
...***...
Alea berdiri di depan gerbang rumah sambil mengutak-atik handphone-nya. Saat ini ia tengah mengetik sesuatu di grup whatsapp yang hanya beranggotakan dirinya, Lisa dan juga Doni.
- You -
[Guys, ada keadaan darurat. Temen gue hilang. Jadi gue minta tolong sama kalian berdua, bantuin gue malam ini juga. Plisss ... ya, bantuin gue.]
- Lisa, si kang halu -
[Temen lo yang mana?]
- Doni, si kang gibah -
[Oh, aku tau. Pasti temen kamu yang waktu itu pernah hilang 'kan?]
- You -
[Iya, yang itu. Pokoknya lo berdua harus bantuin gue nyari temen gue sampai ketemu.]
- Lisa, si kang halu -
[Eh, Don. Lo tau teman rahasia si Alea? Kok, lo gak ngasih tau gue sih. Gue 'kan kepo temen rahasia Alea yang mana.]
- Doni, si kang gibah -
[Ya, sorry. Aku lupa ngasih tau kamu, Lis. Intinya temen Alea cowok. Dia orangnya super ganteng, tapi sayangnya dia ....]
- Lisa, si kang halu -
[Sayangnya apa? Lo itu kalau lagi chatingan sama gue jangan setengah-setengah. Gue kepo, nih.]
- You -
[Kenapa jadi malah ngegibah, sih. Udah deh, mendingan lo berdua cepetan datang ke taman. Nanti gue share lokasinya. Pokoknya gak pake lama, oke. Gue kasih waktu sepuluh menit.]
- Doni, si kang gibah -
[Buset dah. Aku 'kan lagi bantuin emak nyuci piring. Tapi gak papa, demi pacar halu, abang Doni siap datang ke tempat dalam waktu sepuluh menit. Tungguin aku di sana, ya, pacar. Bye.]
- Lisa, si kang halu -
[Ya udah, deh. Gue juga mau siap-siap dulu. Lo stand by aja di sana. Nanti gue dateng.]
__ADS_1
- You -
[Oke, gue tunggu lo berdua di taman.]
***
Saat ini Alea berada di taman, menunggu kedatangan kedua temannya, Lisa dan Doni yang sampai sekarang belum menampakan wujud.
"Kenapa mereka lama, sih? Katanya iya, Ya, aku bakalan datang cepet. Tapi mana? Zonk yang ada. Gue 'kan takut kalau malam-malam di taman sendirian. Mana gue cewek lagi." Alea terus mengoceh sesekali melirik arloji yang melingkar pada pergelangan tangannya.
Tiba-tiba ....
"Dor!"
Seseorang mengejutkan Alea dari belakang, membuat Alea terhentak kaget, dan langsung menoleh ke belakang. Ternyata dia adalah Doni.
"Sialan lo, Don. Untungnya gue gak punya riwayat jantung," ketus Alea seraya melipat kedua tangannya di depan dada.
Doni cengengesan. "Hehe, maafin, Ya. Tadi aku cuma iseng aja pengen ngagetin kamu."
"Tapi gak gitu juga kali. Oya, lo gak bareng sama Lisa?" tanya Alea, baru menyadari teman satunya lagi belum datang.
"Enggak. Katanya dia ...." Doni menggantung ucapannya saat melihat sosok Lisa tengah menghampirinya dan juga Alea. "Nah, itu dia, Lisa," sambung Doni, sekilas menunjuk ke depan.
"Malam, semua. Sorry ya gue lama datengnya, biasalah tadi ada sedikit kendala di rumah, tapi sekarang enggak, kok," ucap Lisa seraya menunjukkan senyum antusiasnya karena bisa bertemu lagi dengan Alea dan Doni.
"Oya, siapa temen lo yang hilang? Terus ceritanya bisa hilang gimana?" Lisa mengalihkan pada topik lain.
"Gue bakal ceritain itu nanti. Tapi sekarang gue butuh salah satu dari nomor kalian untuk menghubungi nomor ini." Alea menunjukkan sederet angka-angka yang berjumlah dua belas di kontak Hp-nya. Di sana juga sudah tercantum nama, yaitu Tasya.
Lisa dan Doni pun sekilas memandang satu sama lain, merasa heran siapa Tasya sebenarnya.
"Oke, gini aja. Biar abang Doni yang menghubungi Tasya, sekalian aku juga pengen save kontaknya, hitung-hitung buat pdkt," ucap Doni seraya mengeluarkan handphone-nya dengan cengengesan.
