
akhirnya Carissa pun kembali ke rumah yang berada di pusat kota Paris..
"sayang ,aku berangkat kerja dulu ya,jangan pergi kemana pun ,istirahat dan jangan membantah "tegas Nathan
"ya,baiklah "jawab Rissa sambil mencium punggung tangan Nathan
Nathan terkejut saat Carissa mencium tangannya
rasanya ini sangat sempurna,seperti keluarga bahagia (gumam Nathan tersenyum)
"mama aku ke ruang kerja dulu ya,meskipun aku tidak bisa berangkat kerja tapi aku harus tetap mengecek email dari rumah "ucap Rissa
"ok,mama pergi belanja dulu ya,malam ini mama ingin masak yang spesial untuk kita "jawab mama yang juga pergi
tinggal aku bersama para pelayan
kursi rodaku di dorong ke ruang kerja
semangat saatnya bekerja lagi..
dari kantor majalah Jerry terus saja berfikir
akhir pekan ini Carissa kembali bersama Nathan semakin sulit untuk memisahkan mereka
dan akhirnya dengan membeli sebuket bunga mawar merah berbentuk hati Jerry pun datang
menemui Carissa..
para pelayan pun memberitahu Rissa jika ada tamu yang ingin menemuinya..
"Carissa,apa kabar ?aku dengar kaki mu terkilir jadi aku kesini menjenguk mu"ucap Jerry sambil memberikan bunga
"ya,kaki ku sedang sakit ,bunga ini untuk apa ?"ucap Rissa binggung
"ini adalah bunga untuk ungkapan kerinduanku pada mu,tidak melihatmu sebentar saja aku gelisah "Jerry menatap Rissa
Carissa hanya diam binggung
dengan bunga itu
bagaimana jika Nathan tahu pasti jadi masalah
"terima kasih,tapi aku juga minta maaf karena aku sakit mungkin beberapa hari ke depan aku tidak bisa turun langsung menangani projects kita "Rissa sedikit ragu..
"tidak apa-apa,beristirahatlah aku mengerti ,Carissa aku sungguh rindu pada mu , makanya aku berani kan diri untuk menemui mu"Jerry semakin meyakinkan
"kak,Jerry jangan begitu,aku tidak ingin jika Nathan tahu dia pasti salah paham "ucap Rissa
"tenanglah,aku hanya ingin mengungkapkan isi hatiku,aku tidak bermaksud yang lain"Jerry tersenyum
saat kami sedang mengobrol
mama mertuaku pulang dari belanja
"mama sudah pulang "tanya Rissa
"sayang rupanya ada tamu,siapa ?dia sampai -sampai membawakan mu bunga "tanya mama
"nama saya Jerry nyonya besar,saya adalah partner kerja Carissa di majalah Paris"Jerry memperkenalkan diri
"jadi kamu temannya menantu ku,bunga berbentuk hati ini sangat cantik ,selera mu sungguh bagus"mama menatap Jerry
"tentu nyonya,ini bunga spesial yang aku bawa untuk wanita spesial seperti Carissa "Jerry tersenyum
ya,ampun suasana jadi beku begini
"mama,kak Jerry ini teman yang baik dia adalah partner terbaik yang banyak membantuku selama di Paris "ucap Rissa
"lalu apa ?anda tahu bagaimana Jonathan anakku jika dia tahu ada pria yang memberikan istrinya bunga ",mama semakin sinis
"nyonya besar,jika tuan Jonathan suami yang baik aku rasa,dia akan mengerti ,aku hanya sebatas mengagumi Carissa ,karena bukan cuma cantik tapi memiliki hati yang baik, makanya aku menyukainya "Jerry semakin memanasi
__ADS_1
"sudah cukup,jangan di teruskan ,kak Jerry seperti seorang kakak bagi ku tidak lebih"Carissa meredam
"baiklah,aku menghargai karena aku dengar kamu partner kerja Carissa yang sangat handal dan banyak membantu,tapi aku rasa kagum mu pada Carissa tidak boleh berlebihan "mama menjelaskan
"nyonya besar,santai lah sedikit,aku tahu Carissa sudah menikah dan kesetiaannya tidak di ragukan ,tapi sepertinya pernikahannya juga tidak terlalu bahagia makanya aku ingin menjadi teman yang selalu menghiburnya "ucap Jerry
"kak,Jerry sebaiknya kakak pulang ,aku mohon jangan di teruskan"pinta Carissa
"baiklah aku pulang,tapi nyonya besar perlu anda tahu aku memang menyukai Carissa lebih dari partner kerja tapi aku tetap menghargai kesetiannya ,jadi aku harap anda mengerti aku permisi "Jerry pergi
akhirnya Jerry pulang tapi mama hanya diam
menatap ke arah Jerry
ya,ampun semoga tidak menambah masalah
sepertinya pria itu serius ,aku harus lebih
waspada,ada maksud lain yang tersimpan,sengaja membuat panas suasana (gumam mama )
setelah seharian di depan laptop aku pun ..
merasa lelah dan ingin mandi ,tapi kamar Nathan di atas,bagaimana aku naik..
saat aku berusaha menaiki anak tangga dengan tongkat..
