
waktu pun semakin dekat dengan jadwal sidang berikut nya, dan itu me ganggu rissa
"rissa ayo makan siang dulu, dari kemaren kamu sedih terus " ucap susi
"aku tidak bisa berhenti ber fikir tentang mas nathan yang ingin hak asuh Gio " jawab rissa sedih
"rissa lihat aku, jika kamu sulit berpisah aku mohon cabut gugatan itu kembali lah pada cinta sejati mu, karena hanya itu yang bisa membuat kamu bahagia " susi men coba paham
"susi, jika semua ini tidak terjadi mungkin aku bisa seperti mu yang bahagia bersama ikbal dengan satu putra itu bahagia " rissa menangis
masalah ini membuat aku takut yang luar biasa, aku tidak sanggup kehilangan Gio dan tidak bisa pisah dengan suami ku
sementara silvy yang juga di ancam sebastian akibat persekongkolan dengan Sonia memilih datang untuk menemui jordy
"ada apa kamu ke sini? " tanya jordy
"aku harap kamu masih ingat dengan aku, karena aku yang dulu menyuruh mu ikut datang dalam kehidupan carissa " ucap silvy
sial aku punya satu rahasia dengan silvy soal ikut andil, dalam rencana pemisahan nathan
"aku rasa aku sudah me lakukan yang terbaik, bukti nya gugatan .cerai rissa ada di pengadilan " jordy santai
"tapi aku rasa sudah cukup, kita ubah semua nya biar kan mereka kembali bersama " tegas silvy
"hei.. nyonya aku bukan kacung seenaknya kamu suruh, aku setuju ikut ajakan mu karena aku dari dulu punya rasa pada carissa, dan ini kesempatan emas itu mustahil aku lepaskan " jordy menolak
"tapi carissa tidak mencintai mu, dan aku mohon pada mu lepaskan rissa " silvy menangis
"aku tahu rissa tidak mencintai ku tapi Gio sayang pada ku, awal nya aku hanya kasihan, karena kejahatan mu dan Sonia wanita baik seperti rissa jadi korban, kamu yang memberiku jalan dan aku pasti terus mengejar cinta ku, lagi pula kamu aneh tiba-tiba datang di saat ini hampir berhasil "
"sebastian sudah tahu semua nya soal aku yang terlibat dalam rencana Sonia, jika nathan dan rissa berpisah mungkin aku pun di cerai sebastian" jelas silvy
"I don't care itu ke bodoh an mu, mungkin pantas sebagai balasan kejahatan mu " jordy tersenyum
"jordy ingat kamu juga ikut dalam rencana Sonia " silvy kesal
"benar tapi aku tidak menyangka Sonia segila itu, lagi pula aku sudah sadar jika carissa itu wanita yang sempurna, aku butuh istri seperti dia "
jordy keras kepala, tapi aku sudah puas, sudah mendapatkan apa yang bisa menolong ku
"sia-sia bicara pada orang seperti mu " silvy pergi
"pergi lah dan jangan kembali " jordy tertawa
__ADS_1
tapi bagaimana jika? silvy buka mulut pada rissa, ah sudah lah jika silvy macam-macam aku pun akan bongkar satu rahasia lagi..
sementara itu carissa. di butik nampak pucat dan lemas
tubuhnya letih seperti tanpa tenaga
praaak..
carissa jatuh pingsan di lantai membuat semua orang panik, dan susi pun membawa carissa pergi ke rumah sakit
aku tidak sadar apa yang sudah terjadi, saat aku bangun aku sudah terbaring di kasur rumah sakit
"mami, aku tidak mau mami sakit " Gio menangis
"sayang, mami tidak apa -apa cuma capek " jawab rissa lemah
"tadi aunty susi bilang mami pingsan aku takut sekali dan papi langsung jemput aku ke sini " tambah Gio
"lalu dimana papi sekarang? " tanya rissa
"di luar bicara Sama dokter " jawab Gio
meski pun aku sudah mengugat cerai nathan tapi sikapnya tidak berubah nathan masih menyuruh dokter untuk memberiku kamar vvip
"kamu sudah baik an? " tanya nathan
"iya, mas ini sudah malam tolong antar Gio pulang besok dia masih harus sekolah " ucap rissa
"tidak aku ingin di sini temani mami " Gio menolak
"Gio, mami tidak apa -apa hanya butuh menginap di sini sementara"
"iya benar, Gio itu harus nurut biar mami cepat sehat " tambah nathan
"ok, tapi aku mau peluk dan cium mami dulu, cepat sehat ya.. Gio sayang mami l love you more " Gio mencium rissa
"I love you too prince mami " balas rissa
Gio pun pulang di antar sebastian
"mas kamu tidak pulang ini sudah malam " rissa melihat nathan
"jika aku pulang siapa yang menyuapi mu makan, dokter bilang beberapa hari ini kamu tidak makan, kenapa? karena aku " nathan menatap ku
__ADS_1
"benar aku tidak berpikir tenang saat kamu bilang akan membawa Gio, dunia ini aku sudah banyak kehilangan itu aku bisa melewatinya, tapi tidak untuk Gio, aku lebih baik mati saja " rissa menangis
"tutup mulut mu, kamu pikir aku bisa hidup tanpa mu, jangan menangis itu membuat aku juga sakit " nathan menghapus air mata ku
suami ku yang terbaik
"ayo makan, aku suapi " nathan menyuapi aku
"aku tidak lapar " rissa menolak
"jika kamu sakit siapa? yang mengurus Gio, dasar bodoh begitu saja sudah sakit " nathan kesal
"aku sakit.. takut kehilangan Gio " rissa menangis
"cuma Gio, aku apa kamu tidak ingin lagi bersama ku " nathan kesal
"juga tidak ingin sama sekali tidak, dulu saat aku di malaysia aku selalu berdoa ada kesempatan untuk bertemu dengan mu lagi, karena berkat dirimu aku bisa jadi carissa yang sekarang, aku bahagia jadi istrimu"kenang rissa
" aku pun saat di new York tanpa mu, aku berdoa jika ada keajaiban kembali kan carissa ku, dan aku berjanji akan menjaga mu seumur hidup ku, dan sekarang apa kamu masih bisa bilang ingin cerai dari ku"
kami kembali menangis bersama dan nathan pun memeluk ku erat
"carissa tak bisakah kamu cabut gugatan itu agar tetap jadi istri ku" tanya nathan
rissa diam tidak bisa men jawab, aku pun sama sekali tidak ingin berpisah dari mu
"jika aku cabut kamu tidak akan bawa Gio kan? " tanya rissa
"tentu saja, kita bisa bahagia dalam keluarga kecil kita, tinggal bersama di rumah putih yang sudah me nunggu mu " nathan senang
tapi tidak semudah itu ada jordy di tengah kita
mungkin aku tidak akan ber cerai dengan mu tapi tidak juga bisa bersama mu
"ayo lah, aku ingin makan kita bahas itu nanti " pinta rissa
"ok sayang, ayo makan lah " nathan menyuapi
semoga saja carissa bisa luluh, aku yakin rissa tidak ada cinta untuk jordy, itu hanya rasa bersalah dan hutang budi semata
cara ini sengaja aku lakukan agar rissa takut aku bawa Gio, dah dia me cabut gugatan cerai itu
semoga berhasil amieen
__ADS_1