Suster Alea Dan Tuan Gila

Suster Alea Dan Tuan Gila
Tasya, Pacar Rio


__ADS_3

...***...


Terlihat di ambang pintu utama, seorang gadis memakai dress casual berwarna biru tengah tersenyum lebar ke arah Alea dan juga Ny. Indah.


Alhasil bibir Ny. Indah membentuk senyuman kala melihat kehadiran gadis itu. Berbeda dengan Alea, justru ia bingung siapa gadis itu sebenarnya. Apa dia sepupu Iqbal dan Rio?


"Tasya," sebut Ny. Indah dengan senyuman.


Kini Alea tau nama gadis itu. Tasya. Nama yang indah, sama seperti orangnya yang cantik dengan rambut pirangnya itu. Tapi Alea masih penasaran siapa Tasya sebenarnya.


Jika ditinjau dari usia, mungkin dia seumuran dengan Iqbal. Begitulah pendapat yang tersirat dalam hati Alea.


"Tante," sebut Tasya dengan girang, lalu ia berlari kecil menghampiri Ny. Indah dan memeluknya sangat erat.


"Bagaimana kabarmu, Tasya?" tanya Ny. Indah, membalas pelukan Tasya.


"I'm good, Tante. Kalau Tante bagaimana kabarnya?" Tasya balik bertanya.


"Alhamdulillah, kabar Tante baik."


Tasya melepas pelukannya dengan Ny. Indah. "Baru kali ini loh Tasya ketemu langsung sama Tante, biasanya 'kan Tasya sering liat wajah Tante di VC," ujar Tasya tampak gembira bertemu dengan sang Mama dari Iqbal dan Rio.


"Iya nih, Sya. Ternyata kamu cantik ya kalau diliat secara langsung. Tante jamin Rio gak bakal berpaling dari kamu," ucap Ny. Indah sesekali mencuil hidung mancung milik Tasya. Ia sengaja ingin menggoda gadis itu.


Lantas pipi Tasya jadi merah merona. Gadis itupun menunduk. "Tante bisa aja, Tasya 'kan jadi malu."


"Kenapa harus malu?"


Ny. Indah langsung cekikikan. Ia sangat puas menggoda gadis yang ada di hadapannya saat ini. Sedangkan Alea, ia hanya diam menyimak pembicaraan Ny. Indah dan juga Tasya. Sampai sekarang Alea belum menemukan jawaban siapa Tasya sebenarnya.


'Apa mungkin Tasya pacarnya Kak Rio?' pikir Alea.


"Oya, Tante, cewek yang ada di sebelah Tante itu siapa ya?" Tasya sekilas menunjuk ke arah Alea.


"Oh, astaga." Ny. Indah menepuk dahinya. Ia lupa untuk memperkenalkan Alea pada Tasya karena saking senangnya bertemu dengan Tasya.


"Alea, kenalin dia adalah Tasya Amanda, pacarnya Rio," ucap Ny. Indah, memperkenalkan terlebih dulu Tasya kepada Alea.


Mulut Alea membentuk O, lalu kepalanya dianggukan sekilas. Sudah Alea duga, gadis itu pacarnya Rio.


Ny. Indah mendekat pada Alea, lalu ia menyentuh bahu gadis itu untuk memperkenalkannya pada Tasya.

__ADS_1


"Nah, kalau ini Alea. Dia teman dekatnya Iqbal," ujar Ny. Indah.


"Hay, nice to meet you." Tasya mengulurkan tangannya di hadapan Alea, tentunya untuk bisa lebih akrab dengan Alea.


Alea membalas uluran tangan Tasya disertai dengan senyuman. Setelah itu, Alea sejenak mengamati Tasya secara diam-diam dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ia khawatir gadis yang dihadapannya saat ini mempunyai niat yang buruk.


"Oya, bagaimana kabar Rio dan Papanya?" tanya Ny. Indah, membuat pengamatan Alea jadi gagal.


"Kabar mereka baik kok, Tante. Katanya mereka akan kembali ke Indonesia secepat mungkin, tapi untuk waktunya mereka belum tau kapan. Sebenarnya Tasya sudah ajak Rio dan Om Galih untuk pulang bersama Tasya, tapi mereka bilang Tasya duluan saja ke Indonesia, nanti Om Galih sama Rio nyusul," jawab Tasya.


Ny. Indah mengangguk mengerti. Kemudian ia memasang raut wajah sedih karena sampai saat ini putra sulung dan juga suaminya belum bisa memutuskan kapan akan pulang.


Sejujurnya ada banyak hal yang ingin Ny. Indah ceritakan pada Galih dan Rio mengenai kondisi Iqbal. Pasalnya suami dan putra sulungnya itu belum tau tentang penyakit yang diderita oleh Iqbal.


"Oya, Tante. Kata Rio, dia punya adik namanya Iqbal, usianya seumuran dengan aku. Tapi kok, dia gak keliatan. Memangnya dia ada di mana sekarang?" Tasya mulai melempar pandangan ke arah sekelilingnya, mencari sosok Iqbal Riandra Keanny.


Ny. Indah terdiam. Sejenak ia menoleh ke arah Alea yang terlihat kaget. Dengan cepat Alea memberi kode gelengan kepala kepada Ny. Indah, supaya jangan mempertemukan dulu Tasya dengan Iqbal.


Saat ini Iqbal sedang dalam proses pengobatan. Alea khawatir kondisi Iqbal akan kembali memburuk jika bertemu dengan orang asing.


