
selepas selesai wawancara aku kembali bekerja seperti biasa ,Nathan menepati janjinya untuk membiarkan aku tetap bekerja..
"hai,nyonya Presdir "sapa Jerry.
"kak,Jerry jangan bilang begitu,aku jadi tidak nyaman "Rissa menunduk
"kenapa ?bukankah seluruh pelosok kota Paris sudah tahu sekarang nona Carissa Putri ,adalah istri Presdir jadi aku menghormatimu "Jerry tersenyum.
" kak,Jerry kita tetap berteman jadi bersikap seperti biasa karena kita adalah partner kerja "Rissa juga tersenyum
"tentu kita berteman ,jadi bisakah kamu ikut denganku pergi menemui Celine ?"tanya Jerry
"ya,ampun aku lupa hari ini Celine ulang tahun aku berjanji untuk menemuinya,baiklah aku ikut"jawab Rissa
aku akan menemui Celine untuk merayakan ulang tahunnya ,tapi Nathan bagaimana ?jika dia marah
lebih baik aku chat saja.
chat untuk Nathan
"mas aku pulang terlambat,karena aku akan pergi untuk mengunjungi adiknya Jerry,dia temanku
aku mohon mengertilah "
ternyata designer itu tidak menyerah
untuk terus mendekati Carissa
jika aku melarang ,Carissa bisa pergi dan marah padaku ..
balasan chat untuk Carissa
"baiklah ,aku akan menunggumu di rumah
dan jangan berbuat macam-macam"
dasar Nathan ,sekalu bersikap begitu..
sampai di rumah rawat Celine
"Celine,selamat ulang tahun ,kak Jerry dan aku sudah membelikan mu banyak sekali hadiah "ucap Rissa sambil membawa banyak kado
"terima kasih ,aku senang sekali,kak Jerry Chan tidak ikut kesini"tanya Celine
wajah Jerry pun seketika berubah marah juga sedih ,aku bingung sebenarnya apa yang terjadi ?
"Celine,sayang Chan tidak akan kesini,maksud kakak dia sedang sibuk "Jerry memeluk Celine
"aku lupa,Chan sudah naik jabatan sebagai manager keuangan,jadi pasti dia sibuk,apalagi bosnya itu sangat galak,calon suamiku tidak bisa istirahat"ucap Celine tersenyum
"Celine, bolehkan aku bertanya ?"ucap Rissa
"boleh kakak mau tanya apa ?"jawab Celine
"Chan maksudku calon suami mu bekerja dimana ?"tanya Rissa penasaran
"di perusahaan besar yang memilki bos sangat angkuh juga sombong,"Celine menghentikan ucapannya
"sudah lah Rissa, untuk apa kamu membahas sesuatu yang bisa membuat adikku sedih "Jerry terlihat kesal
"bukan begitu kak,dulu saat aku bekerja sebagai perawat para pecandu,kami selalu berusaha berbincang dengan pasien untuk menggali lebih dalam alasan mereka,karena 90 persen pasien depresi itu stres tidak bisa menerima kenyataan,yang membuat mereka sedih,tugasku adalah menjadi temannya berusaha berbagi kesedihan dan menguatkan jika semua yang terjadi itu takdir "ucap Rissa
"jadi maksudmu,adikku depresi itu takdir,meskipun ini terjadi karena kekejaman seseorang "Jerry marah
"bukan begitu,aku tidak bermaksud,makanya aku ingin tahu masalahnya "ucap Rissa binggung
"kak,Jerry jangan marah , kakak Rissa adalah temanku,iyakan kak "Celine memegang tangan Rissa
"Celine ayo,ikut ke taman kita bermain di sana"ucap Rissa mengajak Celine pergi
tempat ini sama seperti di Indonesia
tempat panti rehabilitasi,aku jadi rindu
ingin pulang,melihat bunga mawar merah
aku rindu pulang
__ADS_1
"kak,Rissa bulan depan aku akan menikah tapi Chan sangat sibuk "Celine mengajak bicara
"benar Chan sangat sibuk,jadi Celine ngobrol dengan aku saja,dan tadi kamu belum jawab di dimana Chan bekerja ?"tanya Rissa lagi
"di perusahaan salah satu orang terkaya,dan kami akan segera menikah "ucap Celine tertawa
"pasti kamu sangat bahagia saat akan menikah,karena dulu aku juga begitu"ucap Rissa
"kak,Rissa sudah menikah,berarti aku terlambat ingin menjodohkan kakak dengan kak Jerry "Celine bicara sambil tersenyum
"Celine,bolehkah aku lihat foto Chan "ucap Rissa
"boleh di sini di dalam liontin aku selalu membawanya "Celine membuka foto itu
aku melihat wajah Chan sedang tersenyum
Celine dan Chan sangat serasi
tapi apa sebenarnya penyebab kematiannya
"kak,Rissa sekarang gantian aku lihat foto suami kakak "ucap Celine
"ini aku hanya menyimpannya di hp,pria berjas hitam dengan kaca mata hitam ini suamiku,"ucap Rissa
melihat foto itu senyum Celine berubah ..
