
...***...
Refleks Alea memejamkan matanya sangat erat ketika Iqbal tiba-tiba semakin mendekatkan wajahnya. Alea hanya bisa pasrah jika Iqbal memang ingin mengambil first kiss-nya detik ini juga.
"Ekhem."
Suara deheman seseorang membuat Alea langsung mendorong pelan tubuh Iqbal agar menjauh darinya, tentunya tepat sebelum bibir Iqbal yang hampir menyentuh bibirnya. Ketika Alea lihat, ternyata Ny. Indah.
Ny. Indah menghampiri Iqbal dan Alea sambil mengulum bibirnya menahan tawa. Ia sempat melihat kedekatan putranya dengan Alea.
"Apa yang tadi ingin kalian lakukan, hmm?" tanya Ny. Indah seraya melipat kedua tangannya di depan dada, lalu menatap curiga Iqbal dan Alea secara bergantian.
"Hmm, begini tante ... Alea bisa jelasin. Tadi apa yang dilihat tante sebenarnya--"
"Sebenarnya Iqbal yang mau," potong Iqbal antusias. Kemudian disahut anggukan setuju dari Alea.
"Iqbal yang mau atau kamu sebenarnya mau juga, Alea?" goda Ny. Indah, yang membuat Alea membulatkan matanya.
Alea sekilas menggeleng, menyangkal perkataan Ny. Indah. "Enggak, tante. Tante salah paham. Sebenarnya Alea gak mau, tapi Iqbal--"
"Iqbal yang mau, mama. Kan dulu kata mama kalau suatu saat Iqbal berdansa dengan pasangan, Iqbal harus menciumnya," potong Iqbal.
"Ohh, jadi suster Alea pasangannya Iqbal?" tanya Ny. Indah kepada putranya.
Iqbal mengangguk. "Iya, mulai sekarang suster bukan hanya suster Iqbal saja, tapi juga pasangan Iqbal," jawab Iqbal seraya melingkarkan kedua tangannya pada leher Alea, tentunya untuk memeluk gadis itu.
Alea terkejut di tempat. Ia tak menyangka kalau Iqbal akan menganggapnya sebagai pasangan, padahal baru dua hari Alea bekerja sebagai susternya Iqbal.
Sespesial itukah dirinya di hati seorang Iqbal Riandra Keanny?
Sementara Ny. Indah tersenyum haru mendengarnya. Ternyata kehadiran Alea memang sangat berarti untuk hidup putranya. Buktinya sosok Alea juga mampu mengukir senyuman Iqbal yang selama ini telah lama hilang.
"Iqbal, apa tadi mama mengganggu?" tanya Ny. Indah.
Iqbal melepas lingkaran tangannya di leher Alea, lalu beralih melipat kedua tangannya di depan dada sambil memasang wajah cemberut.
"Iya, mama sangat mengganggu. Tadi Iqbal hampir cium suster, tapi mama malah datang dan mengacaukan semuanya. Tapi gak papa, lain kali Iqbal akan cium suster Alea di waktu yang tepat, intinya di tempat yang tidak bisa ditemukan oleh mama. Jadi Iqbal bisa berduaan dengan suster," jawab Iqbal panjang lebar disertai dengan wajah polosnya.
Seketika wajah Alea langsung memerah seperti kepiting rebus karena menahan malu. Alea tak menyangka seorang Iqbal dengan mental yang sedang terganggu ternyata berani berbicara seperti itu di depan Ny. Indah.
Tapi Alea memaklumi. Namanya juga orang sakit, pastinya cara bicaranya selalu asal.
"Ya sudah, sekarang Iqbal ganti baju, lalu istirahat di kamar. Meskipun ini masih pagi, tapi Iqbal gak boleh kecapean. Mengerti?" tanya Ny. Indah.
Iqbal mengangguk. Kemudian ia melangkah keluar dari ruangan dengan didampingi oleh Alea.
Sedangkan Ny. Indah mulai menggeleng-gelengkan kepala disertai dengan tawa kecil ketika mengingat cara Iqbal membuat baper Alea.
***
__ADS_1
Saat ini Alea tengah menemani Iqbal bermain puzzle di dalam kamar. Awalnya Alea sudah menyuruh Iqbal untuk beristirahat, tapi Iqbal menolak karena katanya ia ingin bermain sebentar.
Barulah setelah bermain, Iqbal akan pergi istirahat. Oke, Alea akan menurutinya.
Tring
Ketika sedang melamun, Alea sekilas mendengar nada di handphone-nya bersuara. Pasti ada yang mengirimkan pesan padanya.
Setelah Alea cek, ternyata benar. Ny. Indah mengirimkan pesan biasa padanya. Tanpa berpikir panjang, Alea segera membukanya.
[Alea, kamu bisa bantu tante sebentar?]
[Bantu apa, tante?]
Alea membalas pesan Ny. Indah. Berharap mama Iqbal cepat membalas.
[Bantu tante untuk membersihkan gudang belakang. Kebetulan gudangnya sudah lama tidak dibersihkan mengingat para pekerja di sini pada pulang kampung. Jadi tante agak kewalahan jika membersihkannya sendiri.]
[Terus gimana Iqbal, tante? Iqbal gak mau istirahat. Saat ini dia lagi main puzzle.]
Alea kembali membalas pesan Ny. Indah.
[Biarkan Iqbal bermain dulu, lagi pula bersihin gudangnya gak akan lama, kok. Oya, saat keluar, jangan lupa kunciin pintunya.]
[Baiklah, tante. Alea segera akan menemui tante.]
Setelah membalas pesan Ny. Indah, Alea segera minta izin terlebih dulu pada Iqbal untuk membantu Ny. Indah.
