
setelah satu bulan lebih di new York, akhirnya aku pulang ke Indonesia, aku sangat rindu putraku Gio
"mami "Gio berlari mendekati rissa
" sayang mami rindu sekali "sambil memeluk erat
" carissa akhirnya kamu pulang juga "jordy pun mendekat
suasana tegang mulai terlihat dari wajah nathan yang menatap kesal
" mas, aku pulang bersama jordy saja ya "ucap rissa
" tidak mi, aku ingin kita naik mobil bersama papi, kan kita akan ke rumah papi dulu "pinta Gio
" ke rumah papi untuk apa? sayang "tanya rissa
" apa kamu lupa? ini ada lah hari ulang tahun Gio yang ke 6,mama sudah menyiapkan pasta "ucap nathan
benar hari ini ultah Gio, aku bodoh bisa lupa
" tapi sayang, ayah juga punya kejutan untuk mu"ucap jordy
"ayah aku sangat menyayangi ayah jordy, tapi ini pertama kalinya aku merayakan ulang tahun bersama papi kandung ku, ayah biar kan kami pergi ya " Gio me mohon
"jordy aku mohon, Gio itu masih kecil butuh perhatian " ucap rissa
"ok, pergi lah tapi setelah ini aku harapkan presdir tidak lupa ucapan ya sebelum kalian berangkat ke new York" tegas jordy
tanpa men jawab nathan langsung pergi bawa rissa dan Gio masuk mobil
di rumah keluarga wirawan sebuah pesta khusus di siap kan untuk Gio
"wah oma.. aku senang sekali pesta nya seru" ucap Gio
"sayang carissa, akhirnya kamu sembuh " mama memeluk ku
"iya mah, aku sudah bisa jalan normal lagi tanpa tongkat " rissa sedih
pesta pun di gelar hanya untuk anggota keluarga dekat saja, ada ibu carissa dan nesya dan anak nya juga di undang
"carissa kamu sembuh " nesya memeluk
"iya kak, aku sudah kembali normal " rissa juga menangis
pelukan kak nesya, rasanya sudah lama sekali tidak kami lakukan, sejak beberapa tahun lalu
tak lupa juga silvy memberi selamat untuk rissa
"carissa aku juga senang melihat kamu kembali sehat " ucap silvy
"benar aku sudah kembali, seperti carissa 5 tahun lalu, rissa yang bisa berjalan normal" ucap rissa menatap silvy
kenapa? carissa bersikap dingin, apa dia sudah curiga kalau aku juga terlibat dalam kejahatan Sonia
"sayang malam ini kamu menginap di sini ya?" pinta mama
"maaf aku tidak bisa, aku kembali sehat memang berkat mas nathan tapi untuk kembali aku tidak bisa mama.. " rissa menolak
"apakah kamu sudah tidak ingin jadi istri nathan lagi? " bukankah kalian saling mencintai "mama binggung
__ADS_1
" tapi kali ini cukup rumit, akibat insiden kecelakaan itu ada jordy dalam kisah kami"jawab rissa
"nak, aku sudah tua, aku ingin melihat keluarga kecil kalian kembali utuh, bukan makin menjauh " mama sedih
nathan yang juga ada langsung memeluk ibu nya
"mama, biar kan carissa pulang dan Berfikir, biar kan hati nya tenang agar dia bisa memutuskan yang terbaik dalam hidup nya " ucap nathan
"mami, tapi aku ingin tidur di sini bersama papi boleh kan " pinta Gio
"boleh sayang, Gio boleh tidur sama papi di sini " rissa setuju
dengan perasaan kacau aku pulang ke rumah bersama para suster dan ibu ku
apa yang terjadi baru satu hari di Indonesia?
rasanya kepala ku hampir pecah
jordy pasti menagih janji nathan untuk melepas kan aku, walau pun aku yakin tidak semudah itu mas nathan melepas ku
mas di sini kita makin menjauh..
hati dan pikiran ku tak bisa aku mengerti..
jordy merasa gelisah dan melakukan pangilan video
"hai rissa kamu sudah pulang? " jordy melambai
"iya aku sudah ada di kamar ku " rissa menunjuk kan ruangan
"bagus, aku senang kamu tepati janji" jordy tersenyum
aneh, carissa menutup telfon ku, tapi aku sudah tidak bisa sabar lagi
sementara nathan, tidak bisa tidur juga melakukan pangilan video pada rissa
"hai kamu belum tidur ? " tanya nathan
"ini sudah malam, aku lelah besok saja bicaranya " rissa juga mematikan telfonnya
ya Allah aku tidak bisa di keadaan ini
aku mencintai ayah dari putra ku, tapi jordy
aku harus apa?
hati tidak bisa berbohong tapi jordy sudah jadi orang yang paling berjasa dalam hidup ku
rissa merebahkan dirinya di kasur dengan air mata terus menetes
nathan juga tak kalah gelisah, aku ini bukan tipe pria ingkar janji, tapi aku tidak bisa membiarkan rissa pergi lagi
besok paginya rissa nampak bersiap untuk bekerja di butik
"pagi" rissa menyapa
"kamu sudah kembali normal " susi senang dan memeluk
"iya aku sudah bisa berjalan tanpa tongkat " rissa senang
__ADS_1
seterusnya kami terus bercerita tentang hari-hari ku yang kembali bersama nathan di new York
"lalu apa tujuan mu sekarang, kamu ingin kembali atau" tanya susi
"aku binggung, rasanya kejam sekali jika aku buang jordy begitu saja " rissa menangis
"tapi rissa, sudah sekian lama kamu dan nathan rasanya ini kesempatan kalian untuk hidup bahagia apa lagi sudah ada Gio, anak itu akan lebih bahagia bersama orang tua yang utuh " Tegas susi
namun apa lah daya,masalah tidak semudah itu
kebahagiaan rasanya jauh untuk ku..
tapi setelah pulang sekolah, Gio langsung minta di antar ke butik
"mami, aku datang" ucap Gio
"sayang kamu kesini, sama siapa? " rissa kaget
"sama papi, tapi tapi papi sibuk jadi cuma antar aku sampai pintu, om tian bilang papi sibuk banget tapi demi aku papi sempetin jemput " Gio senang
"iya sayang papi itu sangat sayang sama Gio " ucap ku
"papi juga bilang sangat mencintai mami, dan tadi subuh aku sholat bareng papi, dan kami berdoa " tambah Gio
"Gio anak hebat " rissa memeluk Gio
"mami aku dan papi berdoa, semoga Allah selalu menyatukan kita dalam ikatan keluarga, karena papi sangat, sangat cinta Gio dan mami "
mendengar ucapan Gio aku terenyuh..
nathan suami yang luar biasa, meski di kenal
angkuh dan galak tapi cintanya pada aku dan Gio
sungguh melimpah
ini makin buat aku pusing
mana mungkin aku bisa makin jauh dari suami
hebat seperti nathan
"mami kenapa? selalu menangis sama kayak papi " Gio binggung
"emang papi juga menangis sayang? " tanya rissa
"semalam selesai sholat, papi juga menangis sambil memeluk foto mami" ucap Gio
Jonathan putra wirawan presdir sombong itu
sudah benar-benar jadi suami idaman
ya Allah beri aku petunjuk untuk semua ini
rissa pun menutup mata nya sambil berdoa dalam hatinya
semoga ada jalan keluar dari masalah ini..
aku sungguh binggung..
__ADS_1