Supir Taksi Itu Bos Ku

Supir Taksi Itu Bos Ku
air mata ibu ku


__ADS_3

langkah kaki seakan lambat untuk di gerakkan


aku melihat wanita yang sudah separuh hidupnya


untuk menyayangiku kini terbaring


dengan infus yang masih terpasang


"ibu aku di sini "Rissa memegang tangan ibu


"Rissa putri bungsu ku "ibu melihat ku


"ibu aku minta maaf ,aku yang salah "Rissa menangis


"berhentilah jangan menangis putriku ,mungkin aku juga yang egois yang tidak bisa melupakan semuanya dengan mudah "ucap ibu


aku menatap wajahnya yang penuh air mata ibu ku


terus menetes membasahi pipinya


"ibu ,jangan tinggalkan aku "Rissa memeluk ibu


"Rissa mungkin ibu hanya tinggal menunggu waktu kematian saja ,jadi sudahi lah rasa bersalah mu itu "tambah ibu


"tidak aku mohon jangan bicara seperti itu ,aku akan melakukan apapun untuk ibu "Rissa sedih


"satu permintaan ku saja kamu ingkar ,apalagi yang bisa aku minta dari mu "ibu tersenyum tipis


"besok jika ibu sembuh ,aku akan tinggal bersama ibu tapi tidak di rumah kak Nesya ,aku janji akan belajar Patuh pada perintah ibu "janji Rissa


"kalau begitu,kita tinggal di rumah yatim ustad Zakaria ,kamu setuju "tanya ibu


"setuju ,yang penting ibu sehat "Rissa mengangguk


syukurlah setidaknya ini salah satu


cara yang bisa mendekatkan Carissa dengan Ammar (isi hati ibu )


senang melihat senyum ibu


tapi juga perih di hatiku ..


entah besok bagaimana ?


yang penting ibu ku harus sehat


sampai malam aku terus menjaga ibu


sampai aku lupa untuk mengabari


Nathan ..


tapi jika besok aku tinggal bersama Ammar

__ADS_1


Nathan setuju atau tidak ya ?


ke esok kan harinya aku pun membawa ibu pulang


karena dokter bilang ibu hanya butuh istirahat dan


tidak boleh banyak fikiran


"Carissa tinggallah di sini dulu ,biar ibu mu tenang agar beliau bisa cepat pulih "ucap pak ustad


"ya ,Abi Rissa juga akan menuruti semua perintah ibu cuma Rissa binggung dengan keinginan terbesar ibu "jawab Rissa


"keinginan ibu mu ,apakah itu nak ,mungkin Abi bisa membantu mu "ucap pak ustad


"Nathan adalah orang yang menabrak ayahku saat kecelakaan lalu tapi takdir nya sekarang dia adalah suami ku,ibu ku sangat membencinya dan ingin aku berpisah darinya ,aku tidak sanggup "Rissa menangis


"Abi paham nak ,mungkin orang tua butuh waktu untuk mengobati luka di hatinya ,jadi kamu bersabar lah ya "tambah ustad


"Abi ,bukankah dalam Islam jika seorang istri meminta cerai itu di benci oleh Allah ,dan jika aku tidak patuh pada orang tua juga Dosa ,aku harus bagaimana ?"air mata Rissa mengalir


"nak ,Allah menciptakan masalah pasti ada jalan keluarnya ,memang benar ridho orang tua itu penting untuk seorang anak dapat menjalani kehidupan ,sholat lah tenangkan diri mu,minta petunjuk pada yang punya hidup ,agar bisa di tunjukkan jalan keluar yang terbaik "ustad tersenyum


"baik ,kalau begitu Rissa ke masjid dulu ya "Rissa pamit


Ammar yang dari kejauhan melihat ayahnya sedang bicara dengan Carissa


pun datang menghampiri ayahnya


"nak istighfar lah ,Abi tahu kamu menyukai perempuan yang sekarang masih istri orang lain ,sebagai seorang muslim tidak baik kita memperkeruh keadaan saudara kita yang sedang terhimpit masalah "ucap ustad


