
"ibu hari ini aku ingin pergi ke rumah yatim ,sudah lama aku tidak kesana,aku rindu sekali tempat itu"ucap Rissa sambil hendak pamit menuju pintu keluar
"sayang taksi online yang kamu pesan juga sudah menunggu di depan "ucap ibu
"baiklah aku berangkat , assalamualaikum"ucap Rissa mencium tangan ibunya
"waalaikum salam"ucap ibu
aneh sekali aku baru saja memesan taksi 5 menit lalu dan sudah sampai
"permisi pak bisa antarkan aku ke jalan raya puncak "ucap Rissa
tapi supir taksi ini aneh dia berpenampilan memakai topi dan juga kaca mata hitam di tambah masker penutup wajah ,dan tidak menjawab mengeluarkan kertas dan spidol dan menulis saya bisu
"oh jadi bapak bisu ,tapi tidak apa -apa yang penting bapak bisa mendengar karena pendengaran sangat di butuhkan untuk menyetir "ucap Rissa
supir itu hanya mengangguk
Rissa seakan kembali ke masa lalu bukit puncak sangat indah ,udara sejuk di tambah sepanjang jalan di hiasi bunga -bunga yang cantik
"pak supir,nanti di toko depan kita mampir sebentar ya aku ingin beli oleh-oleh untuk mereka dulu 'ucap Rissa
dan lagi -lagi supir aneh itu hanya mengangguk
setelah berbelanja oleh-oleh cukup banyak mobil pun melaju dan sampai di tempat tujuan
benar sekali tempat ini tidak banyak berubah
"pak,supir tolong bantu turunkan barang -barangku ya nanti aku tambah ongkosnya "ucap Rissa sambil keluar dari mobil taksi
di depan gerbang aku melihat ustad Zakaria dan istrinya juga ka Ammar
"assalamualaikum"ucap Rissa sambil mencium tangan ustad dan istrinya
"waalaikum salam,Carissa umi rindu sekali padamu"ucap ibu ustad yang memeluk Rissa
sudah hampir sepuluh menit supir taksi online itu tidak keluar juga untuk membawakan barang-barang Rissa,dan penasaran Rissa kembali mendekati taksi dan mengetuk kaca mobil itu
__ADS_1
bukanya menjawab supir itu langsung keluar dan membuka masker penutup wajahnya dan..
"jadi,kamu kesini tanpa memberi tahu aku "
"mas Nathan ,kamu ah pantas saja dari tadi tidak bicara kamu sengaja ya "ucap Rissa terkejut
sabar Rissa di depan ustad tidak baik kalau aku dan nathan bertengkar
"aku hanya ingin tahu sedang apa dirimu,dari semalam tidak menjawab telfon ku dan tidak membalas pesanku "ucap Nathan dengan wajah dingin
lagi-lagi aku lupa aku memiliki tunangan sultan apapun bisa dia lakukan
"baiklah aku minta maaf tidak izin padamu,ayo kesini aku kenalkan pada ustad Zakaria dia pemilik rumah yatim dan pusat rehabilitasi ini"ucap Rissa sambil mengandeng tangan Nathan
dan ternyata Nathan juga tidak sendiri di belakang menyusul mobil ajudannya yang membawa banyak barang -barang untuk anak yatim di sini
tuan muda yang aneh
kami mengobrol dan berbincang dengan ustad dan ka Ammar ,wajah mereka berubah ketika Nathan mengatakan kalau kami sudah bertunangan
"aku juga merindukan kalian semua "ucap Rissa sambil memeluk mereka dan melirik Nathan yang sejak tadi tidak banyak bicara
"Carissa ,paman Amir juga sangat merindukanmu ,dia masih disini belum juga ingin pulang semenjak kamu jarang kesini dia semakin susah untuk minum obat dan di suntik pun berontak dokter pun kewalahan "ucap wanita pengurus
"sayang siapa lagi Paman Amir ?"tanya Nathan dan menatap Rissa
"dia salah satu pasien pecandu disini,ayo ikut aku "ucap Rissa dan memegang tangan Nathan
