
waktu terus berjalan tim dokter masih di dalam ruang operasi,keadaan ini sungguh tegang
pria yang aku lihat setiap hari selalu gagah dan berwibawa kini terbaring
di ruang operasi ..
karena terlalu khawatir Carissa meminta suster
membantunya untuk keluar dari kamarnya
Carissa ingin menunggu di depan kamar operasi Nathan ..
"Carissa kenapa ?kamu kesini"ucap Tian
"aku sangat khawatir pada suamiku,dia akan baik-baik saja kan "ucap Rissa yang duduk di kursi roda sambil di infus
"kamu tenang saja,Nathan itu pria yang kuat,kamu tahu dulu sewaktu Nathan kecelakaan saat tidak sengaja menabrak ayah mu,Nathan juga mengalami luka patah tulang parah hingga memerlukan waktu lama untuk bisa berjalan lagi,tapi tetap saja Nathan itu pria yang kuat "tambah Tian
jadi selama ini Nathan juga terluka
cuma bedanya Nathan terluka di fisik
sedangkan aku dan ibu terluka bathin
sedih kehilangan ayah
dan akhirnya tim dokter pun keluar
dari ruang operasi
"dokter bagaimana ?keadaan Jonathan suami saya ,dia baik-baik saja kan "tanya Rissa
"nyonya Presdir,tenanglah tuan tidak apa-apa hanya saja sekarang dia masih dalam pengaruh obat bius ,jadi mungkin nanti anda bisa menemaninya di ruang perawatan"ucap dokter
Alhamdulillah suami ku
baik-baik saja..
Nathan pun di pindahkan di ruang
perawatan ..aku ingin berada di samping
suamiku sampai dia tersadar
"Carissa sebaiknya kamu juga istirahat,jika Nathan sadar dan aku juga tidak menjaga mu pasti dia akan marah padaku"pinta tian
"kak,tapi aku ingin di sini bersama suami ku,jika aku berada di kamar terpisah aku semakin khawatir "jawab Rissa
melihat Carissa yang begitu khawatir
akhirnya Sebastian memilki ide untuk
menyiapkan ranjang di sebelah ranjang Nathan
dengan begini, Carissa bisa juga di rawat dan dekat dengan Nathan
pasangan fenomenal ..
sakit saja di rawat di tempat tidur bersebelahan
ini seperti kisah cinta dalam novel (isi hati Tian)
malam ini aku terus menatap wajah Nathan yang belum tersadar,perban di punggungnya dan wajah yang penuh luka lebam..
membuat mataku terus menangis
melihat suami ku terbaring lemah..
jam menunjukkan pukul 2 malam
tapi di Indonesia ini siang hari
ibu ku khawatir dan menelfon
secara Vidio call
"Carissa sayang kamu tidak apa-apa?"tanya ibu
"Alhamdulillah,aku baik-baik saja ibu"jawab Rissa
"putri bungsu ku,ibu khawatir sekali mendengar kamu di culik,ibu berdo'a untuk keselamatan kalian "ibu menangis dari Vidio call
"sudah jangan menangis ibu"Rissa juga menangis
"bagaimana keadaan suami mu?"tanya ibu
__ADS_1
"Nathan habis di operasi dia mengalami patah tulang lagi karena sebelumnya pernah mengalami kecelakaan waktu dulu,tapi kondisinya stabil tinggal menunggu pengaruh obat bius stabil baru bisa sadar "ucap Rissa menjelaskan
terima kasih ya Alloh
kamu telah menjaga anak dan menantu ku
"sayang jika,Nathan sudah stabil segera pulang ibu rindu padamu,itu pun jika Nathan sudah bisa sehat kembali,ibu menyayangi mu "ucap ibu di akhir panggilannya
"baik ibu ,aku juga rindu ibu "Rissa menutup telfonnya
sepertinya ibu juga khawatir pada Nathan
tapi apa rasa benci ibu sudah hilang atau ?
sudahlah biar ,aku fikirkan nanti ..
matahari pun Mulai bersinar
karena sudah merasa sehat,Carissa meminta Selang infus di tangannya di cabut
karena Carissa ingin duduk di bangku
tempat tidur Nathan
"sayang ,suami ku ayo bangun ,ini sudah pagi aku khawatir pada mu "ucap Rissa memegang tangan Nathan
sepertinya obat bius yang dokter berikan lama sekali..
"Carissa Nathan belum sadar juga "ucap Tian yang juga tiba-tiba muncul
"belum kak,aku jadi takut kenapa ?lama sekali ,Nathan baik-baik saja kan "ucap Rissa
"sudah lah sekarang sebaiknya kamu bersihkan dulu dirimu lalu sarapan,aku membawakan mu pakaian untuk ganti "ucap Tian memberi paper bag
"baiklah aku ganti baju dulu"jawab Rissa
Sebastian pun menghubungi dokter untuk memeriksa lagi keadaan Nathan
ternyata saat dokter memeriksa
Nathan pun sadar ..
