
sebenarnya pergi ke butik hanya alasan ku
saja untuk sekedar mengalihkan masalah
aku terus menyibukkan diri tanpa menyalakan hp ku ,karena aku tahu Nathan pasti sibuk menelfon
aku terus mendesign meluapkan rasa yang ada dalam hatiku
meskipun air mata terus menetes
"kakak Rissa ,kakak tidak pulang "tanya Celine
"tidak ,aku belum selesai kamu pulang dengan supir seperti biasa ya "ucap Rissa
"jika bibi bertanya tentang kakak ,aku jawab apa ?"tanya Celine
"bilang aku lembur tapi pasti pulang "tambah Rissa tanpa menoleh ke celine
"baiklah ,aku pulang ya"ucap celine
tinggal aku sendiri di butik jam menunjukkan
jam 6 sore waktu Maghrib
mungkin saatnya aku mendekatkan diri pada Tuhan ,agar hatiku lebih tenang
aku pergi ke masjid dekat butik untuk beribadah
rumah Allah akan selalu membuat hati tenang
meskipun seribu masalah di hidup ku
aku percaya pasti ada jalan keluarnya
saat aku selesai sholat salah satu pengurus masjid
berbicara padaku
"mbak carissa kenapa pulangnya tidak bareng suaminya saja ,beliau masih berdoa di barisan laki-laki"ucap pengurus
apa Nathan juga kesini ?
lebih baik aku segera pergi
dari pada bertemu dengannya
"tidak saya duluan ,masih ada urusan "Rissa pergi
aku masuk mobil dan melaju kan mobil ku
aku sedang ingin diam saja
dari pada binggung harus menjelaskan apa
pada Nathan
sungguh sangat menyebalkan di saat aku ingin
menghindar ban mobilku kempes belum jauh dari area masjid,parahnya aku tidak membawa HP
yang sengaja aku tinggal di butik
"permisi pak ,dimana bengkel terdekat "tanya Rissa
"jauh neng sekitar 10 km,mang gak ada ban cadangan ?"tanya si bapak
"ada tapi saya tidak bisa menggantinya sendiri"ucap Rissa
"kami saja yang mengganti neng duduk aja dulu "tambah si bapak
aku risih di tempat seperti ini ,meskipun dulu aku sering di pasar malam di pinggir jalan seperti ini
sangat jauh berbeda ,tapi aku berusaha untuk santai ,untuk mencairkan suasana aku berusaha mengobrol santai
tapi mobil Dengan plat presdir juga berhenti di depanku
"apa yang sedang kamu lakukan di sini "tanya Nathan
__ADS_1
"kamu ,ban mobil ku pecah dan mereka membantuku "Rissa kaget
nathan tidak banyak bicara setelah si bapak
selesai mengganti ban mobilku Nathan langsung memberi mereka uang sebagai balas jasa
dan pamit dengan bilang kalau aku ini istrinya
"aku naik mobil ku sendiri saja "ucap Rissa masuk mobil
Nathan juga tidak banyak bicara langsung
masuk dalam mobilnya
melihat Nathan seperti itu aku jadi heran
mengapa dia tidak marah ?
dari belakang Nathan terus saja mengikuti mobil ku
aku binggung harus bagaimana ?
