Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 77


__ADS_3

Keesokan harinya. . .


Aku bekerja seperti biasanya dan saat ini aku sedang melakukan meeting dengan klien di luar Perusahaan, di temani Sekretaris Dian dan juga 2 orang karyawan lainnya.


Meeting berjalan lancar dan kami pun sekalian makan siang di luar bersama.


"Ayo kalian pilih yang kalian mau, saya yang bayar." Ucap ku kepada karyawan ku.


"Siap Bos." Ucap mereka cekikikan.


"Dian kamu telpon Selva gih! Siapa tau dia mau gabung, biar sekalian di pesenin." Ucap ku.


"Iya Mba." Ucap Dian, kemudian menelpon Selva.


Tak lama kemudian Selva datang, berbarengan dengan pesanan kami yang juga datang. Kami makan siang bersama sambil sesekali bercanda.


"Mba di telpon dari tadi ngga di angkat mulu deh! Bikin kesel." Ucap Selva merajuk.


"Loh kamu telpon? Ko Mba ngga tau? Sebentar Mba cek dulu." Ucap ku, kemudian mencari keberadaan handphone ku di tas dan aku pun panik karena handphone nya tidak ada di dalam tas.


"Handphone nya ngga ada, kemana iya? Mba lupa, aduh gimana ini? Mana banyak no penting nya." Ucap ku panik.


"Kan tadi handphone Mba lagi di cas di Ruangan Mba, jadi ngga di bawa." Ucap Dian mengingatkan, seketika aku pun menepuk jidat ku.


"Iya Mba lupa, semalam belum di cas. Jadi handphone nya habis baterai." Ucap ku cengegesan sambil menggaruk leher belakang ku yang tak gatal.


"Pantesan aja di telpon ngga di angkat, tau nya ngga di bawa. Mba jadi pikun, pasti faktor U." Ucap Selva.


"Faktor U? Apa itu?" Tanya ku bingung.


"Faktor umur tua, hahaha. . ." Ucap Selva sambil tertawa dan yang lainnya pun ikut tertawa.


"Nyebelin deh! Enak aja Mba di sebut tua! Mba masih muda tau! Kita aja cuman beda 3 tahun." Ucap ku kesal dan melempar kentang goreng ke arah Selva.


"Hahaha. . . Bercanda Mba." Ucap Selva yang masih tertawa.


"Bu. . . Bu. . ." Panggil Yuli karyawan ku, sambil menepuk tangan ku pelan.


"Ada apa Yul?" Tanya ku heran.


"Itu Bu!" Tunjuk Yuli ke arah kasir, yang sedang terjadi keributan kecil.


"Kenapa emangnya?" Tanya ku heran.

__ADS_1


"Iya ada apa sih Yul? Kepo nih!" Ujar Selva.


"Bukannya perempuan yang pakai kerudung itu, yang waktu itu bikin keributan di Perusahaan iya Bu?" Ucap Yuli.


"Iya Bu bener! Itu perempuan yang ngaku-ngaku dia pemilik Perusahaan." Ucap Bela karyawan ku juga.


"Masa sih? Cuman mirip aja kali." Ucap ku tak peduli.


"Beneran Bu, itu perempuan nya sama banget. Aku hapal banget, soalnya pas aku lagi di bawah. Jadi tau banget itu muka perempuan nya." Ucap Yuli kekeuh.


"Eh. . . Iya loh! Mba! Itu istri baru nya Tio." Ucap Selva.


"Udah deh! Biarin aja, bukan urusan kita. Kecuali dia bikin ribut dengan kita, baru kita bertindak." Ucap ku acuh.


"Kaya nya dia ngga sanggup bayar deh Mba! Belagu banget lagian berani banget makan di Restoran mewah kaya gini, bisa-bisa gajih 1 bulan habis cuman makan di tempat ini doang. Hahaha. . . " Ucap Selva tertawa.


"Udah deh! Biarin aja! Itu urusan mereka, lebih baik lanjutin makannya. Biar kita bisa cepet kembali ke Perusahaan." Ucap ku.


"Aku sudah selesai Mba." Ucap Dian.


"Saya juga Bu." Ucap Yuli dan Bela.