Ny. Indah mengerti akan kode yang diberikan oleh Alea. Ia pun segera membawa Tasya ke taman rumah, tentunya untuk menceritakan penyakit yang diderita oleh Iqbal.


Ia tidak ingin menyembunyikan apapun dari Tasya, karena bagaimanapun juga Tasya adalah wanita istimewa putra sulungnya. Jadi dia berhak tau mengenai kondisi Iqbal.


Apa pacar dari Rio itu akan menjauhi Iqbal, sama seperti kebanyakan orang di luaran sana?


***


"What? Iqbal mempunyai penyakit gangguan mental? Kok, bisa sih, Tante?"


Tasya benar-benar dibuat kaget saat Ny. Indah menceritakan tentang penyakit sedang diderita oleh Iqbal. Namun, mengenai alasan di balik semua itu, Ny. Indah belum siap untuk menceritakan epada Tasya.


Ia khawatir Tasya akan menjauhi Rio, karena Iqbal bisa memiliki penyakit gangguan mental disebabkan oleh tekanan-tekanan yang sangat berat dari Rio, termasuk kekerasan dari sang Papa.


Jangan lupakan Sagita. Dia-lah yang menjadi pemicu utama keluarga Keanny hampir renggang. Bahkan sampai sekarang Ny. Indah belum tau akan hal itu.


"Untuk alasannya, Tante akan ceritakan di waktu yang tepat. Saat ini Tante hanya bisa memberitau kamu tentang penyakit yang dialami oleh Iqbal."


"It's okay, Tante. Tasya bisa memaklumi. Tapi kenapa Tante gak beritau Rio dan Om Galih?" tanya Tasya.


"Rencananya Tante akan memberitau mereka saat mereka pulang nanti."

__ADS_1


Tasya mengangguk mengerti. Ia pun teringat akan sesuatu. "Oya, tadi Tante bilang ada seseorang yang saat ini sedang merawat Iqbal. Tapi orang itu siapa, Tante?"


"Alea," jawab Ny. Indah sambil tersenyum.


Tasya agak terhentak. Ia tak menyangka cewek yang katanya teman dekat Iqbal ternyata memiliki peranan penting bagi kehidupan Iqbal.


'This seriously?' batin Tasya.


Sementara itu, Alea yang berada di balik semak-semak, merasa heran mengapa ekspresi Tasya harus begitu di saat Ny. Indah mengatakan dirinya lah yang merawat Iqbal.


Apa Tasya tidak suka?


***


Alea perlahan menaiki anak tangga sambil mengingat ekspresi Tasya yang tampak tidak suka dirinya merawat Iqbal. Memangnya siapa cewek itu? Dia hanya cewek asing dalam kehidupan Iqbal.


Tak mau memikirkan apa-apa lagi, Alea segera mempercepat langkahnya dan memasuki kamar Iqbal. Setelah tiba di sana, ia mendapati Iqbal masih tertidur pulas di atas bed cover.


Alea mendudukkan dirinya di samping Iqbal yang sedang tertidur. Ia sekilas tersenyum. Membayangkan seorang Iqbal Riandra Keanny yang jika setelah sembuh, pasti akan terlihat keren.


Alea pastikan cewek-cewek di luaran sana tidak akan tahan dengan pesona yang dimiliki oleh Iqbal. Termasuk Tasya, mungkin. Secara belum bertemu saja, gadis itu seperti tidak suka jika ada orang yang merawat Iqbal.


Huh, bagaimana Alea tidak kesal coba.


Detik berikutnya, Alea berpikir bagaimana jika Tasya mengambil alih posisinya yakni menjadi susternya Iqbal? Ah, tidak. Semoga saja itu tidak terjadi. Alea sudah berjanji akan merawat Iqbal sampai sembuh. So, Alea tidak akan membiarkan gadis manapun menggantikan posisinya.


"Suster."


Alea terhentak ketika Iqbal tiba-tiba bersuara sambil menyentuh punggung tangannya. Setelah Alea lihat, ternyata lelaki itu sudah bangun. Saat ini Iqbal sedang memandang Alea dengan tatapan tak bisa ditebak.


"Eh, Iqbal, kamu sudah bangun?" tanya Alea seraya tersenyum.


Iqbal sekilas mengangguk kecil. Kemudian ia bangkit dari pembaringannya, dibantu oleh Alea. Baru saja Alea ingin menawari Iqbal minum, tapi tiba-tiba saja Iqbal memeluknya sangat erat. Alhasil yang dipeluk jadi terkejut.


"Suster janji ya, gak akan pernah ninggalin Iqbal. Tadi Iqbal mimpi buruk, suster ninggalin Iqbal sendirian. Pokoknya Iqbal gak mau suster pergi, suster harus bersama dengan Iqbal setiap hari," ujar Iqbal agak lirih.


Alea tersenyum simpul usai mendengar cerita singkat dari Iqbal. Ia pun segera membalas pelukan lelaki itu dan menenangkannya. "Iqbal, itu kan cuma mimpi. Kenyataannya suster bersama Iqbal sekarang," ucap Alea dengan nada lembut.


"Tapi tetep Iqbal gak mau suster pergi. Pokoknya suster jangan ke mana-mana, tetaplah berada di samping Iqbal."


Senyum Alea berubah jadi canggung. Bahkan detik ini ia mulai dilanda kebingungan. Sampai sekarang Alea belum bisa buat keputusan antara pergi atau tetap bersama dengan Iqbal.

__ADS_1


...TBC .......


...Jangan lupa kasih dukungan buat author ya ❤...


__ADS_2