Supir Taksi Itu Bos Ku

Supir Taksi Itu Bos Ku
terbawa rasa


__ADS_3

setelah 3 minggu di rawat perlahan kaki ku, mulai membaik dan ini pertama kalinya aku bisa berjalan tanpa tongkat, dan aku senang sekali


"alhamdullilah, mas aku bisa jalan " rissa sangat bahagia


"iya aku juga senang melihat mu bisa berjalan normal tanpa tongkat lagi " nathan haru


"semua ini juga berkat kamu yang selalu membantuku " ucap rissa sambil terus Tersenyum


"sama-sama sayang " nathan juga tersenyum


"tapi nyonya, anda masih harus berhati -hati tidak boleh berjalan terlalu jauh, masih harus pelan -pelan " pesan dokter


"pasti dokter, saya akan terus mengawasi istri saya " balas nathan


akhirnya setelah hampir 5 tahun berjalan dengan tongkat, hari ini aku kembali normal, meski pun masih dalam proses


dan agenda pertama belanja, aku me minta mas nathan untuk ber belanja, karena rissa ingin memasak makanan Indonesia


"mas kamu kok gelisah gitu ada apa? tanya ku


" mendadak sebastian bilang jika ada sedikit masalah di kantor dan sepertinya aku harus rapat secara virtual "jelas nathan


" ya udah, kamu selesai kan saja urusan kantor mu "ucap rissa


" kalau begitu kamu, aku tinggal dulu ya "nathan segera pergi


setelah nathan pergi, aku segera mengeluarkan isi belanjaan ku, aku ingin memasak masakan Indonesia, mas nathan pasti suka


ini pertama kalinya aku masak dengan serius dan semangat karena di sini, kami berdua seperti pasangan yang baru menikah


aku masakan rendang, sayur asem, dan perkedel karena ternyata di new York itu sulit mencari tempe dan tahu


jam sudah menunjukkan pukul 6 waktu new York, segera aku mandi dan sholat


tak lupa aku berhias dengan make up tipis


dan memakai wangian parfum rose kesukaan ku


aku semangat sekali, seperti baru x ini menyambut suami ku


jam terus bergerak makin malam, nathan pun makin gusar carissa sudah menungguku


nathan bergegas pulang untuk menemui carissa


namun, pemandangan lain terlihat, rissa terlihat Ter tidur di meja makan


dasar gadis bodoh, rupanya kamu kelelahan ya


nathan menggulung lengan kemejanya dan bersiap menggendong rissa


reflek rissa bangun tepat wajah mereka kembali saling menempel dan nyaris ciuman


" mas nathan kamu baru pulang "rissa mengusap wajah nya


" kamu sangat lelah ya "nathan menarik kursi dan duduk


" tadi nya aku fikir kita akan makan malam bersama, tapi ini sudah larut malam "rissa terlihat bete


" maaf aku cukup sibuk, ayo tuangkan nasi pada piringku aku ingin makan "pinta nathan

__ADS_1


" benar kah "rissa pun langsung menuang kan nasi dengan rendang, tak lupa sayur asem


" wah.. wah masakan istri ku sangat lezat"nathan lahap


"bukanya kamu laper makan ya semangat gtu " ucap rissa


"kedua nya, ini seperti keluargaku kembali " nathan senang


benar kita seperti keluarga bahagia tanpa beban, biar kan masalah jordy di Indonesia saja


selesai makan, nathan mandi dan aku pun bersiap untuk tidur


namun aku terkejut, ada tangan melingkar di pinggang ku


"mas nathan, apa yang kamu lakukan " teriak rissa


"pelan kan suara mu, ini sudah malam " bisik nathan sambil dagunya menempel di pun dak ku


"tak bisakah kamu pakai baju mu dulu " rissa gugup


"kenapa? kamu takut " tanya nathan mempererat pelukannya


gimana? gak takut nathan, cuma memakai handuk di pinggang


"ayo jawab " nathan memutar tubuhku ke hadapan nya


"maksudku, kamu bisa masuk angin nanti, ac nya dingin " rissa beralasan


bukan nya melepas kan, nathan malah memeluk aku lagi, hingga kepala ku menempel di Dada nya yang bidang


"coba kamu dengar jantung ku, saja semakin kencang dekat kamu " nathan mulai membelai rambut ku


benar, carissa masih masa pemulihan, dokter bilang butuh waktu satu atau 2 bulan


ku tarik nafas panjang seakan kekesalan ini penuhi otak ku


"kalau ini bolehkah " nathan langsung mengigit bibir imut rissa


ya ampun, ciuman ini benar bisa membawa ku terbawa rasa


rasa yang aku miliki setiap dekat suami ku


nathan terus menjilat bibir ku, tanpa jeda aku pun seakan terbawa rasa dan menikmati


sampai rasa nyeri di kaki ku mulai Teresa akibat terlalu lama berdiri


"aduh sakit " rintih rissa


"apa aku terlalu kuat mengigit nya " tanya nathan


suami kenapa? tanya hal macam itu


"bukan kaki ku " jawab rissa


"oh ya maaf, ayo kita ke tempat tidur " nathan menggendong ku


"mas " rissa binggung


"apa? aku tidak marah, aku lupa kamu masih pemulihan " tegas nathan

__ADS_1


"bukan itu maksudku " rissa malu


"lalu apa lagi? " tanya balik nathan


"aku rindu sekali pada Gio, aku tidak sabar melihat ekspresi wajah senang nya " ucap ku


"iya benar, aku pun rindu sekali tapi juga takut jika segera kembali ke Indonesia" nathan sedikit sedih


"kamu takut apa? " tanya rissa


"takut kehilangan kalian, takut kamu berubah rissa, kembali jauhi aku karena jordy " nathan menatap ku


"aku tidak tahu masa depan kita nanti, tapi apa pun itu aku bahagia jadi istri mu, istri Jonathan suami yang sangat mencintai aku " rissa meneteskan air mata


"iya sayang, aku akan selalu berdoa agar kita bisa ber satu selama nya


" amien "jawab ku sedih


" ayo tidur lah ini sudah malam "nathan memberi selimut


tapi nathan memilih tidur di kasur Lain, nathan takut jika satu kasur bisa sulit di kendalikan


rupanya carissa masih belum yakin jika kita harus kembali


nathan gusar mencari cara, agar cinta rissa makin tumbuh dan ber kembang lagi


mungkin dengan cara, aku mengingatkan kenang an manis bisa membuat baper kembali carissa


dari jauh nathan tidak henti memandang wajah carissa, aku bersumpah kita akan tetap jadi suami istri


di sisa minggu terakhir di new York


kita akan rajut kembali cinta kita yang memudar


aku ingin hati kita semakin terikat lebih erat agar tidak ada celah bagi jordy untuk merebut istri ku


rupanya rissa pun belum tidur sepenuhnya


maafkan aku mas, yang masih takut dengan kenyataan


aku pun masih sangat cinta sama kamu


Aku pun akan berdoa agar kita jadi suami istri selama nya


aku sudah bahagia punya suami seperti dirimu


aku tidak ingin ada kata perpisahan lagi


semua yang terjadi membuat kita banyak menangis


tapi kali ini, aku sulit untuk jika harus kita berpisah lagi


cuma jordy, aku tidak ingin melukai nya tapi juga sulit menerima nya


hari -hari di new York ada lah bagian termanis di kisah ini carissa dan Jonathan


setidak nya kita bisa menikmati sebagai suami istri meski belum kembali seutuh nya


tapi aku bahagia...

__ADS_1


__ADS_2