"Eh. . . Tunggu dikit lagi nih!" Ucap Selva yang kemudian terburu-buru memakan makanannya, aku pun meminta bill kepada pelayan dan setelah melakukan pembayaran kami pun bersiap ke kantor.


"Dek!" Sapa Mas Tio dengan senyum bahagia.


"Kamu liat kan Dek! Kita memang jodoh, di mana pun kita pasti bertemu. Makanya kamu mau iya! Rujuk sama Mas, nanti kamu ngga perlu capek-capek kerja. Biar Mas yang gantiin kamu jadi pemimpin di Perusahaan, kamu cukup duduk manis di Rumah." Ucap Mas Tio percaya diri.


"Sudah bicaranya?" Tanya ku dan Mas Tio pun menganggukan kepalanya sambil terus tersenyum.


"Kalau begitu permisi, saya mau lewat." Ucap ku, kemudian berjalan melewatinya.


"Dek. . . Tunggu Dek!" Panggil Mas Tio.


"MASSS TIOOOOO. . . " Teriak Sifa yang membuat Mas Tio tidak jadi mengejar ku, kami pun masuk ke dalam mobil dan berangkat menuju Perusahaan kembali.


"Seperti nya mereka memang sudah gila." Celetuk Selva.


"Bisa jadi itu! Mba harus lebih berhati-hati dengan mereka, ngeri liat mereka itu." Ucap Dian.


"Jangankan kalian! Mba aja ngeri tiap ketemu mereka, bener-bener merusak mood ketemu mereka itu." Ucap ku sambil menghela nafas kasar.


"Bingung deh! Mau mereka itu apa? Bisa-bisanya berbuat kaya gitu setiap ketemu Mba." Ucap ku lagi.

__ADS_1


"Kalau memang meresahkan banget, mending di laporkan saja Bu ke polisi. Biar kapok sekalian mereka itu." Usul Yuli.


"Nah setuju! Tumben pinter kamu Yul." Ledek Selva.


"Iya ampun Bu! Yuli kan memang pinter." Ucap Yuli percaya diri dan membuat kami tertawa.


Kami pun tiba di Perusahaan dan melakukan tugas masing-masing, aku pun belum membuka handphone ku. Karena masih fokus dengan pekerjaan ku agar cepat selesai, rencananya sepulang bekerja aku ingin menjenguk Anisa.


Tok. . . Tok. . . Tok. . .


"Masuk." Ucap ku.


Ceklek. . .


"Selamat sore Bu, mohon maaf mengganggu. Mau memberitahukan, bahwa sudah waktunya untuk pulang Bu." Ucap Sekretaris Dian mengingatkan dan aku pun menghentikan kegiatan ku, kemudian melirik jam tangan ku.


"Udah sore ternyata, iya sudah kamu siap-siap pulang sana. Mba mau menyelesaikan dulu berkas ini." Ucap ku.


"Iya udah Dian bantu iya Mba." Ucap Dian.


"Lah! Memang kamu udah beresin barang-barang kamu?" Tanya ku.


"Makanya liat dulu dong! Sekretaris nya yang cantik ini sudah rapi begini." Ucap Dian narsis.


"Iyaa ampun! Kamu ketularan Selva? Jangan dong! Cukup 1 Selva aja sudah bikin Mba pusing, jangan di tambah lagi." Keluh ku.


"Hahaha. . . Kan cuman bercanda Mba, sini Dian bantu." Ucap Dian.


"Ngga perlu, ini juga udah beres kok!" Ucap ku, kemudian membereskan berkas yang ada di meja di bantu Dian.


"Kamu mau ikut ngga? Mba mau ke Rumah Sakit, mau nengok Anisa." Ucap ku.


"Boleh Mba, lagian bosen di rumah terus. Selva di ajak ngga Mba?" Tanya Dian.


"Ajak aja sekalian." Ucap ku dan kami pun keluar dari Ruangan ku, bertepatan dengan Selva yang berjalan menuju Ruangan ku.


"Panjang umur nih anak!" Ucap ku dan kami tertawa.


"Pasti ngomongin aku kan?" Tuduh Selva.


"Kamu mau ikut ngga sama kita?" Tanya ku.


"Ikuttttt." Jawab Selva, tanpa tau mau di ajak ke mana.

__ADS_1


__ADS_2