
setelah semalam menghabiskan malam liburan keluarga, mereka pun langsung pulang ke rumah
di depan pintu jordy nampak kesal melihat nathan mengantar rissa dan Gio
"ayah ada di sini? " tanya Gio
"iya sayang, dari kemarin ayah mencari mu dan juga mami " ucap jordy
"ayah jangan marah, aku yang ingin minta jalan -jalan bersama papi, kami menginap di resort mewah papi " tambah Gio
"Gio masuk lah dulu, bersama suster ya " perintah rissa
"ok, aku masuk dulu ya " Gio pergi
tatapan mata nathan dan jordy begitu tajam seperti penuh dengan kebencian
"kalian mau tetap di sini atau masuk ke dalam " rissa gugup
"tunggu, aku ingin bicara pada kamu dan jordy " ucap nathan
"bicara apa? aku sudah dengar dari Gio itu sudah cukup, aku tahu carissa tidak akan merendah kan diri nya sendiri " tegas jordy
"bukan itu aku ingin bicara tentang sebuah penawaran " ucap nathan
"penawaran apa? kita tidak sedang berbisnis " ucap jordy curiga
"sebenarnya aku tidak perlu minta ijin si apapun karena carissa itu masih sah jadi istri ku tapi mengingat kamu sudah cukup berjasa pada Gio dan rissa, aku ingin mengajak carissa ke new York untuk operasi " jelas nathan
"mas bukankah aku sudah bilang tidak usah" rissa menolak
"kamu dengar istri mu sendiri menolak ajakan mu" jordy melirik nathan
"aku belum selesai, aku ingin mengajak rissa operasi untuk kebaikan nya, karena Gio butuh ibu yang sehat dan jika kalian setuju aku bawa rissa ke new York, apapun nanti keputusan rissa untuk status nya aku akan menerima " ucap nathan meyakinkan
"benarkah Ter masuk melepaskan nya untuk menikah dengan ku? " tanya jordy
"jika itu pilihan hati istri ku " nathan singkat
apa nathan mau melepaskan aku? mendengar itu aku tidak bahagia ya
"mas ide gila apa ini? " tanya rissa
"sayang aku hanya ingin melihat ibu dari anak ku bahagia, setidaknya kita coba dulu " nathan tersenyum
"rissa semua terserah pada dirimu, aku tidak masalah jika kamu mau pergi untuk operasi, aku pun ingin melihat mu sehat kembali " jordy menatap rissa
tapi apa nathan serius mau melepaskan aku?
"Gio dia baru saja sekolah, aku tidak ingin dia terganggu lagi " rissa binggung
__ADS_1
dari dalam Gio berlari memeluk rissa
"pergi lah bersama papi untuk berobat aku ingin mami sembuh, aku di sini akan menunggu mami " Gio sedih
"Gio sayang " rissa menangis
bagus jika Gio sudah setuju, carissa pasti akan luluh
"mami jangan menangis, aku di sini bersama ayah, eyang juga oma " tambah Gio
"iya rissa, aku akan jaga Gio " tambah jordy
aku rela carissa kamu pergi bersama nathan yang meskipun hati ku pun tidak yakin nathan akan melepaskan mu
"baiklah aku mau berobat ke new York, asalkan yang tadi kamu ucap kan itu serius aku tidak ingin kamu mempermainkan hati jordy "tegas rissa
" pasti, kalau begitu aku akan suruh Sebastian urus semua nya "nathan pergi
carissa ide gila ini satu -satu nya cara untuk bisa membuat mu sehat sekaligus merebut cinta mu lagi
sampai nya di kantor nathan langsung menyuruh sebastian untuk membuat jadwal dengan dokter ahli tulang
" nathan ide gila ini memang bagus untuk rissa tapi apa kah kamu sadar itu tandanya kamu setuju rissa menikah dengan jordy "ucap tian ragu
