
besok adalah hari ulang tahun pondok pusat rehabilitasi milik ustad Zakaria ,aku pun bersama ibu sengaja membuat kue yang banyak
untuk merayakan nya
"ibu lelah ,sebaiknya ibu pulang saja biar aku yang menyelesaikan ini "ucap rissa
"sepertinya faktor umur sangat berpengaruh ,ibu jadi cepat lelah begini "jawab ibu
"Celine pulang saja bersama ibu ,cepatlah"ucap Rissa
"baik,bibi ayo kita pulang duluan ya "ajak celine
ibu dan Celine pun pulang ke pondok
tinggal aku sendiri di toko roti ini ,sambil menunggu semua kue matang di panggang
aku telfon Nathan
"halo mas ,kamu sedang apa ?"tanya Rissa
"aku baru selesai meeting ,kamu sedang apa sayang?"tanya balik Nathan
"aku di toko roti ibu ,sedang membuat kue untuk acara besok ultah pondok "jawab Rissa
"apa ibu juga di situ ?"tambah Nathan
"ibu sudah pulang bersama Celine"jawab Rissa
"ok,aku kesana "Nathan menutup telfonnya
"hei tunggu "ucap Rissa
pasti suami ku kesini
aku rindu sekali padanya ,akhir -akhir ini kita jarang
bersama ..
dari kejauhan ada sepasang mata sedang memperhatikan toko roti
info di telfon menyuruh membakar toko roti bersama Rissa di dalam nya
"permisi nona Rissa ini ada pesanan coklat dan keju taruh di mana ya "ucap kurir
"taruh di dapur saja "ucap Rissa yang sedang duduk
di perjalanan Presdir tampak senang bertemu Carissa ,sayang aku rindu sekali
pria yang dari kejauhan sudah mengintai mendekati toko roti dan menuang bensin dan menyalakan api ,seketika api menyebar segala arah
Rissa di dalam panik dan binggung mencari jalan keluar ,ya tuhan api makin besar
tolong aku teriak Rissa
semua orang panik di sekitar toko ,melihat semburan api makin besar
terlebih lagi Presdir sangat kaget melihat toko roti
terbakar
Carissa ada di dalam,istriku carissa
Nathan terus berusaha masuk dalam api tersebut
untuk carissa menyimpan terpal basah untuk melindungi tubuhnya ..
"tuan jangan masuk api sangat besar "ucap warga
"istriku di dalam aku harus masuk "Nathan tetap masuk
dalam kobaran api ,Nathan terus mencari
Carissa yang juga panik ,terus berusaha keluar
dan mereka berpapasan
"sayang ini kamu"ucap Nathan
__ADS_1
"mas ,kamu kita berlindung di bawah terpal basah ini "ucap Rissa
dengan susah payah mereka berusaha keluar
tapi kayu mulai berjatuhan mengenai tangan Rissa
Nathan langsung panik dan menariknya
bak adegan sinetron sungguh tegang
tangan Rissa yang terbakar membuat Nathan terus
dengan sigap menuju pintu keluar
saat hendak keluar dari pintu ,tiba-tiba saja kayu roboh menimpa tubuh Nathan hingga jatuh
dan Nathan juga terluka
untunglah mobil pemadam kebakaran cepat datang ,meskipun terluka Nathan dan Rissa selamat
akibat kebakaran itu Carissa terluka di tangannya
sedangkan Nathan terluka di tubuhnya
"Rissa sayang kamu tidak apa -apa ?"tanya ibu
"aku hanya luka sedikit tapi suamiku masih di IGD Bu"jawab Rissa
"sayang sabarlah ,ibu yakin Nathan pasti kuat dan baik -baik saja "ucap ibu menenangkan
setelah setengah jam berlalu ,Nathan pun pindah di ruang perawatan tapi karena efek obat bius Nathan
masih belum sadar
mendengar hal itu ,lagi -lagi Carissa ingin di rawat di kamar yang sama dengan Nathan
ibunya pun setuju karena melihat Rissa sangat khawatir
"ibu ,Nathan datang di waktu yang tepat kalau tidak ,mungkin aku pasti "Rissa berhenti dan menangis
"iya sayang ,ibu bersyukur kalian masih selamat "ibu memeluk Rissa
hati ibu mulai tersentuh ,aku melihat cinta yang besar sekali diantara Rissa dan Nathan
"sayang ibu keluar dulu ya,"ibu pergi
"iya Bu"jawab Rissa
sebenarnya apa yang terjadi padaku ?
