Suster Alea Dan Tuan Gila

Suster Alea Dan Tuan Gila
Suasana Pasar


__ADS_3

...***...


Saat ini suasana hati Alea sedang dalam keadaan kacau, yang membuat gadis itu enggan keluar dari kamarnya. Ia lebih memilih stay duduk di atas ranjang tidur.


Sedih ... marah ... kecewa, semua perasaan itu telah tercampur dalam hatinya. Alea benar-benar tidak menyangka pertemuan yang sangat ia nanti-nantikan, malah berujung pada kesedihan yang mendalam.


Momen itu ... momen di mana Iqbal terang-terangan tidak mengenalinya di depan semua orang, selalu terlintas dalam pikiran, yang membuat Alea sulit untuk melupakan.


Perlahan ia memeluk kedua lutut, lalu menangis sejadi-jadinya di sela-sela silangan tangan. Sungguh, Alea merasa sangat terluka, seolah-olah ia telah kehilangan seseorang yang disayangi.


Alea berharap apa yang telah diaminya hari ini hanyalah sebuah mimpi. Mimpi yang tidak Alea inginkan lagi untuk terjadi.


Tapi, Alea sadar. Ini adalah kenyataan. Kenyataan yang sudah ia saksikan dengan kedua mata dan sulit untuk diterima.


Ceklek!


Seseorang membuka pintu kamar dari luar. Lantas ia langsung terkejut di tempat saat melihat si pemilik kamar tengah menangis tersedu-sedu.


"Astaga, Alea."


Meski dalam keadaan menangis, tapi Alea sangat mengenal suara orang itu. Dia Lisa.


"Ya ampun, Ya. Udah dong jangan nangis terus," pinta Lisa seraya mengusap-ngusap punggung Alea yang semata-mata untuk menenangkan sahabatnya itu.


Alea perlahan mengangkat kepalanya. Setelah itu, ia bergegas memeluk Lisa sangat erat. "Iqbal, Lis ...," lirih Alea.


"Iya, Ya. Gue tau perasaan lo saat ini. Lo sedih banget ketika Iqbal gak ngenalin lo sama sekali. Jujur, gue juga sedih waktu itu. Gue bener-bener gak nyangka, pulang-pulang Iqbal malah gak ngenalin lo," ucap Lisa dengan nada getir.


Kini, Lisa benar-benar tak kuasa menahan air matanya lagi. Ia ikut terhanyut apa yang dirasakan oleh Alea saat ini.


"Gue tau ini berat buat lo. Lo udah berusaha keras ngerawat dia supaya bisa sembuh. Lo udah setia nungguin dia yang mau berobat ke luar negeri. Lo udah rela-relain gak buka hati buat cowok lain. Tapi hasilnya ... lo malah dapet sakit hati kayak gini."


Tangis Alea pun semakin pecah. Meski begitu, Lisa terus menenangkan Alea. Ia tidak akan membiarkan sahabatnya itu terlarut dalam kesedihan yang mendalam.


***


Pantulan cahaya matahari yang menyelinap masuk ke sela-sela jendela kamar, sukses membuat Alea terbangun dari tidurnya. Sejenak ia duduk untuk merilekskan diri setelah semalam mengalami mimpi yang cukup panjang.


Alea kemudian menunduk sambil menarik napas dalam-dalam. Lalu mendadak saja, kejadian kemarin kembali terlintas dalam pikirannya. Cepat-cepat Alea menggelengkan kepala, mencoba menghilangkan momen menyakitkan itu.

__ADS_1


Alea tidak ingin mengingat itu lagi. Cukup kemarin saja hatinya merasa sakit dan perih. Sekarang Alea hanya ingin bahagia dengan caranya sendiri. Ingin bahagia juga bersama orang-orang yang sangat ia sayangi, terkecuali Iqbal.


Setelah kejadian kemarin, perasaan Alea terhadap Iqbal jadi tidak beraturan. Tidak membenci, namun juga tidak menyukai. Pada intinya, Alea sangat ingin menjauhi Iqbal dan melupakannya.


Walau terasa berat, Alea akan berusaha membiasakan diri tanpa adanya Iqbal di sampingnya.


Itu sudah menjadi keputusannya. Ia lakukan demi kebahagiaan semua orang, kebahagiaan dirinya, juga demi kebahagiaan Iqbal.


Brak!


Pintu kamar tiba-tiba terbuka cukup keras. Sontak membuat Alea terperanjat kaget dan langsung menolehkan wajahnya ke arah pintu.


"Astaga, ternyata lo Lis. Pelan-pelan kek kalau buka pintu. Untung aja gue gak punya penyakit jantungan," peringat Alea seraya memasang raut wajah kesal.


Lisa hanya cengengesan. "Hehe, sorry Ya. Refleks," ucapnya, kemudian bergegas menghampiri Alea yang masih stay duduk di atas kasur.


"Nih." Lisa menyodorkan selembar kertas pada Alea. "Tadi pas gue dateng ke sini, nyokap lo ngasih ini ke gue. Katanya ini daftar bahan-bahan dapur yang harus lo beli di pasar," jelas Lisa.


Alea mengangguk mengerti. Ia pun segera bangkit dari tempat tidurnya untuk pergi bersiap-siap.


