari lingkungan kantor, ingat itu iya!" Ucap ku.


"Baik Bu." Ucap Vivi sekretaris Selva.


"Iya udah Mama keluar dulu iya Nak!" Ucap ku.


"Iya Mama." Ucap Arjun.


Dan kami pun berjalan menuju ruang meeting, namun entah mengapa tiba-tiba jantung ku berdetak kencang sekali. Tidak biasanya aku merasakan hal seperti ini saat akan meeting, seakan enggan untuk masuk ke dalam ruang meeting.

__ADS_1


__ADS_2