
selama di new York, aku tetap harus therapy berjalan setiap hari, agar bisa kembali berjalan normal lagi
"Mr wirawan, kondisi nyonya rissa sudah semakin baik, jika dalam sebulan hasil therapy nya bagus, mungkin akan semakin cepat kalian pulang ke Indonesia " ucap dokter
"iya dokter, saya ingin cepat pulang " jawab ku
namun nathan, mendengar itu wajah nya tidak terlihat senang
"mas kenapa? apakah kamu tidak senang mendengar kita bisa cepat pulang " ucap rissa
"tentu aku sang at senang, tapi itu berarti kita akan tinggal terpisah " nathan dengan wajah sedih
rissa pun jadi ber fikir, sebenarnya aku juga sedih jika ingat itu terlalu rumit
"bagaimana? selama di new York, ajak aku jalan -jalan biar kita lebih rileks" pinta rissa
"ide bagus, ayo kita pergi " nathan men dorong kursi roda rissa naik mobil
new York kota yang sangat indah, pusat kota new York adalah salah satu kota sibuk di dunia
"kita dinner di sini ya? " nathan mengajak ku
"ya ini sangat indah " rissa takjub
restoran di dekat danau dengan lampu gemerlap
di iringi penyanyi khas latin menyanyikan lagu bak di telenovela
"rissa apakah kamu bahagia? " tanya nathan
"ya aku sangat bahagia sekali " rissa tersenyum
"tapi aku merasa sedih sekali, hari ini hanya akan jadi kenangan untuk mengisi lembar hidup ku, karena setelah ini kita tidak tahu yang terjadi nanti " nathan sedih
"mas jangan bicara begitu, biar bagaimana pun kamu ada lah pria terbaik dalam hidup ku, separuh dari hidup ku itu bersama mu, aku akui aku bahagia " rissa memegang tangan nathan
"tak bisakah untuk selama nya? aku ingin kita menua bersama " nathan meminta serius
angin semilir sejuk.. seakan membantu men jawab ucapan nathan, tapi kita mulut ku, walau hati ini juga ingin dirimu
"kenapa? diam sesulit itu kah menerima aku kembali dalam hidup mu" nathan menatap serius wajah ku
"mas jodoh, maut, rejeki itu sudah di atur tuhan, sebanyak apa pun cobaan dan orang yang ingin memisahkan kita, jika tuhan bilang kita jodoh maka itu tidak bisa di pisah kan " rissa menenangkan
"benar lagi pula, jika aku tidak mau melepaskan mu, jordy pun tidak bisa berbuat apa-apa " nathan tersenyum aneh
terserah lah yang penting, hari ini aku ingin kembali bahagia bersama mu mas..
"ayo makanlah, dari tadi kamu tidak makan " rissa menyuapi
"memang jika, istri ku yang menyuapi aku langsung lapar " nathan makan
teka-teki kemana? akhirnya kisah ku ini, mungkin hanya waktu yang mampu men jawab
musik ini sangat merdu, menambah angan jauh pergi
__ADS_1
"sayang ayo kita dansa? " ajak nathan
"mas, kaki belum sembuh sempurna " rissa menolak
"ayo cukup berdiri, aku yang akan menopang mu " nathan tetap menarik tangan ku
kami mulai menari, walau pun dengan gerakan pelan, hingga pipi rissa sekali terus menempel di pipi nathan
"modus, kamu sengaja ingin terus menempel di pipi ku ya " tuduh rissa
"benar, bukankah kamu juga senang " bisik nathan
aku akui carissa kembali dekat dengan mu, membuat aku semakin berbunga-bunga
"sudah mas, aku lelah " rissa duduk
"ok, aku dorong kursi roda mu, kita susuri kota ini " nathan men dorong ku
berjalan santai menyusuri sudut kota new York
seperti kembali di awal menikah, kami begitu dekat saling bercanda gurau dan tertawa
"mas itu ada es krim coklat, aku mau " pinta ku dengan manja
"baik sayang tunggu di sini " nathan menepi kan kursi roda ku