" dasar bodoh, aku tidak bodoh seperti dirimu lagi pula aku hanya bilang setuju jika itu carissa mau, bukan berarti aku melepasnya, sudah buat saja jadwal nya 1 bulan dan siapkan rumah sakit terbaik dan hotel termewah anggap saja ini bulan madu lagi aku dan rissa "ucap nathan
" payah otak mu tidak sebagus jabatan mu, 1 bulan di Sana kami hanya berdua saja, anggap saja aku seperti di awal kembali mendekati rissa, lagi pula dia istri ku apa peduli mu "nathan kesal
" ok, kalau begitu aku paham, siap aku akan siapkan kamar hotel termewah untuk kalian "tian pergi
aku yakin jika saja, kami kembali sering menghabiskan waktu bersama cinta itu kembali segar seperti dulu
maafkan aku carissa sedikit berbohong pada mu, kenyataannya aku tidak akan sanggup melepaskan mu, tidak akan pernah
seminggu kemudian carissa dan Jonathan berangkat ke new York dengan private jet
di dalam pesawat rissa terus menangis, ini adalah kali pertama rissa berpisah dari Gio
" hei kenapa? kamu terus menangis "tanya nathan
" aku hanya sedih, ini pertama kali nya aku berpisah dari Gio sejak melahirkannya "jawab rissa
" sudah jangan menangis, Gio itu anak pintar juga hebat sekarang fokus saja pada pengobatan mu "nathan menghapus air mata rissa
penerbangan itu me makan waktu cukup lama, apa lagi suasana new York seakan asing bagi rissa
" welcome to new York Mr and Mrs wirawan "ucap petugas hotel
nathan terus berbincang dengan bahasa inggris, aku duduk di kursi roda naik ke kamar lantai atas
__ADS_1
" nyonya carissa ini kamar kita "nathan membuka pintu
"apa kita tinggal satu kamar? " tanya rissa
"tentu, tapi lihat ada dua kasur, kita bisa tidur terpisah " nathan tersenyum
"mas berapa lama kita di sini? " tanya rissa
"mungkin satu bulan, itu pun kamu harus benar -benar pulih baru bisa pulang " jawab nya
satu bulan selama itu? aku harus tinggal terus bersama nathan
"aku lelah, aku ingin istirahat " rissa hendak bangun
"ayo aku bantu " nathan membantu ku
wajah nathan berjarak satu jengkal dengan wajah ku, bahkan saat nafas berhembus seakan menyapu wajah ku
"rissa aku senang bisa kembali memilki waktu bersama mu, aku rindu saat kita terus bersama tanpa ada celah untuk orang lain " kenang nathan
"mas, apa rasa di hatimu tidak berubah meskipun kita sudah terpisah sangat lama, aku yakin pasti ada rasa bosan juga kan " rissa penasaran
"benar aku manusia normal tiap kali aku rindu istri ku aku kembali habis kan waktu untuk mabuk, bahkan ada ribuan gadis selalu menemani ku " nathan memancing
"mustahil kalau kamu tidak mungkin tergoda pada mereka ya kan? apa lagi kamu punya banyak yang pasti gadis -gadis itu takluk pada mu " ucap rissa kesal
mendengar ucapan rissa nathan malah tersenyum dan membelai rambut rissa yang menutupi wajah nya dan menatap dekat
"kamu cemburu " nathan menatap
"tentu saja tidak " rissa gugup
gawat aku terpancing ucapan suami ku?
"meskipun di dunia ini banyak gadis cantik tapi istri yang aku cinta hanya dirimu " nathan mencium kening
"mas, jangan begini aku tambah takut pada mu " bisik rissa
"aku suami mu yang masih sah, apapun yang aku lakukan itu halal " nathan makin menggoda
terbawa rasa rissa memeluk nathan dan menangis tanpa bicara apapun
nathan pun memeluk erat istri nya, aku tahu kita selalu mengalami banyak ujian dalam hidup
tapi aku janji, jika tuhan memberi Kesempatan lagi untuk aku jadi suami mu
aku akan bahagia kan kalian berdua
cinta ku carissa dan Gio...
__ADS_1