
Sonia mendengar di tangkapnya pak Ali ,dia pun langsung terbang dari Paris dan segera datang ke kantor polisi menemui paman nya
"paman baik -baik saja "Sonia khawatir
"Sonia ,sayang aku baik ,kamu disini "Ali senang
"iya begitu,kabar di tangkapnya paman tersiar di media ,aku langsung buru-buru kembali ,paman apa nathan tidak bisa mencabut laporan,pada karyawan yang sudah berpuluh -puluh tahun mengabdi "Sonia kesal
"sudahkah nak ,mungkin ini hukuman atas khilaf ku lagi pula tidak mungkin jonathan bisa memaafkan "tegas paman
benar sifat arogan Nathan tidak mungkin bisa memaafkan dengan mudah ,setelah mengunjungi pamannya Sonia langsung menemui Jonathan di rumahnya
"permisi tuan muda di ruang tamu ada nona Sonia ingin bertemu "ucap Bu asih
"Sonia ,mau apa dia kesini "Nathan kesal
"Bu,bilang saja tunggu sebentar kami akan segera kesana "ucap Rissa
"baik "jawab Bu asih
"sayang aku tidak ingin menemuinya "ucap Nathan
"baiklah kalau begitu aku saja "Carissa bangun meski tangannya masih di perban
di ruang tamu Sonia duduk menunggu ,aku sudah tidak sabar ingin bertemu mereka
"Sonia kamu kesini ,ada hal yang penting ?"tanya Rissa
"aku ingin bertemu kalian ,dimana Nathan ?"tanya balik Sonia
"dia di dalam kamar ,bicara saja aku mendengarkan "Rissa duduk
Nathan di kamar juga tidak tenang ,akhirnya ikut turun ke bawah menemui Sonia
"aku ingin kalian mencabut tuntunan atas pak Ali ,mengingat selama ini paman ku sudah berjasa dalam perusahaan milik keluarga wirawan "pinta sonia
"Sonia ,aku tahu pak Ali sudah berjasa tapi apa yang dia lakukan itu kriminal di tambah lagi toko roti ibu ku di bakar ,itu jahat dan kejam "tegas Rissa
"jadi kamu menolak ,beraninya kamu menolak "Sonia marah
mendengar Sonia marah dan hampir memukul Rissa Nathan pun langsung lari
"hei apa yang ingin kamu lakukan pada istriku "Nathan marah
"Nathan aku hanya ingin kalian mencabut tuntutan atas pak Ali "ucap Sonia lagi
"mencabut tidak mungkin apa yang pak Ali lakukan itu kejahatan ,Chan Lee sudah jadi korban dan apa kamu tahu japan company rugi ratusan dollar dan yang lebih parah dan membuat aku marah selama ini pak Ali ingin mencelakai Carissa ,jadi itu mustahil aku maafkan "tegas Nathan
benarkah paman bertindak sejauh itu sampai dia berani korupsi
"tapi paman mu sudah berjasa pada kalian berpuluh -puluh tahun "Sonia meyakinkan
__ADS_1
"tetap saja yang sudah di lakukan itu jahat ,lebih baik segera pulang dan cari pengacara karena aku pasti kan pak Ali akan dapat hukuman berat untuk membayar kejahatannya "Nathan terus marah
benar sia-sia saja aku kesini,Jonathan tetap Jonathan selalu seperti ini
"aku akan pergi ,tapi ingat jika paman ku tidak bisa bebas maka kalian juga tidak akan aku biarkan hidup bahagia ,apa lagi kamu Carissa aku tidak rela kamu hidup senang sebagai nyonya Jonathan ,karena aku akan menghancurkannya "ancam Sonia
"cukup pergi dari sini"usir Nathan
mata Sonia terlihat begitu kesal dan marah
"mas apa sebaiknya kita fikir kan lagi ,laporan kita terhadap pak Ali "ucap Rissa
"sayang kamu jangan takut dengan ancaman Sonia ,lagi pula kita sudah benar melaporkan kejahatan "Nathan membelai Rissa yang nampak panik
"aku bukannya takut,hanya saja aku rasa yang di ucapkan Sonia itu benar "jelas Rissa
"sudah biarkan aku dan kuasa hukum yang mengurus semua ini,kamu fokus saja pada pemulihan biar cepat sehat ya "Nathan mencium kening Rissa
