Supir Taksi Itu Bos Ku

Supir Taksi Itu Bos Ku
diam


__ADS_3

sebenarnya pergi ke butik hanya alasan ku


saja untuk sekedar mengalihkan masalah


aku terus menyibukkan diri tanpa menyalakan hp ku ,karena aku tahu Nathan pasti sibuk menelfon


aku terus mendesign meluapkan rasa yang ada dalam hatiku


meskipun air mata terus menetes


"kakak Rissa ,kakak tidak pulang "tanya Celine


"tidak ,aku belum selesai kamu pulang dengan supir seperti biasa ya "ucap Rissa


"jika bibi bertanya tentang kakak ,aku jawab apa ?"tanya Celine


"bilang aku lembur tapi pasti pulang "tambah Rissa tanpa menoleh ke celine


"baiklah ,aku pulang ya"ucap celine


tinggal aku sendiri di butik jam menunjukkan


jam 6 sore waktu Maghrib


mungkin saatnya aku mendekatkan diri pada Tuhan ,agar hatiku lebih tenang


aku pergi ke masjid dekat butik untuk beribadah


rumah Allah akan selalu membuat hati tenang


meskipun seribu masalah di hidup ku


aku percaya pasti ada jalan keluarnya


saat aku selesai sholat salah satu pengurus masjid


berbicara padaku


"mbak carissa kenapa pulangnya tidak bareng suaminya saja ,beliau masih berdoa di barisan laki-laki"ucap pengurus


apa Nathan juga kesini ?


lebih baik aku segera pergi


dari pada bertemu dengannya


"tidak saya duluan ,masih ada urusan "Rissa pergi


aku masuk mobil dan melaju kan mobil ku


aku sedang ingin diam saja


dari pada binggung harus menjelaskan apa


pada Nathan


sungguh sangat menyebalkan di saat aku ingin


menghindar ban mobilku kempes belum jauh dari area masjid,parahnya aku tidak membawa HP


yang sengaja aku tinggal di butik


"permisi pak ,dimana bengkel terdekat "tanya Rissa


"jauh neng sekitar 10 km,mang gak ada ban cadangan ?"tanya si bapak


"ada tapi saya tidak bisa menggantinya sendiri"ucap Rissa


"kami saja yang mengganti neng duduk aja dulu "tambah si bapak


aku risih di tempat seperti ini ,meskipun dulu aku sering di pasar malam di pinggir jalan seperti ini


sangat jauh berbeda ,tapi aku berusaha untuk santai ,untuk mencairkan suasana aku berusaha mengobrol santai


tapi mobil Dengan plat presdir juga berhenti di depanku


"apa yang sedang kamu lakukan di sini "tanya Nathan

__ADS_1


"kamu ,ban mobil ku pecah dan mereka membantuku "Rissa kaget


nathan tidak banyak bicara setelah si bapak


selesai mengganti ban mobilku Nathan langsung memberi mereka uang sebagai balas jasa


dan pamit dengan bilang kalau aku ini istrinya


"aku naik mobil ku sendiri saja "ucap Rissa masuk mobil


Nathan juga tidak banyak bicara langsung


masuk dalam mobilnya


melihat Nathan seperti itu aku jadi heran


mengapa dia tidak marah ?


dari belakang Nathan terus saja mengikuti mobil ku


aku binggung harus bagaimana ?


aku banting stir belok ke arah makan ayah


maksud ku biar Nathan tidak mengikuti


tapi di luar ternyata hujan turun


aku pun terus melaju dan memilih putar balik


sekilas mobil Nathan sudah tidak terlihat


aku rasa aman ,aku bisa kembali ke butik


saat sampai di depan butik


aku terkejut ternyata Nathan sudah berdiri


di pintu masuk butik


aku tidak menjawab dan langsung


masuk ke dalam butik dan nathan


sepertinya sudah habis kesabaran


"Carissa jawab aku "Nathan menarik tangan ku


"lepaskan ,aku sedang tidak ingin bicara padamu "ucap Rissa


"lalu apa yang kamu inginkan sekarang ?"tanya Nathan marah


"tinggalkan aku ,aku ingin fokus pada kesehatan ibu ku dulu "jawab Rissa


"maksud mu menyuruh ku,meninggalkan diri mu,aku juga khawatir sama seperti dirimu "tambah Nathan