namun nathan lupa mengunci roda ku, nathan menyebrang untuk beli es krim coklat
hiruk pikuk kota new York yang sibuk, membuat jalan di sini cukup sibuk
nathan dari arah sebrang pun, sontak kaget berlari mendekati carissa
"rissa kamu tidak apa -apa " nathan datang
"mas aku takut " rissa memeluk nathan takut
"maaf sayang, aku minta maaf " nathan makin erat peluk rissa
"ayo kita pulang " pinta rissa
"ok sayang, kita pulang " nathan menggendong rissa masuk mobil
jantung rissa terus berdegup kaget, wajah nya pun pucat ketakutan
"sayang, ayo istirahat lah " nathan meniduri rissa di atas kasur
"mas, aku takut sekali kejadian tadi mengingatkan aku peristiwa 5 tahun lalu, saat aku hampir mati di dalam mobil Sonia " rissa menangis
"aku minta maaf, semua yang terjadi salah ku yang tidak bisa melindungi keluargaku " nathan menyesal
"hari itu, aku senang sekali karena dokter bilang , aku sudah hamil 4 minggu, besok saat kamu pulang kita akan bahagia setelah dulu kehilangan janin kita yang pertama, tapi sayang Sonia menyuruh orang untuk membawa ku ke dalam mobil, Sonia seperti kerasukan tidak ingin aku hidup bahagia bersama mu" cerita rissa sambil menangis
"pasti saat itu, kamu sangat ketakutan " nathan menghapus air mata rissa
"bukan cuma takut, juga kecewa mas, ada orang terdekat kita yang juga bersekutu pada Sonia " ucap rissa
__ADS_1
nathan kaget, mendengar itu
"siapa sayang? pak Ali sudah di tangkap, siapa lagi sekutu Sonia " nathan binggung
"jika aku bicara apakah kamu percaya? " rissa menatap ragu
"pasti jika itu kebenaran nya, katakan lah " nathan makin penasaran
"istri sebastian, silvy juga pernah terlibat, dulu silvy mendekati mu, untuk di suruh Sonia " rissa yakin
"apa? silvy jadi dia termasuk dalang dari kecelakaan dirimu " nathan marah dan kaget
"yang aku tahu, silvy pernah di suruh untuk jadi orang ke 3 di pernikahan kita sedang kacau saat ibu membenci dirimu " tambah rissa
"baik lah kamu tenang saja, setelah masa pemulihan mu selesai, aku janji akan usut tuntas" tegas nathan
"tapi janji, jangan pakai kekerasan " pinta rissa
"tenang saja, aku akan menyelidiki sejauh mana peran silvy, jika dia bersalah dia tetap harus tanggung semua nya " nathan dengan sorot mata tajam
"ayo minum obat dan tidur " nathan perhatian
"ya, aku tidur dulu ya " rissa lelah
"sayang, aku boleh tidur di samping mu, aku janji tidak akan berbuat lebih, hanya ingin menikmati pemandangan saja " ucap nathan
"pemandangan apa? cuma aku saja yang tidur " rissa binggung
"melihat wajah istri cantik ku " nathan tersenyum
"gombal.. gombal presdir, aku tidak mempan " rissa juga tersenyum
"tidak apa-apa, hati kita berdua senang kan, sayang aku sangat mencintai mu" nathan membelai rambut rissa
"ya " ucap rissa juga
"ya, apa? aku tidak paham " nathan me mancing
"ya aku sangat.. sangat.. " rissa gugup
rupanya nathan mulai memancing agar aku juga bilang jika aku masih mencintai nya
"sudah lah, aku yakin jika di hatimu juga sangat mencintai suami tampan mu ini kan " nathan makin senang
"sudah ayo tidur " rissa memeluk lengan nathan
carissa putri kita bisa seperti ini saja sungguh aku bahagia luar biasa
aku yakin kita akan kembali bersatu selama nya...
dengan terus menatap wajah cantik rissa terlelap
cinta ini sudah mekar dan akan terus mekar hanya untuk gadis cantik yang dulu membuat aku
jatuh cinta carissa putri...
__ADS_1