di sini ada banyak orang depresi jadi pecandu narkoba padahal kebanyakan dari mereka orang yang memiliki banyak uang
"paman Amir ,apa aku boleh masuk "tanya Rissa yang memasuki kamar pria itu
"Carissa,putriku sini kesini lah aku rindu "jawab Amir
"aku dengar paman tidak mau makan dan juga minum obat ,apa paman sudah lupa paman berjanji padaku untuk segera sembuh dalam waktu dekat ,tapi kalau begini keadaan paman semakin buruk "ucap Rissa sambil menyodorkan bubur
"rissa,aku rindu sekali pada istri dan anak ku kalau saja putriku masih ada dia pasti sebesar dirimu "ucap paman sedih
__ADS_1
paman Amir adalah pengusaha ekspor impor dia sering pergi ke berbagai negara untuk berbisnis dia sangat terpukul ketika menemukan istri dan anak perempuannya meninggal saat di rampok di rumah mewahnya makanya depresi dan meminum obat-obatan terlarang
"setelah makan kita minum obat dulu ya,aku akan suntikan vitamin biar tidak sakit ok paman "ucap Rissa sambil melambaikan tangganya pada suster perawat yang juga ada di depan pintu
"kamu begitu sabar dan juga terampil memberi suntikan kenapa ?tidak jadi dokter saja "ucap Nathan
"maunya begitu tapi sekolah kedokteran membutuhkan waktu dan biaya yang banyak ,aku tidak bisa melakukan itu"Rissa tersenyum melihat Nathan sepertinya tidak suka
"Carissa ,katanya kamu tidak jadi menikah dengan Andre ,kalau begitu menikahlah dengan putra bungsuku dia di tinggal di luar negeri dan putraku sangat tampan juga kaya
mendengar itu wajah Nathan sangat marah
"paman bicara apa anda ,Carissa ini "ucap Nathan
"baiklah ,asalkan paman berjanji untuk segera sembuh ,sekarang tidurlah "ucap Carissa sambil menutup mulut Nathan dan menarik ke luar
"Rissa,apa kamu senang dengan ucapan paman itu "ucap Nathan
"mas Nathan,paman sedang sakit tak bisakah kamu mengalah sedikit ,lagi pula kalau aku mau sejak dulu aku melakukannya ,dasar pencemburu"ucap Rissa dan berlalu meninggalkan Nathan
"hei tunggu,awas saja jika benar kamu mau melakukan itu"ucap Nathan mengejar Rissa
disini adalah tempat dimana aku menghabiskan masa sulit dalam hidupku jadi aku sudah menganggap mereka seperti keluarga
"jadi selama disini kamu sering sekali membantu mereka minum obat dan menyuntik mereka ,pantas saja kamu tidak takut padaku "ucap nathan
"ya selama ini aku tumbuh di lingkungan ini,aku sudah terbiasa ,kebanyakan mereka jadi pecandu karena kesepian tidak tempat berbagi akhirnya terjebak dengan barang haram itu, padahal di lihat dari latar belakang mereka adalah orang yang sangat kaya ,cuma salah jalan "ucap Rissa
"sayang ,aku berterima kasih karena kamu sudah menjadi tempat untuk berbagi,aku jadi paham kenapa ?kamu suka tempat ini,banyak kebaikan yang bisa kita lakukan "ucap Nathan memegang tangan Rissa
"makanya berhentilah cemburu yang tidak jelas ,harusnya aku yang marah padamu ,tapi sudahlah kita disini untuk mengunjungi mereka,ayo kita lihat anak -anak yatim yang sedang mengaji "ajak Rissa
Carissa semakin hari aku mengenalmu aku semakin yakin untuk mencintaimu adalah keputusan yang tepat ,Carissa gadis yang baik yang selalu bisa membuat aku yakin
kalau kamulah takdir cintaku..
i love Carissa (isi hati Nathan )
__ADS_1