Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 95


__ADS_3

~Flash Back~


Setelah Arjun mengatakan dia merasa ada orang yang memperhatikannya diam-diam, aku pun meminta bantuan anak buah Bang Naufal untuk mencari tau. Ternyata mereka di minta untuk memata-matai Arjun dan menginformasikan kepada Bos nya semua kegiatan Arjun, namun mereka tutup mulut soal siapa yang menyuruh mereka.


Dari situ aku mulai curiga, kemungkinan besar jika keluarga kandung Arjun yang melakukan hal itu. Kecurigaan ku bertambah saat tiba-tiba Dian menelpon, meminta ku ke kantor untuk meeting dan klien itu tidak mau jika di wakilkan oleh siapa pun.


Saat pertama kali menginjakkan kaki di Ruang Meeting aku melihat wajah yang sangat familiar bagi ku, wajah Arjun. Jika yang sebelumnya bola matanya yang sama, kini yang ku lihat wajahnya benar-benar mirip dengan Arjun.


Apa aku siap kehilangan Arjun?


Apa aku siap menyerahkan Arjun kepada keluarga nya?


Apa aku siap di lupakan Arjun?


Jawabannya adalah . . .


TIDAKKKK. . .


Akan ku pertahankan anak ku, apa pun yang terjadi. Akan aku lakukan apapun, agar anak ku selalu berada di samping ku. Karena aku sangat menyayangi nya, namun tetap semua keputusan ada di tangan Arjun.


Jika memang Arjun ingin kembali kepada keluarganya, maka aku sendiri yang akan mengantarkannya kembali kepada keluarganya dengan tangan ku sendiri.


~Flash Off~


"Bagaimana jika saya membawa masalah ini ke jalur hukum?" Tanya Pak Kevin.


"Silahkan anda lakukan, maka dengan begitu anda akan melihat seberapa besar perjuangan seorang ibu untuk mempertahankan anak nya."

__ADS_1


"Anda serius? Tentu saya yang akan memenangkan tuntutan saya, karena saya ayah kandungnya." Ucap nya santai.


"Buktikan jika memang Arjun anak anda! Saya tidak akan semudah itu mengembalikan Arjun kepada orang yang telah membuang Arjun." Ucap ku tanpa mengalihkan pandangan dari Arjun yang sedang makan ice cream dengan Dian dan Selva.


"Bagaimana jika Arjun sendiri yang ingin kembali kepada saya? Setelah dia tau saya ayah kandung nya?" Tanya Pak Kevin.


"Maka saya sendiri yang akan mengantarkannya kepada anda dengan kedua tangan saya sendiri, karena dengan kedua tangan ini pula saya membawa nya menjadi anak saya." Ucap ku sendu.


"Anda sudah memiliki anak, bahkan anak kandung yang anda lahirkan sendiri. Mengapa anda memaksakan diri mempertahankan anak angkat anda?" Tanya nya heran dan aku pun tersenyum.


"Rasa sayang saya kepada mereka sama, meski mereka berbeda. Namun tetap dalam hati dan hidup saya mereka anak-anak saya. Tidak ada yang bisa memisahkan kami, kecuali jika Arjun sendiri yang memilih keluarga nya. Maka saya tidak akan pernah menghalangi nya, untuk kembali kepada keluarganya. Tapi dia akan tetap menjadi anak saya, sampai kapan pun juga." Ucap ku.


"Bagaimana jika saya memberikan beberapa persen saham di Perusahaan saya, jika anda menyerahkan Arjun kepada saya saat ini juga." Tawar Pak Kevin, seketika itu pula aku menatap tajam wajahnya.


"Anda pikir dengan uang dapat membeli segalanya?" Tanya ku dan aku pun menggelengkan kepala.


"Tidak! Apa pun yang akan anda berikan untuk saya! Tidak akan pernah saya serahkan anak saya kepada anda!" Ucap ku.