"Eh, Ya, gue ikut lo ya. Pleasss ... mumpung hari ini gue lagi cuti kerja." Lisa memohon sambil memasang raut wajah yang cukup menggemaskan.


"Hmm, boleh aja sih. Asal, kalau udah di sana, lo jangan malu-maluin gue, oke."


***


Hari ini suasana di pasar A cukup ramai dikunjungi oleh warga sekitar. Sebagian dari mereka pun ada yang saling berdesakan karena tidak ingin kehabisan persediaan untuk dapur.


Hal tersebut lantas mendapat perhatian Alea dan Lisa yang baru saja sampai di pasar. Mereka langsung tercengang. Biasanya pasar A jarang dipadati oleh warga. Tapi sekarang, keadaannya cukup berbeda.


Ah, ya sudahlah. Biarkan saja. Alea tidak ingin terlalu kepo dengan apa yang sedang terjadi hari ini di pasar.


"Gila! Tumben-tumbenan hari ini pasar rame banget. Apa mungkin ada diskon kali ya?" gumam Lisa, masih merasa heran.


Alea mengangkat bahunya sekilas. Kemudian ia menunjuk ke arah tempat jual sayuran. "Antar gue ke sana dulu, yuk!"


Lisa mengangguk setuju. Ia pun menggandeng tangan Alea untuk membawa sahabatnya itu pergi ke tempat jual sayuran. Dan baru saja beberapa langkah mereka berjalan, tiba-tiba saja sekumpulan para wanita datang sambil berlari hingga membuat tubuh Alea dan Lisa sedikit terdorong.


"Busyet dah, tuh cewek-cewek pada ribet amat mau ke pasar juga, pakek acara lari-larian segala lagi. Untungnya gue sama lo gak kenapa-napa," oceh Lisa, merasa kesal sendiri.

__ADS_1


"Udah. Mungkin mereka lagi buru-buru, makannya mereka lari-larian kayak tadi," ujar Alea, mencoba menenangkan Lisa untuk tidak emosi hanya gara-gara hal kecil.


Lisa mengangguk kecil, padahal dalam hatinya masih memendam rasa kesal terhadap sekumpulan para wanita tadi. Tapi, ya sudahlah. Untuk apa diingat-ingat terus, lagi pula Lisa tidak kenal dengan mereka.


"Ya udah, yuk." Lisa menarik tangan Alea menuju tempat jual sayuran.


Setelah tiba di sana, Alea langsung memilih sayuran yang akan ia beli sesuai dengan daftar belanjaan. Lisa yang berada di samping Alea, tentu saja tak ingin tinggal diam. Ia langsung membantu sahabatnya itu memilih sayuran.


"Eh Ya, kayaknya ini deh yang lebih seger." Lisa mengambil kangkung dan menunjukkannya pada Alea.


"Ya udah, ambil yang itu." Alea setuju dengan pilihan Lisa.


Dengan segera Lisa menyerahkan dua ikat kangkung pada penjual sayuran. Setelah itu, ia kembali memilih. Namun, di tengah-tengah sedang memilih, Lisa teringat akan sesuatu. "Astaga, gue lupa," gumamnya seraya menepuk dahi.


Alhasil Alea langsung mengalihkan pandangannya pada Lisa. "Lupa apa?"


"Hmm, Ya, gue tinggalin lo sendiri di sini dulu gak papa 'kan? Gue harus beli sesuatu." Lisa meminta izin Alea terlebih dahulu.


"Nggak perlu minta izin gue juga kali, Lis. Kalau lo mau pergi, pergi aja. Gue gak papa kok," timpal Alea seraya tersenyum tipis.


"Oke. Kalau gitu, gue tinggal dulu bentar ya. Gak bakal lama kok." Lisa kemudian bergegas pergi meninggalkan Alea.


Sementara Alea kembali memilih berbagai jenis sayuran yang terlihat segar dan bagus.


Bruk!


Seseorang tiba-tiba saja menabrak tubuh Alea dari belakang. Refleks membuat Alea langsung berbalik badan untuk melihat orang yang menabraknya.


Sekilas netra Alea menangkap seorang anak kecil tengah berdiri di hadapannya sambil tersenyum. Baru saja Alea ingin memperingati anak kecil itu untuk lebih berhati-hati, tapi anak itu sudah lari duluan.


Kini Alea hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala sambil tersenyum. Tadinya Alea sempat mengira orang dewasa lah yang sudah menabrak tubuhnya. Tapi nyatanya seorang anak laki-laki yang tampan dan lucu.


Alea hendak berbalik badan. Namun, kedua matanya terlebih dulu menangkap ada setangkai bunga melati tergeletak di bawah kakinya. Tanpa berpikir panjang, Alea pun mengambil bunga tersebut.


"Kenapa ada bunga melati di sini? Apa ini punya anak kecil yang tadi?" pikir Alea, seraya meneliti dengan seksama setangkai bunga melati yang sedang ia pegang.


"AAA ... IQBAL ...."


Deg!

__ADS_1


Jantung Alea seolah ingin berhenti setelah mendengar teriakan orang-orang. 'Iqbal? Apa dia ada di sini?' batin Alea sambil melototkan matanya.


• Bersambung •


__ADS_2