
setelah seminggu lalu gugatan terhadap nathan sudah di daftar kan, hari ini ada lah sidang pertama kami bertemu di pengadilan
"jadi benar anda ingin bercerai dengan Jonathan suami anda? " tanya hakim
aku tidak bisa men jawab cuma air mata yang dari tadi tidak berhenti menetes
"sekali lagi saya tanya pada kalian berdua, apa kalian yakin ingin tetap bercerai, saya ingat kan Allah itu membenci perceraian, jika masih ada sedikit cinta pikirkan ulang keputusan kalian " jelas hakim lagi
"iya saya setuju pak hakim, biar kan saya mediasi dengan istri saya dulu, karena saya tetap ingin kami bertahan" ucap nathan
jordy yang hadir pun tampak kesal dengan ucapan nathan yang ingin bertahan, dan hakim pun memberi kami waktu untuk bicara berdua
"jawab aku apa kamu sudah yakin ingin bercerai dari ku carissa? " tanya nathan
"mas bukankah kamu sudah berjanji untuk membiarkan aku bersama jordy " rissa menangis
"iya, tapi itu pun jika kamu menginginkan bersama jordy, carissa benar kah sudah tidak ada cinta di hatimu untuk ku " nathan sedih
cinta itu hanya milik mu mas, tapi aku berada di persimpangan jalan yang sulit
"mas jauh di dalam hatiku, aku sudah berjanji untuk hanya menikah sekali seumur hidup ku, tapi kamu yang membuat aku harus me lakukan semua ini " tegas carissa
"semua memang salah ku, jika saja waktu itu aku tidak pergi ke luar kota, mungkin aku bisa menjaga mu dari Sonia dan tidak membuat mu ber hutang budi pada jordy, aku kalah rissa.. aku salah" nathan menangis
ya Allah, aku pun tidak ingin berpisah dari suami ku, belahan jiwaku
"mas bangun berdiri lah " ajak rissa
"ok, aku akan mengabulkan gugatan cerai kita asalkan Gio harus dalam hak asuh ku, dan aku pasti kan akan bawa Gio pergi bersama ku " nathan mengancam
"tidak Gio itu putraku, aku yang melahirkannya dengan nyawa ku, aku tidak mau mas " rissa menolak
"bukankah itu adil kamu bisa menikah dengan jordy, kalian bisa punya anak lagi dan biar kan aku pergi bersama Gio, itu keputusan ku, jika kamu setuju minggu depan kita pasti sudah berpisah " nathan pergi
tidak.. aku tidak mau berpisah dari Gio putraku
itu tidak mungkin
keluar dari ruang mediasi carissa terus menangis
tanpa henti
__ADS_1
"rissa ada apa? kenapa menangis " jordy panik
"nathan bilang jika aku tetap ingin bercerai, maka Gio harus ada dalam hak asuh nya " jawab rissa
"jadi nathan gunakan Gio untuk menghalangi perceraian kalian " jordy kesal
"nathan itu ayah nya dia berhak me lakukan apa pun, tapi jika untuk mengganti balas budi ku pada mu harus bertukar dengan Gio aku tidak sanggup "
"rissa aku sangat mencintai mu aku akan usah akan agar nathan tidak ambil Gio, lagi pula Gio masih di bawah umur secara hukum anak harus ikut ibu nya " jelas jordy
"apa kamu lupa? siapa Jonathan wirawan dengan pengaruhnya kekuatannya uangnya semua bisa dia lakukan apa lagi nathan itu keras kepala " rissa takut
"tapi rissa aku tidak ingin kehilangan dirimu " jordy memegang tangan rissa
"jordy aku sudah pernah menikah dan mengalami banyak kesedihan dalam hidup ku, satu nya aku kembali semangat hanya Gio, aku tidak sanggup jika harus menukarnya, jadi to long biar kan aku sendiri " rissa melepas tangan jordy
carissa aku sangat mencintai dirimu, tapi nathan juga sebaliknya ini pasti sengaja dia lakukan
carissa pun pulang ke rumah dengan rasa hampa dan sedih
"sayang ada apa? terjadi sesuatu di pengadilan " tanya ibu ku
"tadi aku dan mas nathan melakukan mediasi nathan setuju untuk bercerai tapi sebagai ganti nya aku harus membiarkan Gio pergi bersama nya, tidak bu, aku tidak mau nathan ambil Gio " rissa menangis di pelukan ibu
ibu benar tapi tidak semudah itu, nasib sudah mengaduk -aduk kisah kami
"ibu aku binggung, tidak bisa berfikir jernih, aku naik kamar dulu ya " rissa pergi
aku masuk ke dalam kamar dan buka jendela
rumah putih di sebrang itu milik nathan juga mimpi ku..
aku duduk sambil terus menatap tembok kokoh rumah itu..
tuhan sudah banyak memberikan aku air mata, seharusnya Gio tidak boleh menangis terus seperti aku..
andai saja semua ini mimpi, aku akan bangun dan melanjutkan hidup ku bersama Gio
di saat rissa sedang termenung Gio datang menghampiri
"mami sedang apa? " Gio masuk
__ADS_1
"sayang kamu sudah pulang " rissa kaget
"ayo ikut aku ke bawah ada papi di bawah " rengek Gio
"tidak nak, kamu saja ya mami capek " rissa menolak
"papi belikan banyak es krim coklat, katanya untuk kita bertiga makan, mungkin setelah ini tidak ada kesempatan lagi " jelas Gio
"jadi papi bilang begitu " rissa kesal
aku pun turun ke bawah bersama Gio dan ku lihat nathan tersenyum di meja makan
"akhirnya turun juga, ayo sayang kita makan es krim nya sebelum meleleh " nathan tersenyum
"ayo mi, duduk " Gio menarik tangan ku
tanpa bicara rissa tetap diam
"papi mami kenapa? kalian diam ada yang salah ya, " tanya Gio
"tidak nak, mungkin mami sedang sariawan makanya diam " nathan melirik rissa
"tidak sayang, aku hanya menikmati es krim ini " ucap rissa
"horee.. mami panggil papi sayang aku senang jika kedua orang tua ku akur, berita itu bohong " Gio senang
"sayang berita apa yang Gio dengar? " rissa gugup
"tadi teman di sekolah bilang jika papi dan mami sedang bertengkar dan ingin pisah itu yang ada di berita "
mata nathan dan rissa saling melirik seakan kaget, rupanya media online sudah tahu
"Gio, lihat papi dan mami itu saling mencintai jadi tidak mungkin berpisah, iya kan sayang " nathan memegang tangan rissa
"iya nak, ayo makan es krim nya jangan pikirkan apa pun yang buat sedih, lihat mami itu sayang papi " rissa menyuapi nathan es krim.
senyum nathan pun mengembang menikmati
"iya Gio, papi janji bahwa papi sama mami tidak akan berpisah "
sejuta rasa hadir di sini, aku tidak ingin melihat kesedihan di wajah Gio
__ADS_1
carissa aku masih melihat cinta itu di mata mu
aku berharap ini bisa membuat mu, Berfikir ulang dengan keputusan mu..