"Yakin! Jika itu keinginan Arjun, saya sendiri yang akan mengantarkan nya kepada anda." Ucap ku tegas.


"Kami permisi." Ucap nya singkat kemudian mereka pergi meninggalkan kami, seketika air mata ku turun tanpa ku mau.


'Dan jika saat itu terjadi, maka separuh jiwa ku pun akan hilang. Bersama perginya anak ku! rela tidak rela, siap tidak siap hari itu akan datang. Dimana anak ku akan meminta untuk kembali ke keluarga nya.' Ucap ku lirih dalam hati, dengan air mata yang terus mengalir menahan sakit di dada.


"Mama kenapa? Siapa yang bikin Mama nangis? Apa orang-orang tadi yang bikin Mama nangis? Mana orangnya sekarang? Biar Abang marahin mereka! Mama jangan nangis, Abang sedih liat Mama nangis." Ucap Arjun dengan mata berkaca-kaca, aku pun bergegas menghapus air mata ku dan tersenyum manis.


"Ini bukan air mata kesedihan sayang, tapi ini air mata bahagia. Mama bahagia banget bisa jadi Mama Abang, bisa merasakan kasih sayang Abang, bisa meluk Abang kaya gini." Ucap ku sambil memeluk erat Arjun.

__ADS_1


"Mama ngga bohong kan?" Tanya Arjun dan aku pun menggelengkan kepala.


"Ngga dong! Buat apa Mama bohong, Mama sayang banget sama Abang. Sama kaya Mama sayang sama Baby El, kalian itu sumber kebahagiaan Mama." Ucap ku sambil tersenyum manis.


"Mama kalau ada apa-apa cerita ke Abang! Ngga boleh nutupin apa-apa dari Abang! Mama punya Abang buat tempat bercerita." Ucap Arjun bijak.


"Masyallah anak Mama hebat banget, makin sayang deh sama Abang. Terus temani Mama dan Baby El iya Bang!" Ucap ku kemudian memeluk kembali Arjun dengan sayang.


"Itu pasti! Abang akan selalu menemani dan menjaga Mama dan Baby El, Mama tenang aja iya." Ucap Arjun.


"Terimakasih sayang! Oh iya! Abang udah kenyang belum? Kalau sudah kita pulang yuk! Kasian Baby El takut rewel, gimana? Abang mau langsung pulang atau mau jalan-jalan dulu?" Tanya ku.


"Ayo Ma, Abang juga udah kangen sama Baby El. Kita pulang aja iya Ma! Kasian Oma pasti lelah menjaga Baby El." Ucap Arjun.


"Baiklah kalau begitu kita langsung pulang aja iya sayang." Ucap ku sambil merangkul pundak Arjun.


"Tungguu. . ." Ucap Selva dan kami semua pun melihat ke arah Selva sambil mengernyitkan kening bingung.


"Ada apa sih?" Tanya ku.


"Kita kan ke sini 1 mobil, terus kalau Mba sama Arjun langsung pulang. Kita berdua balik ke kantornya gimana?" Tanya Selva yang membuat aku ingin tertawa dan Dian menepuk keningnya.


"Iya tinggal jalan kaki! Lihat tuh!" Ucap Dian sambil menunjuk ke arah kaca transparan yang memperlihatkan kantor kami.


"Dari sini aja kelihatan itu kantor kita, tinggal jalan kaki juga nyampe!" Ucap Dian kesal.


"Woy. . . Ini panas banget tau! Gila aja gue di suruh jalan kaki panas-panas gini!" Ucap Selva dan aku pun langsung melemparnya dengan tisu.

__ADS_1


"Inget ada anak kecil! Jaga bicara nya!" Ucap ku kesal dan Selva pun meringis merasa bersalah.


"Hehe. . . Maaf Mba! Arjun ganteng, ucapan aunty tadi jangan di tiru iya nak!" Ucap Selva


__ADS_2