"Dasar mencari kesempatan dalam kesempitan," umpat Lisa.
Doni segera menyalin nomor Tasya ke kolom telepon. Setelah dirasa benar, barulah Doni menekan tombol memanggil.
Telepon tersambung. Dari sebrang sana, Tasya mengangkat telpon dari nomor yang tak dikenal sambil menyapa hallo. Cepat-cepat Doni menyalakan speaker agar suara Tasya dapat didengar oleh Alea dan juga Lisa.
[Sorry, who is this?]
"I'm Ur BF," balas Doni dengan senyuman. Lantas Alea langsung memukul lengan Doni dan mengisyaratkan lelaki itu untuk tetap diam.
__ADS_1
Saat ini Alea sedang mencoba mencermati suara-suara yang ada di dekat Tasya. Ia berpikir suara mugkin bisa dijadikan petunjuk untuk bisa menemukan Iqbal.
Selang beberapa detik, Alea, Lisa dan Doni mulai memandang satu sama lain saat mendengar suara musik yang sangat berisik dari sebrang sana. Mereka nampak tidak asing dengan suara tersebut. Seperti berasal dari tempat hiburan malam.
Tutt!
Panggilan terputus. Tasya yang mematikan sambungan telpon dengan Doni.
"Guys, apa kalian memikirkan hal sama kayak gue setelah mendengar suara tadi?" tanya Alea memandang Doni dan Lisa secara bergantian.
"Kayak di klub-klub malam gitu deh. Bener gak, sih?" Doni bertanya untuk memastikan.
"Iya, bener. Gue juga mikir hal yang sama. Apa jangan-jangan temen lo dibawa Tasya ke Klub malam lagi?" tebak Lisa dengan melototkan matanya.
"Bisa jadi," sahut Doni.
"Ya udah ayo, kita pergi ke sana sekarang," ajak Alea sambil menarik tangan Lisa dan Doni untuk pergi dari taman.
"Apa? Ke Klub malam? Etdah, kenapa harus ke sana, sih? Mata babang Doni 'kan gak mau ternodai," keluh Doni.
"Udah, lo jangan banyak cincong. Kita sebagai sahabatnya Alea harus bantuin dia nyari temennya yang hilang," sahut Lisa.
Ya ... Alea ingin memastikan apakah Iqbal ada di sana atau tidak. Jika memang benar Iqbal ada di tempat Klub malam bersama Tasya, maka sudah dipastikan Alea akan memberi perhitungan ke Tasya.
Kalau perlu Alea juga akan membeberkan kelicikan Tasya pada Ny. Indah.
***
Setelah sampai di tempat tujuan, Alea langsung masuk ke dalam dengan diikuti oleh Lisa dan Doni dari belakang.
Tampak suasana di dalam begitu ramai. Para pengunjung terlihat seperti sedang asik menari li*r sambil bersorak-sorak tidak jelas. Tentu saja Alea dan Lisa langsung merasa illfeel begitu melihat pemandangan yang meresahkan. Apalagi saat netra mereka mendapati para wanita memakai pakaian yang sangat mini, Alea dan Lisa hanya menggidig-gidig jijik.
Berbeda dengan Doni. Lelaki berkacamata itu malah sibuk memandang party gila dari orang-orang dengan mulut yang terbuka lebar. Bukan karena illfeel, melainkan girang.
"Amazing," ucap Doni tanpa sadar, lalu sekilas tersenyum lebar.
Lisa yang menyadari akan hal itu, langsung memukul lengan Doni. "Nyebut lo. Bisa-bisanya lo gak ilfeel liat yang kayak gituan. Ohh ... atau jangan-jangan lo emang demen liat cewek sexy joged," tuduh Lisa.
Doni tersadar dari khayalannya. "Hah? Kata siapa? Enggak, kok. Tadi aku senyum karena ... ya, itu, ngeliat sesuatu yang baru." Doni menyangkal perkataan Lisa.
"Sesuatu baru apaan? Jangan ngadi-ngadi lo."
"Udah ... stop, jangan pada debat dulu. Lebih baik sekarang kita fokus nyari temen gue yang hilang. Gue gak mau ya kalau dia sampai kenapa-napa," ujar Alea seraya mengedarkan pandangan ke segala arah dengan raut wajah khawatir.
__ADS_1
Lisa dan Doni mengangguk setuju. Mereka pun segera berjalan ke tengah-tengah, melewati sekumpulan orang-orang yang sedang menari li*r sambil meminum minuman b*r.
Bersambung ....