Suamiku Bukan Milik Ku

Suamiku Bukan Milik Ku
Bab 96


__ADS_3

Beberapa hari kemudian. . .


Seperti biasanya aku menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga ku, di bantu Asisten Rumah Tangga. Sedangkan Baby El sedang bersantai di halaman bersama Mama dan Papa yang sedang berolahraga ringan.


Aku pun menghidangkan makanan di meja makan, tak lama Arjun pun datang menghampiri ku. Dia yang sudah rapi dan siap untuk berangkat sekolah, kemudian duduk dengan tenang menunggu orang tua ku datang.


"Sebentar iya sayang, Mama panggilkan Opa dan Oma dulu." Ucap ku, kemudian mengelus rambutnya.


"Biar Abang aja Ma." Ucap Arjun yang akan turun dari kursinya.


"Ngga perlu, Abang tunggu di sini iya." Ucap ku sambil tersenyum, aku pun bergegas ke halaman memanggil Papa dan Mama.


"Ma, Pa ayo sarapan dulu." Ajak ku, kemudian aku pun menghampiri Baby El di stroller nya dan kami pun berjalan menuju meja makan.


Kami sarapan bersama, setelah itu aku pun mengantarkan Arjun dan Baby El pun sudah tertidur nyenyak setelah meminum ASI. Tak lama kami sampai di sekolah Arjun, aku pun mengantarkan nya hingga pintu gerbang sekolah batas antar siswa.


"Abang belajar yang rajin iya Nak! Nanti Mama jemput Abang lagi, kalau ada apa-apa bilang iya ke Mama." Ucap ku sambil mengelus rambutnya, dia pun menganggukan kepala.


"Iya Ma, Abang masuk dulu iya! Mama hati-hati di jalannya, assalamualaikum." Ucap nya kemudian mencium tangan ku dan mulai berjalan menjauh dari ku, aku pun melambaikan tangan memperhatikan nya hingga masuk ke dalam kelas.


'Semoga kelak Mama masih bisa melihat kamu tumbuh dewasa.' Ucap ku lirih dalam hati.


Saat ini aku sedang menikmati detik-detik kebersamaan ku dengan Arjun dan menyimpan semuanya baik-baik di memori ku, meski tak tau hingga kapan aku bisa bersama nya cepat atau lambat dia akan kembali bersama keluarga kandungnya.

__ADS_1


Ku langkahkan kaki ku menuju mobil, untuk segera pulang menemui anak ku yang satu lagi. Berusaha memberikan yang terbaik untuk anak-anak ku dan selalu menjadikan mereka prioritas dalam hidup ku.


"Assalamualaikum." Ucap ku, setelah tiba di Rumah dan bergegas membersihkan diri terlebih dahulu sebelum menemui sang buah hati.


"Ya ampun ini anak siapa sih! Gembul banget pipi nya, pengen di cubit deh rasanya." Ucap ku yang gemas, melihat Baby El tidur dengan posisi yang sangat lucu di tambah pipi nya yang berisi membuatnya semakin menggemaskan.


"Udah pulang Dek?" Tanya Mama yang keluar dari kamar mandi.


"Udah Ma, tadi aku bersih-bersih di kamar Abang. Habis nya Mama lama di kamar mandi." Ucap ku cemberut.


"Maaf iya! Mama mules tadi." Ucap Mama cekikikan.


"Makanya kalau makan yang pedes-pedes itu dikit aja, jadi mules gitu perutnya kan." Omel ku.


"Habisnya masakan anak Mama enak banget, meski pedes tapi enak banget. Makin hebat aja anak Mama masak nya!" Puji Mama sambil mengacungkan kedua jempolnya.


"Iya sudah Mama mau ke kamar dulu iya! Nanti jam 10 Mama mau pergi arisan sama temen-temen Mama, ngga apa-apa kan kamu Mama tinggal?" Tanya Mama.


"Tenang aja, semua kerjaan aman ko Ma. Nanti di anter supir kan? Jangan pake taksi online, nanti Papa marah lagi loh!" Ucap ku.


"Bawel banget sih kamu! Iya Mama pakai supir ko! Iya sudah Mama ke kamar dulu." Ucap Mama.


"Oke! Hati-hati iya Ma." Ucap ku saat Mama beranjak dari kamar ku dan mengacungkan jempol nya.

__ADS_1


Ting.


~Bang Naufal~


Dek, Abang sudah berhasil mendapatkan informasinya. Nanti Abang kirim lewat email kamu.


Setelah aku membaca pesan singkat dari Bang Naufal, aku pun bergegas membuka email dan membacanya.


Kevin Saputra, pemilik Putra Company. Seorang Pengusaha muda yang merintis usaha dari usia yang masih belia hingga kini Putra Company telah bergerak dalam berbagai sektor yang membuat Perusahaan semakin maju.


"Wow. . . Banyak banget penghargaannya, dia benar-benar Pengusaha hebat." Gumam ku, saat membaca informasi yang Bang Naufal dapatkan.


"Tapi tunggu, kenapa anak dan istrinya tidak di publikasikan iya?" Gumam ku heran, karena hanya tertulis sudah menikah dan memiliki anak.


"Foto keluarga nya tidak ada, bahkan untuk namanya aja juga tidak di cantumkan. Berarti ada sesuatu hal menyangkut keluarganya, apalagi jika benar dia ayah kandung Arjun. Kemungkinan besar, ada saingan bisnis nya yang ingin menghancurkan bisnisnya lewat keluarga nya." Gumam ku mencoba menganalisa informasi yang aku dapatkan.


"Kalau di lihat dari latar belakangnya, pasti dengan mudah nya dia menemukan Arjun. Tapi ini membutuhkan waktu yang lama dan dia pun tidak serta-merta mengambil Arjun dari ku, bahkan ini terkesan lama sekali. Karena sebenarnya dia bisa kapan saja mengambil Arjun dari ku. Berarti benar, ada yang tidak beres dengan keluarga nya. Aku harus lebih berhati-hati mulai sekarang." Gumam ku.


Oek. . . Oek. . . Oek. . .


"Aduh maaf sayang, Mama terlalu fokus iya. Sampai kamu bangun Mama tidak tau, cup. . . Cup. . . Cup. . . Anak ganteng Mama, mau minum susu iya? Ayo sayang ku." Ucap ku sambil menggendong Baby El dan mulai memposisikan diri dengan benar, agar Baby El tidak gumoh.


(Gumoh/spitting up atau gastroesophageal reflux merupakan keluarnya sebagian susu saat atau setelah bayi menyusu. Gumoh sering ditemui pada bayi sampai usia 1 tahun dan merupakan hal yang normal terjadi.)

__ADS_1


Setelah menyusui nya, aku pun menggendong Baby El di dada dengan dagu nya yang bertumpu pada bahu ku. Kemudian aku pun menepuk pelan punggung nya, untuk mengeluarkan udara yang berlebih di dalam tubuhnya dengan bersendawa.


Hal itu aku lakukan untuk menghindari terjadinya gumoh dan perut kembung yang bisa terjadi pada bayi. Membuat sendawa Baby El setiap selesai menyusuinya, adalah kegiatan wajib bagi ku.


__ADS_2