"tapi ibu ku sakit karena mu,sepertinya aku sudah tidak bisa bertahan lagi "Rissa menatap Nathan


Nathan terkejut mendengar yang Rissa ucapkan


"dengarkan aku Carissa Putri ,aku bisa memberikan ku waktu untuk bersama ibu mu,tapi ingat aku tidak pernah meninggalkan dirimu "Nathan juga menatap ku


"untuk apa kita bertahan dalam cinta yang penuh air mata sedangkan kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih selain ini "Rissa meneteskan air mata


"benar aku bisa saja mendapatkan wanita yang lebih dari pada dirimu ,tapi apakah aku bisa mencintainya ,itu tidak mungkin sayang ,aku tidak bisa "Nathan juga menangis


cinta ini terasa berada di jalan buntu


aku binggung harus kemana membawanya


"ibu ku bilang untuk menjauhi dirimu dan aku harus setuju demi kesehatannya "ucap Rissa


"aku tahu ,tapi aku mohon jangan pernah menyerah ya "pinta nathan


"mas dulu sewaktu aku belum menikah ,aku fikir hidup ku akan lebih bahagia tapi yang kita alami


ini sangat menyakitkan ,lebih baik "Rissa berhenti menahan sesak

__ADS_1


"jangan di teruskan ,aku tahu ini adalah bagian terberat dalam pernikahan ini ,tapi asalkan aku dan kamu terus bersama kita pasti bisa melewatinya "Nathan meyakinkan


kata-kata Nathan mungkin hanya penguat saja


karena hati ini terasa hancur sekali


"pulanglah tinggalkan aku sendiri dan aku minta jangan hubungi aku ,aku hanya ingin diam tanpa berfikir cinta yang menyakitkan seperti ini "Rissa melepaskan tangan Nathan


"baik aku paham keadaan ini ,tapi ingat selama aku hidup jangan pernah berfikir aku akan melepaskan dirimu dan sebaliknya jika kamu berfikir untuk menjauhi pergi dari ku kemanapun aku akan mencari mu "ucap Nathan dengan mata penuh kesal dan pergi


Carissa aku hancur sekali kali ini


tapi aku mencoba paham


ini ujian yang paling sulit


aku pun binggung harus seperti apa ?


Nathan pergi melaju kan mobilnya


aku duduk lemas dan diam


hatiku terasa perih sekali


adegan ini penuh dengan air mata


sedangkan Nathan yang terlihat sangat kesal menepikan mobilnya dan berteriak


"Carissa ,aku mencintaimu "teriak Nathan dan terus menangis


satu hal yang membuat bahagia dalam hidup ku


itu Carissa ..


jangan kamu ambil dia tuhan


selesai menangis Carissa pun berusaha bangkit


dan pulang ke pondok


untuk bertemu ibunya


ya tuhan jika ada yang bisa aku lakukan


untuk bisa mempertahankan keduanya


aku mohon tunjukkan caranya


"sayang kamu sudah pulang "ucap ibu


"iya aku baru pulang ,tadi di butik banyak kerjaan "jawab Rissa


"ibu senang kamu menepati janjimu tinggal bersama ibu lagi ,dan sekarang cepat mandi kita makan bersama lagi "ibu tersenyum


"iya "jawab singkat


aku harus merelakan cintaku


demi bisa melihat senyum ibu


sedangkan Presdir pulang dengan ekspresi


wajah sangat dingin


"ingat saat aku di kamar jangan ada siapapun berani menganggu ku ,kecuali aku yang suruh "ucap Nathan pergi ke atas


nyonya besar yang tahu pasti hati Nathan


sedang gundah pun paham


dan merasa khawatir


mungkin sebaiknya besok aku yang harus turun tangan menemui ibu Carissa


aku tidak sanggup kalau harus kehilangan


senyum putra ku lagi

__ADS_1


__ADS_2