Iqbal sekilas mengangguk. "Baiklah. Bener ya, sus, enggak akan lama?"
"Iya, Iqbal. Kamu terus main aja ya. Jika sudah merasa ngantuk, pergilah tidur. Oke?"
"Oke," tandas Iqbal.
Alea tersenyum lega, sejenak ia mengacak-acak rambut Iqbal yang sedikit berantakan. Setelah itu, Alea bergegas keluar kamar dengan tak lupa mengunci pintu dari luar.
***
Alea sudah sampai di depan gudang yang letaknya ada di belakang rumah. Kebetulan pintu gudang sedikit terbuka, jadinya Alea langsung masuk ke dalam, karena Alea yakin Ny. Indah ada di sana juga.
Ketika berada di dalam, Alea melihat setiap sudut gudang tampak kotor dan berantakan. Bahkan barang-barang di sana pun banyak yang berdebu seolah sudah lama tak terawat.
"Tante," panggil Alea pada Ny. Indah yang tengah membereskan tumpukan koran.
"Eh, Alea." Ny. Indah sejenak menghentikan aktivitasnya, lalu beranjak menghampiri Alea.
"Kamu gak keberatan kan bantu tante bersihkan gudang ini?" tanya Ny. Indah to the point.
Alea menggeleng sambil tersenyum. "Enggak kok, tante. Justru Alea senang bisa bantu tante, apalagi kalau disuruh bersih-bersih," jawab Alea.
__ADS_1
Ny. Indah ikut tersenyum, sekilas ia mengelus pipi Alea. "Ya sudah, kamu bantu tante beresin yang ada di sebelah sana ya," ucap Ny. Indah sambil menunjuk ke arah kardus yang tergeletak di atas meja.
"Oh, oke, tante."
Alea bergegas menuju meja dan mengambil kardus tersebut. Setelah itu, Alea letakan di atas lantai, lalu ditiup secara perlahan karena dipenuhi oleh debu.
Alea membuka kardus tersebut. Ternyata isinya adalah buku-buku mengenai tata kelola perusahaan dan sebagainya. Alea heran kenapa buku sepenting ini malah disimpan di kardus, bukan di rak.
Tak mau berpikir panjang, Alea membersihkan buku-buku tersebut menggunakan lap. Setelah dirasa bersih, Alea memindahkannya ke kardus baru karena nanti ia akan simpan di rak. Tapi sebelum itu, Alea meminta izin terlebih dulu pada Ny. Indah.
"Tante, gak papa kan kalau nanti Alea simpan buku-buku yang penting di rak?" tanya Alea.
"Iya, gak papa, Alea. Sebenarnya tante mau pindahin buku itu ke rak, tapi berhubung tante lupa makannya tante minta kamu untuk bersihkan yang itu."
Alea mengangguk mengerti. Kemudian ia membersihkan barang selanjutnya. Tampak sebuah buku tentang kehidupan membuat Alea tertarik ingin membacanya sekilas.
"Kayaknya nih buku bakal memotivasi gue deh," ucap Alea sambil membuka lembaran demi lembaran secara perlahan.
Ketika sedang asik melihat-lihat, Alea tak sengaja menemukan beberapa foto palaroid yang terselip pada lembaran buku tersebut. Alea pun mengambilnya, lalu melihatnya dengan seksama.
Terlihat foto palaroid tersebut menampilkan pria paruh baya memakai setelan jas formal. Alea berpikir pria tersebut Ayahnya Iqbal. Mungkin saja.
Selanjutnya Alea melihat foto yang lain. Terlihat seorang anak laki-laki yang mungkin usianya sekitar dua belas tahun tengah bergaya di depan mobil. Alea berpikir anak yang ada di foto itu adalah Iqbal.
Namun, setelah Alea lihat belakang foto palaroid tersebut, terdapat inisial huruf R. Berarti perkiraannya mengenai anak itu adalah Iqbal ternyata salah.
Untuk menghilangkan rasa penasarannya itu, Alea pun segera menanyakan kepada Ny. Indah.
"Tante," panggil Alea seraya menghampiri Ny. Indah yang tengah membereskan tumpukan buku.
"Iya, Alea?"
"Tante, kalau boleh tau di foto ini siapa, ya?" tanya Alea seraya menyodorkan beberapa foto palaroid tersebut pada Ny. Indah.
Ny. Indah langsung mengambilnya. Setelah itu, raut wajah Ny. Indah mulai berubah menjadi sendu ketika melihat foto tersebut.
"Tante, ada apa? Apakah orang-orang yang ada di foto itu adalah keluarga tante?" tanya Alea.
Ny. Indah mengangguk dengan kedua bola matanya yang sudah berair. Alea yang melihat kesedihan di wajah Ny. Indah, langsung menenangkannya.
"Tante, maafin Alea. Alea gak bermaksud membuat tante sedih," ucap Alea merasa bersalah.
"Enggak, Alea. Kamu gak salah, kamu kan cuma bertanya. Jika kamu ingin tau lebih lanjut tentang keluarga tante, maka tante akan menceritakannya padamu hari ini juga. Apa kamu mau mendengarkannya?" tanya Ny. Indah.
Alea menjawab dengan anggukan. Sejujurnya Alea sudah penasaran mengenai keluarga Ny. Indah, apalagi tentang masa lalu Iqbal.
Ya ... Alea lebih penasaran mengenai masa lalu seorang Iqbal Riandra Keanny, yang membuat mental lelaki itu sampai terganggu.
...TBC .......
__ADS_1
...Jangan lupa kasih dukungan buat author ya ❤...