Nathan sudah pulang dari kantor
"ya,ampun sakit sekali,bagaimana bisa ?aku melangkah sampai atas "ucap Rissa
"sudahlah,ayo aku bantu "ucap Nathan menggendongku
"kamu sudah pulang "ucap Rissa gugup
adegan ini seperti di film romantis
menaiki anak tangga dengan mata saling menatap
ternyata perasaan ini masih saja sama
betapa kagetnya,ternyata kamar tidur aku dan Nathan ,sudah di hias dengan bunga -bunga seperti kamar pengantin ..
"kamar kita berubah jadi romantis sekali "ucap Nathan sambil menaruh ku dari tempat tidur
"aku juga tidak tahu,seharian ini aku pinjam ruang kerja mu untuk mengecek email,dan ini juga baru selesai "jawab Rissa juga terkesima
"terserahlah siapa pun yang buat,tapi ini sangat bagus,kita seperti masuk kamar pengantin baru "Nathan tersenyum
"klo begitu aku ingin mandi dulu "ucap Rissa yang hendak bangun
"pelan -pelan,ayo aku bantu mandi "ucap Nathan menggoda
"tidak perlu aku bisa sendiri"Rissa semakin gugup
"aku hanya bercanda ,kenapa ?wajahmu pucat sekali,aku hanya membantumu masuk ke kamar mandi "Nathan terus tersenyum
dasar Presdir gila..
selalu membuat jantungku berdebar ..
tapi kamar ini bagus sekali,bahkan bathup mandi
pun isi bunga mawar ...
setelah hampir setengah jam aku keluar
dan aku lihat Nathan malah terlelap di tempat tidur
aku menatap wajah Nathan yang sedang tidur
ekspresi Presdir galak bisa berubah manis juga
__ADS_1
tapi tiba-tiba saja Nathan malah menarik tubuhku ke pelukannya
"kenapa lama sekali mandinya"ucap Nathan
"mas kamu tidak tidur"Rissa terkejut
"sebenarnya aku lelah tapi melihatmu aku jadi segar lagi "nathan tertawa
"dasar modus, lepaskan aku"Rissa berusaha keluar dari pelukan Nathan
"tidak aku ingin kamu tidur di sampingku "Nathan berbisik
"tapi kaki aku sakit jika posisi seperti ini "ucap Rissa
"benarkah,maafkan aku lupa,"Nathan bangun melepaskan Rissa panik
"tidak apa -apa,sebentar lagi juga hilang "Carissa tersenyum
"jadi kamu mengerjai aku ya "Nathan hendak memeluk Rissa lagi
"sudah lah,mandi saja dulu biar kamu lebih segar "Rissa mendorong Nathan
Nathan pun pergi mandi
sebaiknya aku menyisir rambutku dulu
aku pun duduk depan cermin
tiba -tiba hatiku seperti teriris
seperti ada bayangan ibu
apa ?ini benar aku kembali satu atap dengan Nathan ..
meskipun dia suamiku,tapi ibuku tidak suka aku bersamanya. .Carissa menangis
melihat Carissa menangis depan cermin
Nathan pun keluar memegang bahu Rissa dari belakang
"apa yang sedang kamu fikirkan hingga menangis "tanya Nathan
"ibu,aku teringat ibu,bagaimana jika ibu tahu aku kembali bersama mu "jawab Rissa dengan air mata mengalir
"sayang,aku mencintaimu dan tidak akan menyakitimu,aku sudah berjanji meskipun kita tinggal satu kasur sekalipun aku tidak akan menyentuhmu ,selama dirimu tidak menginginkannya "ucap Nathan mengangkat dagu Rissa
"mas,maafkan aku ,aku minta maaf ,yang tidak berdaya di posisi ini "Rissa terus menangis
"aku mengerti,ayo kita tidur "Nathan kembali menggendongku ke tempat tidur
"terima kasih kamu sudah sabar dengan ini "Rissa memegang tangan Nathan
"dengar aku baik-baik,sepasang suami istri itu bukan cuma sekedar hubungan fisik,ada yang lebih penting dari itu ,adalah kenyamanan jika kita melihat orang yang aku cintai nyaman di sampingku tidak tersiksa itu lebih dari cukup,asalkan kamu tetap menjaga cinta kita aku akan bersabar"Nathan tersenyum
kata-kata Nathan sungguh luar biasa
Nathan yang aku kenal posesif
berubah sabar ,dan tidak memaksa
mungkin ini namanya proses kehidupan
yang sedang kamu jalani
hubungan rumit ..yang sulit di tebak ujungnya
kita terikat pernikahan
tapi sulit menyatu..
semoga aku dan Nathan bisa melewati semua ini..
__ADS_1
sejatinya suami istri harus terus bersama
dalam suka maupun duka..