aku banting stir belok ke arah makan ayah
maksud ku biar Nathan tidak mengikuti
tapi di luar ternyata hujan turun
aku pun terus melaju dan memilih putar balik
sekilas mobil Nathan sudah tidak terlihat
aku rasa aman ,aku bisa kembali ke butik
saat sampai di depan butik
aku terkejut ternyata Nathan sudah berdiri
di pintu masuk butik
aku tidak menjawab dan langsung
masuk ke dalam butik dan nathan
sepertinya sudah habis kesabaran
"Carissa jawab aku "Nathan menarik tangan ku
"lepaskan ,aku sedang tidak ingin bicara padamu "ucap Rissa
"lalu apa yang kamu inginkan sekarang ?"tanya Nathan marah
"tinggalkan aku ,aku ingin fokus pada kesehatan ibu ku dulu "jawab Rissa
"maksud mu menyuruh ku,meninggalkan diri mu,aku juga khawatir sama seperti dirimu "tambah Nathan
"tapi ibu ku sakit karena mu,sepertinya aku sudah tidak bisa bertahan lagi "Rissa menatap Nathan
Nathan terkejut mendengar yang Rissa ucapkan
"dengarkan aku Carissa Putri ,aku bisa memberikan ku waktu untuk bersama ibu mu,tapi ingat aku tidak pernah meninggalkan dirimu "Nathan juga menatap ku
"untuk apa kita bertahan dalam cinta yang penuh air mata sedangkan kamu bisa mendapatkan kebahagiaan yang lebih selain ini "Rissa meneteskan air mata
"benar aku bisa saja mendapatkan wanita yang lebih dari pada dirimu ,tapi apakah aku bisa mencintainya ,itu tidak mungkin sayang ,aku tidak bisa "Nathan juga menangis
cinta ini terasa berada di jalan buntu
aku binggung harus kemana membawanya
"ibu ku bilang untuk menjauhi dirimu dan aku harus setuju demi kesehatannya "ucap Rissa
"aku tahu ,tapi aku mohon jangan pernah menyerah ya "pinta nathan
"mas dulu sewaktu aku belum menikah ,aku fikir hidup ku akan lebih bahagia tapi yang kita alami
ini sangat menyakitkan ,lebih baik "Rissa berhenti menahan sesak
__ADS_1
"jangan di teruskan ,aku tahu ini adalah bagian terberat dalam pernikahan ini ,tapi asalkan aku dan kamu terus bersama kita pasti bisa melewatinya "Nathan meyakinkan
kata-kata Nathan mungkin hanya penguat saja
karena hati ini terasa hancur sekali
"pulanglah tinggalkan aku sendiri dan aku minta jangan hubungi aku ,aku hanya ingin diam tanpa berfikir cinta yang menyakitkan seperti ini "Rissa melepaskan tangan Nathan
"baik aku paham keadaan ini ,tapi ingat selama aku hidup jangan pernah berfikir aku akan melepaskan dirimu dan sebaliknya jika kamu berfikir untuk menjauhi pergi dari ku kemanapun aku akan mencari mu "ucap Nathan dengan mata penuh kesal dan pergi
Carissa aku hancur sekali kali ini
tapi aku mencoba paham
ini ujian yang paling sulit
aku pun binggung harus seperti apa ?
Nathan pergi melaju kan mobilnya
aku duduk lemas dan diam
hatiku terasa perih sekali
adegan ini penuh dengan air mata
sedangkan Nathan yang terlihat sangat kesal menepikan mobilnya dan berteriak
"Carissa ,aku mencintaimu "teriak Nathan dan terus menangis
satu hal yang membuat bahagia dalam hidup ku
itu Carissa ..
jangan kamu ambil dia tuhan
selesai menangis Carissa pun berusaha bangkit
dan pulang ke pondok
untuk bertemu ibunya
ya tuhan jika ada yang bisa aku lakukan
untuk bisa mempertahankan keduanya
aku mohon tunjukkan caranya
"sayang kamu sudah pulang "ucap ibu
"iya aku baru pulang ,tadi di butik banyak kerjaan "jawab Rissa
"ibu senang kamu menepati janjimu tinggal bersama ibu lagi ,dan sekarang cepat mandi kita makan bersama lagi "ibu tersenyum
"iya "jawab singkat
aku harus merelakan cintaku
demi bisa melihat senyum ibu
sedangkan Presdir pulang dengan ekspresi
wajah sangat dingin
"ingat saat aku di kamar jangan ada siapapun berani menganggu ku ,kecuali aku yang suruh "ucap Nathan pergi ke atas
nyonya besar yang tahu pasti hati Nathan
sedang gundah pun paham
dan merasa khawatir
mungkin sebaiknya besok aku yang harus turun tangan menemui ibu Carissa
aku tidak sanggup kalau harus kehilangan
senyum putra ku lagi
__ADS_1