"Presdir kamu sudah sadar"ucap Tian
"dasar bucin aku sangat menghawatirkan dirimu ,tapi kamu bertanya tentang istri mu,kamu malah tanya Carissa "Tian kesal
"dasar bodoh,kamu berani padaku ya "Nathan marah
"kamu sudah bisa marah berarti sudah sembuh "Tian tersenyum
dan Carissa pun datang setelah ganti baju
dengan warna pink terlihat cerah
di kulit Carissa yang eksotis
"sayang kamu sudah sadar"Rissa berlari memeluk Nathan
"sayang kamu baik-baik saja "tanya Nathan
"aku takut ,melihat mu kemarin terluka parah ,aku takut "Rissa menangis
"sudahkah aku tidak apa-apa,selama kamu tetap bersamaku aku bisa menghadapi apapun "tambah Nathan
"mas aku minta maaf,ya tidak mendengarkan kata-kata mu soal Jerry"Rissa menyesal
"sudahlah ,aku yang minta maaf menyeretmu dalam dendam masa lalu ku"ucap Nathan
"wah..wah..aku harus melihat adegan romantis meskipun kalian berada di ranjang rumah sakit "Tian menggoda
Carissa pun melepas pelukannya
dan duduk di samping tempat tidur sambil terus memegangi tangan Nathan
"sebaiknya aku keluar dari pada terus melihat pasangan romantis ini,Carissa sebaiknya kalian makan yang tadi sudah aku belikan "ucap Tian pergi
"mas makan bubur dulu ya "ucap Rissa
"sayang apa kamu membawa tissu?"tanya Nathan
"untuk apa ,tunggu dalam paper bag sepertinya Tian juga membawanya"Rissa memberikan tissue pada Nathan
"sini mendekat lah padaku,pipi mu dekatkan padaku "perintah Nathan
suami ku kenapa?lagi
__ADS_1
meskipun sedang sakit Nathan masih bertingkah
"baiklah aku mendekat "Rissa mendekatkan wajahnya
"dimana pria bodoh itu mencium mu "tanya Nathan
ya ampun ..
suami posesif ku
masih saja bersikap cemburu
"pipi sebelah kanan "Rissa menunjukkan pipinya
"aku tidak ingin pipimu,di sentuh orang lain selain aku "Nathan mengelap pipi ku dengan tissue
"sudah tadi aku juga sudah mandi dan membersihkannya ,aku juga masih takut ingat kejadian itu "rissa sedih
"sayang aku pun sangat takut pria itu merusak kesucian diri mu "Nathan juga sedih
mereka kembali berpelukkan
meskipun sebelah tangannya di perban
Nathan sedikit menahannya
"mas kamu kesakitan ya,maaf aku lupa "Rissa bangun dari pelukan
"tidak apa -apa,melihat mu masih jadi istriku itu seperti obat bagi ku"Nathan tersenyum
"Presdir gombal ,sudahlah makan dulu biar cepat sehat ,aku ingin segera pulang pergi dari tempat ini "ucap Rissa menyuapi Nathan
Carissa pun menyuapi Nathan makan
dan memberi obat..
sambil terus duduk di samping tempat tidur Nathan ..mereka saling berpegangan tangan
dan Sebastian juga masuk ingin berbicara
sesuatu pada mereka
"Presdir polisi Paris besok ingin meminta keterangan dari mu soal Jerry ,bagaimana aku saja sendiri yang kesana "ucap Tian
"kak Tian apa boleh aku ikut ?"ucap Rissa
"sayang untuk apa ?kamu bertemu pria itu lagi ,aku tidak setuju kamu kesana "perintah Nathan
"mas ,sebelum pulang ke Indonesia aku ingin bertemu Jerry meskipun yang dia lakukan sangat jahat tetap saja secara tidak langsung karierku sukses karena bantuan nya,aku hanya ingin sekedar pamit "pinta Rissa
"sayang pria itu bukan cuma dendam tapi dia licik menggunakan diri mu untuk melampiaskan ***** dan dendamnya "Nathan marah
"aku tahu,tapi mungkin Jerry begitu karena Masa lalu yang salah ,sebagai muslim kita harus menyadarkan orang yang salah,mungkin dia khilaf "tambah Rissa
jika Carissa sudah bicara begitu
sulit menolak permintaannya
"Tian bilang pada polisi setelah aku pulang dari rumah sakit ,aku dan istriku akan datang untuk memberi keterangan"ucap Nathan tegas
"baiklah presdir sesuai perintah mu "ucap Tian pergi
"mas terima kasih ya ,kamu sudah mengijinkan ku "Rissa tersenyum
"senyum itu apa jangan -jangan kamu suka pada Jerry hingga senang seperti itu "Nathan kesal
"suami ku bicara apa ini,mana mungkin aku menyukainya bukankah suami ku jauh lebih tampan dari siapapun,bahkan paling tampan di dunia "Rissa merayu
"sudahlah gombalan mu itu tidak mempan "Nathan tersenyum
syukurlah akhirnya kami bisa melewati masa sulit
pengalaman yang luar biasa
perjalanan cinta yang di hiasi banyak ujian
di Paris..
aku sukses berkarier
menangis dan juga selalu tersenyum bersama
kota Paris jadi bagian cerita ..
cinta Jonathan dan Carissa ..
__ADS_1