seakan marah dan terus diam
"kak Rissa,siapa nama suami mu "tanya Celine lagi
"Jonathan putra wirawan,itu namanya "Rissa menjelaskan
"tidak,pergi kamu,pergi aku tidak ingin melihatnya pergi .."Celine berteriak
"aku binggung aku kenapa ?"Rissa binggung
Jerry yang mendengar Celine berteriak langsung datang dan mendekap Celine dan membawanya pergi dari hadapan Rissa dengan sangat marah..
kejadian apalagi yang sudah terjadi di masa lalu
sepertinya Jerry menyimpan rahasia
"dokter sudah memberikan obat tidur "Jerry berbicara dengan wajah dingin
"kak,apa kamu marah padaku,sepertinya aku salah menyebut nama Jonathan,apa Celine mengenal Nathan ?"Rissa semakin penasaran
"Carissa,sebaiknya sekarang aku antar kamu pulang,suami mu pasti marah jika aku mengajakmu terlalu lama "ucap Jerry tanpa menjawab pertanyaan ku
"baiklah"ucap ku
sepanjang perjalanan Jerry hanya diam,sikapnya berubah tidak sehangat seperti biasanya
"Rissa aku minta maaf,mengacuhkanmu tadi suasana hatiku buruk bila melihat Celine kambuh "ucap Jerry yang menepikan mobilnya
"tidak apa-apa,cuma aku binggung seperti ada yang di sembunyikan dariku "jawab Rissa
Chan dan Celine
saling mencintai,mereka begitu dekat
Celine selalu bermimpi bisa menikah dengan Chan
di sebuah malam yang dingin,aku menemukan Chan sudah tidak bernyawa,dokter bilang dia bunuh diri..
dan semenjak hari itu adikku kehilangan senyumannya ..
"kak,aku turut prihatin, boleh kah aku tahu apa yang membuat Chan berbuat begitu ?"tanya Rissa
"aku tidak tahu pasti,yang jelas tekanan pekerjaan yang begitu besar membuatnya stress.."jawab Jerry
apa Chan bekerja di perusahaan milik Nathan sehingga Celine histeris saat aku menyebut namanya..
"Carissa,sebenarnya aku juga memilki hadiah spesial untukmu "Jerry memberikan sebuah kotak
"apa ini,kak ?tanya Rissa.
"bukalah ,itu seperti dirimu sangat cantik "Jerry tersenyum
__ADS_1
"kak,Jerry ini Kalung berlian design terbaru ,ini untukku"Rissa tersenyum
"tentu,aku membuatkan khusus untukmu itu hanya ada satu di dunia,sini aku pakaikan "Jerry memasangkan kalung berlian di leherku
"kak,ini terlalu mahal untukku "Rissa tersenyum tipis
"itu seperti dirimu,yang selalu berkilau ,sederhana namun sangat berharga "Jerry menatap Rissa
"terima kasih banyak,aku pakai nanti saja ya "ucap Rissa hendak membuka kalung itu
"kamu takut jika Nathan marah karena ini,rupanya kamu sangat setia padanya "Jerry terlihat kesal
"bukan,begitu kakak tahu Nathan sangat posesif dan emosional apapun yang biasa bisa jadi masalah dan itu tidak baik bagimu "Rissa menjelaskan
"aku mengerti,tapi tolong malam ini saja pakai kalung ini,anggap saja sebagai mengapresiasi hasil karyaku "pinta Jerry
"baiklah aku sangat menghargai ini ,aku akan memakainya malam ini "ucap Rissa
Carissa itu yang aku mau ..
biarkan pria sombong itu marah (isi hati Jerry dengan wajah tersenyum )
jika aku tidak memakainya Jerry pasti tersinggung
dan Nathan pasti sulit menjelaskan padanya
"baiklah,aku akan mengantarmu pulang "Jerry melaju kan mobilnya
setelah hampir setengah jam
akhirnya aku sampai di rumah besar
"Carissa aku pamit,terima kasih untuk malam ini "Jerry sambil pergi berlalu
"selamat malam kak ,sampai berjumpa besok "balas Rissa
tuan muda angkuh sedang menatap dari atap balkon ..seakan penuh dengan kemarahan..
rasanya asing sekali,kembali tinggal bersama Nathan ,meskipun dia suamiku
mengingat ada tembok besar yang masih menghalangi
ibu ku,pasti kecewa sekali
jika dia mendengar hal ini
betapa hancurnya ibu,saat tahu Nathan adalah penabrak ayahku
langkahku seakan terhenti ..
aku masuk kedalam atau kembali ke apartemen
meskipun surga istri ada pada suami
tapi kebahagiaan ibu ku juga penting
Carissa terus menangis ,berdiri menatap
rumah besar Nathan
dilema antara cintanya juga ridho ibunya..
tuhan,bantu aku ..
menyelesaikan ini..
dari atas balkon Nathan juga hanya terdiam menatap Rissa
Carissa,masuklah ke dalam rumah ini
setidaknya masih ada harapan untuk kita memperbaiki semuanya
aku tidak bisa membiarkan kita terpisah terlalu lama..
aku mohon sayang..
berikan aku dukungan jika kita
__ADS_1
kembali bersama itu membuat kita
bahagia..