kenapa ?kebencian begitu besar tumbuh di hatiku
padahal aku tahu jika laki-laki itu sangat mencintai putriku ,apalagi keraguanku (isi hati ibu)
lebih baik aku ziarah ke makam suamiku
mungkin aku bisa lebih berfikir jernih
mata Rissa terus menatap Nathan meski mereka sama -sama terbaring di ranjang rumah sakit
Nathan pun mulai bergerak dan menyebut
nama rissa
"Rissa sayang kamu di mana ?"ucap Nathan membuka matanya
"sayang aku disini "Rissa senyum sedih
"sayang "Nathan pun menatap dari ranjang dengan sedih juga
saat dua insan sedang melihat sedih tanpa bicara
Sebastian dan Silvy pun muncul
"Presdir kamu sudah sadar dan juga Rissa kamu baik -baik saja "ucap Tian
"syukurlah kalian berdua selamat "ucap Silvy juga
__ADS_1
"Silvy tolong bantu aku bangun,aku ingin dekat dengan suamiku "pinta Rissa
"baik ,ayo aku bantu"jawab Silvy
"sayang kamu baik -baik ,saja kan "Rissa menangis
"aku baik,sudah jangan menangis "Nathan memegang pipi Rissa
melihat itu Tian dan Silvy mundur
seakan sedang menonton drama
"Tian apa mereka selalu seperti ini "ucap Silvy
"ya mereka selalu begitu,meski begitu banyak masalah tapi cinta mereka sangat kuat "jawab Nathan
benar aku melihat cinta yang besar dari mata mereka,seakan takut kehilangan satu sama lain
"Nathan sudah berubah ,dari pria dingin jadi bucin penuh cinta itupun hanya untuk Carissa "tambah Silvy sedih
"hei ,jangan seperti itu aku tahu pesona Nathan sebagai bos sangat luar biasa,tapi kehadiran Rissa lah mengubah angkuh jadi cinta ,harusnya kita senang melihat mereka "dukung Tian
"benar sebagai teman kita harus bahagia ,meski pun hatiku terasa sedih "Silvy meneteskan air mata
"sudah aku paham ,jika rasa itu hanya akan menyakiti lebih baik buang saja,dan tersenyum lah agar kita juga ikut bahagia "Tian memberi semangat
"kamu benar ,sebaiknya kita pergi "Silvy keluar
"tunggu aku bicara sebentar pada Nathan ya "ucap Tian lagi
Silvy keluar dengan tersenyum sepertinya kalimat
yang sebastian ucapkan itu benar
percuma aku menyukai seseorang yang bukan
milik ku
"Presdir boleh aku bicara "ucap Tian lagi
"ya silahkan "jawab Nathan
"aku menemukan kejanggalan dari kebakaran toko roti ibu Rissa ,aku rasa seseorang sengaja melakukannya "jelas Tian
"apa sengaja membakar toko roti ibu"Rissa kaget
"ya itu dugaan sementara,aku hanya ingin bilang pada kalian ,jika ada orang lain yang bertanya soal ini selain aku ,bilang saja ini kecelakaan ,agar aku sendiri saja yang menyelesaikannya "tegas Tian
"ok aku serahkan pada mu wakil "ucap Tian
"kalau begitu aku permisi "Tian pamit
mendengar penjelasan Sebastian sepertinya
kecurigaan ku benar seseorang sangat tidak
menyukaiku ,bahkan sanggup membunuhku
aku rasa harus lebih waspada
musuh ini sangat halus dan rapih
"sayang kamu tenang saja,Sebastian pasti menyelesaikannya "ucap Nathan
"aku cuma takut,jika ingat hal itu tubuhmu terbakar hanya untuk menyelamatkan aku "Rissa menangis
"sayang sudah jangan menangis,aku sangat mencintaimu selama aku hidup aku tidak ingin melihat mu terluka "Nathan sedih
"mungkin jika ,kamu tidak datang aku sudah "Rissa berhenti
"cukup jangan di teruskan ,ingatlah kata-kata ku,kita tidak akan berpisah sampai kapanpun ,jika hari itu pun datang aku juga pasti ikut dengan mu "Nathan berjanji
"tidak aku tidak ingin mati bersamamu ,tapi hidup bahagia bersama mu itu yang aku mau,jika aku mati kamu harus tetap hidup karena Rissa tidak akan mati selalu ada untuk Jonathan "Rissa memeluk Nathan
Carissa aku pun merasa takut luar biasa
saat api itu membakar tempat kamu yang ada di dalamnya ,aku panik ..
__ADS_1
tapi cinta ini mampu menguatkan kita
untuk selalu bersama