
rissa yang masih terbaring lemah di rumah sakit merasa masih pusing sekali, jam menunjukkan pukul 2 malam, nathan Ter bangun tapi dia ingin ke kamar mandi
melihat ruangan itu sepi tanpa pengawal, lagi -lagi ada seseorang yang masuk ingin mencelakai rissa
dengan pisau, dia coba menerkam carissa
"siapa kamu? " rissa kaget dan berteriak
"aku tahu hidup mu, selama ini susah sekali kan, ayo aku bantu kamu tidur untuk selama nya " ucap orang bertopeng
"tidak, tolong" teriak rissa
nathan pun keluar dari kamar mandi dan segera menangkis pisau itu, hingga tangan nya terluka
"siapa kamu? katakan kenapa? ingin mencelakai istri ku " teriak nathan
namun orang itu, men dorong nathan dan segera kabur
"sayang kamu tidak apa -apa? tunggu di sini aku akan kejar dia " nathan pun pergi
tak lupa nathan menelfon semua keamanan, bahwa ada orang yang ingin mencelakai istrinya, segera menutup akses untuk semua pintu keluar
"sial aku terkepung " orang itu panik
namun dengan motor tetap masuk menerobos pergi, nathan pun tidak mau kalah naik sepeda motor dan mengejarnya
siapa pun dirimu, tidak akan aku lepaskan diri mu
motor nathan pun berhasil menyalip
plaak..
plaaak..
nathan memukul keras orang itu dan segera membuka penutup di wajahnya
"siapa dirimu? apa salah istriku, hingga kamu ingin mencelakainya, jawab" bentak nathan
"ampuni, saya tuan ampun" dia memohon
"kalau kamu tidak bisa menjawab akan ku buat kamu menutup mata selamanya" teriak nathan
"jangan tuan, istri saya sedang hamil, saya terpaksa butuh uang" dia memelas
__ADS_1
nathan pun menghentikan pukulan nya
"lalu jawab aku siapa? orang yang menyuruh mu" nathan memegang kerah bajunya
secara berbisik pria itu bilang ada seorang perempuan yang menyuruh nya itu sudah menunggu di gudang tua
nathan pun penasaran namun dia sengaja memakai baju yang mirip pria itu dan juga memakai topeng dan menuju gudang itu
benar sudah berdiri perempuan paruh baya sedang menunggu
"akhirnya kamu kembali, berhasil kan menghabisi nyawa carissa? tanya wanita itu.
nathan tidak menjawab tapi mulai mendekati wanita itu berdiri di hadapannya tanpa bicara
" hei.. bodoh ayo jawab kenapa? diam saja? aku sudah membayar mu, Mahal kamu pasti berhasil kan, karena presdir sedang proses bercerai wanita itu pasti sendirian "
"apa nyonya begitu membenci carissa? apa salah nya? " tanya nathan masih pakai topeng
"itu bukan urusan mu, aku senang jika wanita itu mati, siapa pun tidak boleh bahagia bersama tuan muda? tidak boleh" wanita itu terlihat marah
nathan makin mendekati wanita itu dan memberi pisau
"jangan sakiti istriku, bunuh saja aku jika bibi membenci ku " nathan membuka topengnya
bak petir menyambar wanita itu ibu asih,bibi yang mengasuh ku dari kecil
"kenapa harus bibi? wanita di balik rencana pembunuhan istriku, jika orang lain sudah ku habisi bibi sekarang juga" teriak nathan
wajahnya ibu asih mendadak pucat
"tuan muda, aku membenci tuan muda sejak putriku tunggal ku mati karena tuan muda, aku bersumpah untuk siapa pun wanita yang tuan cintai harus mati " ibu asih kesal dan sedih
"bibi aku minta maaf,jika keangkuhan ku merebut nyawa putri mu, tapi cinta itu tidak bisa di paksa dan bibi berbohong bibi bilang putri mati karena sakit" nathan kesal
"putri memang mati karena sakit, dia terus minum obat diet untuk jadi cantik dan kurus seperti tipe ideal tuan muda " ibu asih menangis
flash back
saat nathan masih berumur belasan tahun, ibu asih bekerja mengajak putri nya tinggal di rumah nathan
pesona nathan sebagai tuan muda bak pangeran impian setiap gadis di penjuru dunia
putri bertubuh gemuk dan pendek, dia sangat tertarik pada nathan selalu berusaha dekat pada nathan
__ADS_1
saat itu nathan sedang berpacaran pada Sonia, putri merasa hancur cemburu, karena nathan memiliki pacar model cantik
ibu asih pun mencoba menasehati agar putri berhenti bermimpi untuk jadi istri nathan, namun putri keras kepala
setiap hari putri minum obat pelangsing, demi dapat tubuh ideal
nathan yang dingin, cuek bah kan tidak pernah melirik putri sekali pun
saat putri sekarat akibat diet berlebihan, dia hanya ingin di jenguk nathan sekali saja, namun nathan menolak, dia malah memberi uang untuk berobat tidak ada waktu mengurusi hal receh
"presdir keinginan terakhir putri ku, hanya ingin kamu jenguk sekali saja tapi anda malah menolak, aku memang membesarkan anda dari kecil, bah kan aku yang mengasuh mu sejak bayi, sekali itu saja kamu tidak bisa membantu ku, melihat putriku bahagia walau untuk yang terakhir " ibu asih menangis
"bibi aku minta maaf, aku itu memang egois aku kira putri tidak memiliki perasaan sedalam itu pada ku, karena aku tidak bisa dekat wanita yang tidak aku sukai, maaf bibi " nathan menyesal
"anak ku mati membawa seluruh cinta gilanya pada mu, aku tidak bisa menyalah kan anda tuan, tidak bisa, namun aku juga sakit hati jika melihat anda hidup bahagia bersama wanita manapun " bibi asih marah dan menangis
sementara itu sebastian pun datang membawa polisi dan pria suruhan ibu asih, dan segera menangkap mereka
"satu lagi bibi, apa bibi juga terlibat dalam kasus Sonia? " tanya nathan
"lebih dari itu, tuan ingat saat nona carissa keguguran aku juga yang mengaturnya, saat nona sonia datang ingin menghancurkan anda ,aku senang, aku cukup diam dan Sonia yang di hukum, tapi nyonya muda itu beruntung saat aku ingin melenyapkan dia sekali lagi jordy lebih dulu menemukannya, jordy setuju untuk bawa pergi carissa dan berjanji akan membuat carissa jauh dari anda, tapi dia bodoh lemah pada carissa tidak bisa menikahinya malah setuju kembali tanpa status " bibi tersenyum jahat
ya Allah apa ini? penjahat itu pengasuh ku
bibi asih wanita seperti ibu ke 2 bagiku jadi jahat karena sakit hati..
aku syok..
nathan pun mendekati ibu asih perlahan
"ibu jika ibu benci aku sakiti aku saja? jangan carissa " nathan menangis
"saya iri pada gadis itu hanya karena dia salah masuk mobil mengira anda supir taksi tapi bos nya anda begitu tergila -gila pada nya sampai seluruh wanita di dunia iri pada nya " tambah ibu asih
"bibi asih, maaf kan aku di usia senja mu, kamu tetap harus di tahan, tidak boleh ada yang menyakiti istriku " nathan marah
polisi pun membawa ibu asih pergi, namun rasa ini begitu hancur..
ibu asih ibu pengasuh ku itu penjahat
aku tidak bisa tidak menangis..
nathan tertunduk lemah di lantai..
__ADS_1