meskipun galak tapi aku harus akui cinta Nathan begitu besar padaku
ibu Rissa yang mendengar berita tentang kejahatan pak Ali ,pun berfikir jika selama ini sudah terhasut dengan ucapan pak Ali tapi kenyataan
tidak berubah suamiku meninggal akibat menantu ku sendiri ,bagaimana caranya ?aku bisa memaafkan semuanya dengan mudah (dalam hati ibu Rissa )
sedangkan Ammar terluka cukup parah akibat pengeroyokan oleh preman dan masih di rawat di IGD rumah sakit
Carissa pun datang untuk menjenguk ya
"permisi boleh aku masuk "ucap Rissa
"Celine rupanya kamu disini juga "Rissa senang
"Rissa Celine datang membantu aku makan dan minum obat "ucap kak Ammar
"kak Rissa ,aku ingin pulang sebentar untuk beli makanan dan ganti baju ,boleh titip kak Ammar "Celine pergi
"baik aku ,akan menemani kak Ammar "Rissa setuju
"kak bagaimana keadaan mu ?"tanya rissa
"sudah mulai pulih ,dimana suami mu tidak kesini "tanya balik Ammar
"Nathan ada urusan di kantor nanti juga kesini ,aku datang bersama supir "jelas Rissa
"Rissa tolong bantu minum"pinta ammar
"baik sini aku ambilkan "Rissa membantu Ammar minum
"Rissa aku senang jika melihat mu senang ,tadinya aku mulai cemburu melihat kamu selalu bersama Nathan ,tapi aku sadar cintaku sudah terlambat dan sekarang harus aku terima kenyataan jika dirimu sudah jadi istri orang dan cintaku tidak berguna lagi "ucap Ammar
"kak jangan berkata seperti itu,aku juga mencintai dan menyayangi mu tapi sebatas kakak ,jadi sampai kapan pun kita akan saling menyayangi "tegas Rissa
__ADS_1
benar kak Ammar sudah seperti kakak bagiku
"sebatas kakak tidak lebih ,tapi aku senang setidaknya kamu menyayangi ku ,kalau boleh ku kakak mu minta peluk boleh "Ammar menggoda
sedangkan Nathan juga datang untuk menjenguk Ammar setelah kantor selesai dia cepat datang ke rumah sakit
"peluk tentu saja tidak "Rissa tertawa
"kalau suapi makan boleh "Ammar juga tertawa
di saat mereka sedang bergurau Nathan di balik pintu langsung masuk dan kesal juga cemburu
"tentu saja tidak boleh "ucap Nathan
"mas kamu ada disini "Rissa kaget
"tentu saja,aku ini hanya bercanda "Ammar juga kaget
"bagaimana keadaan anda ?"tanya Nathan
"Alhamdulillah sudah membaik "jawab Ammar
"terima kasih kemarin anda sudah berjuang untuk membantu Celine"Nathan tersenyum
"sama-sama,Nathan aku senang bisa membantu kalian apalagi Carissa sudah ku anggap seperti keluarga"jawab Ammar lagi
"keluarga benarkah kamu sudah rela Carissa dengan ku ?"tanya Nathan
"mas jangan bertanya begitu "Rissa melirik nathan
"tidak apa ,aku memang menyayangi Carissa sempat berfikir untuk bisa menikah dengannya tapi takdir Presdir Carissa bukan jodohku dia hanya bisa jadi sahabatku,dan aku senang jika Carissa juga senang bersama mu"Ammar meyakinkan
benar Carissa adalah cinta masa remajaku
tapi kini aku harus terima jika takdir kami hanya untuk bersahabat
"sayang sebaiknya kita pulang kondisi mu juga belum sepenuhnya pulih "ucap Nathan
"kalau begitu kami pamit ya "ucap rissa dan Nathan
disini aku bisa melihat ketulusan di dalam diri Ammar ,jadi tidak mungkin aku terus cemburu ke padanya (bathin Nathan )
kami pun pulang ke rumah
sedangkan Sonia semakin kesal dia bertemu seseorang yang memilki banyak anak buah kali ini
aku harus benar -benar menghancurkan mereka
Sonia terbakar dengan dendam dan emosi
tidak akan bisa diam melihat pamanku
__ADS_1
di penjara sementara mereka kembali
bersama itu tidak mungkin