"bukan begitu ayah ,mungkin Rissa sanggup memaafkan Nathan karena dia suaminya ,tapi bibi dia sudah terlalu rapuh "Ammar menjelaskan


"abi paham ,tapi biarkan Allah yang bekerja dengan takdirnya sebab jodoh itu sudah tertulis sebelum orang itu lahir ,saat dalam perjalananya mengahadapi banyak masalah biarkan Allah yang memutuskan baik buruknya sebuah pernikahan ,pesan ayah jaga hati mu jangan mencintai yang bukan hak mu"ustad menasehati


benar cintaku pada Carissa seakan lupa


jika mencintai istri orang lain


di kantor Presdir terlihat begitu kacau


matanya terus mengecek hp nya


tidak ada kabar dari Carissa


berimbas pada semua pegawai


termasuk Silvy yang juga datang untuk


mengajak makan siang


"Nathan ayo kita makan siang "ajak Silvy


"tidak aku sedang tidak lapar ,kamu pergi saja "tolak Nathan

__ADS_1


"Nathan dari semalam kamu juga tidak makan ,ayolah makan dulu,lagi pula untuk apa memikirkan seseorang yang belum tentu memikirkan mu"tambah Silvy


"apa maksud mu ?Carissa itu istriku jadi terserah aku mau bagaiman pun "Nathan marah


"untuk apa kamu bertahan ?pada wanita yang sulit membuat mu bahagia ,sedangkan kamu memiliki segalanya "Silvy menatap Nathan


"dengarkan aku baik-baik ,jika tujuan mu datang hanya untuk berusaha mengambil hatiku ,lupakanlah aku hanya mencintai wanitaku Carissa Putri ,perempuan seperti dirimu tidak ada tempat di hatiku "Nathan mengejek


"Nathan kata-kata mu,sangat keterlaluan "Silvy menangis


"pergi ,keluarlah dari sini ,aku ingin sendiri "Nathan berdiri menghadap jendela ke arah kota


keluar dari ruangan Nathan ,Silvy menangis


hatinya terasa perih


"sudahkah jangan menangis ,Nathan selalu begitu ketika emosinya sedang tidak stabil "Tian duduk di sebelah Silvy yang duduk di lantai


"tapi pada Carissa selalu bersikap manis ,bahkan emosinya luluh saat melihat marah dia malah ketakutan "ucap Silvy


"itulah hebatnya Carissa dia memberikan cinta di hati Nathan tapi juga mengajarkannya tentang kehidupan jika uang nathan bukan segalanya "ucap Tian lagi


"saat di new York selain Sonia tidak ada yang mampu membuat Nathan jatuh cinta ,aku tidak ragu karena Sonia memilki semua yang di idamkan wanita dia seorang model ,tapi Carissa apa yang dia miliki hingga Presdir sehebat dan galak bisa takluk"tanya Silvy


"hei ,cinta itu tidak bisa di lihat dari luar tapi hati yang mampu merasakannya ,Carissa itu begitu sederhana bahkan dia tidak bangga meskipun Nathan memiliki segalanya dia membuat Nathan berubah jadi lebih baik ,itu kelebihannya "ungkap Tian


"tapi rumah tangga mereka sangat rumit ,untuk apa bertahan jika sulit untuk bersama "Silvy sinis


"Carissa mengajarkan Nathan tentang Tuhan ,semua yang terjadi di dunia pasti kehendaknya ,jadi aku pun tidak bisa tahu ke depan nya yang terjadi tapi jangan ganggu mereka "pinta Tian


apa yang Tian bilang itu benar


baru kali ini ,aku melihat Presdir sering menangis


dan juga sering beribadah padahal dulu


itu seperti tidak mungkin


di panti rehabilitasi


"ibu istirahat ya ,aku ingin ke butik dulu karena Susi besok baru masuk kerja ,aku sendiri yang harus urus butik "Rissa pamit


"pergilah tapi janji jangan bohongi ibu lagi "pinta ibu


"iya insya Allah "ucap Rissa pergi


aku pun pergi untuk mengecek butik


meskipun dari tadi hatiku juga kacau sekali


apa yang harus aku lakukan ?


ibu atau suamiku ?

__ADS_1


__ADS_2